[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak 26 April 2015: Persahabatan di Bibelbin dan Bibelbu


Mendengarkan dongeng dan berkarya bersama Kak Deta Ratna Kristanti
Minggu, 26 April 2015
Pk. 10.00-12.00
Di Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Kontribusi: Rp10.000/anak (sudah termasuk snack dan bahan berkarya)
Terbuka untuk anak usia TK dan SD.

Pendaftaran: Melly Amalia (082127253087)

Lokakarya Permakultur Tahap I untuk staff, relawan dan mitra KAIL

Pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015 yang lalu, di Rumah KAIL diadakan Lokakarya Permakultur. Lokakarya ini merupakan tahap pertama dari rangkaian lokakarya untuk memahami dan mempraktekkan permakultur, khususnya di Rumah KAIL. Lokakarya ini diikuti oleh seluruh staf KAIL, tujuh orang dari YPBB, dan relawan KAIL. Awalnya lokakarya ini bertujuan untuk membuat perencanaan kebun di Rumah KAIL dengan prinsip-prinsip selaras alam. Untuk itu para staff KAIL merasa perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk merancang kebun yang selaras alam tersebut. Dipilihlah metode permakultur (permaculture) untuk digunakan sebagai prinsip perencanaan kebun di Rumah KAIL. 

Lokakarya sehari ini difasilitasi oleh Dhila dan Rio. Mereka berdua pernah belajar dan menerapkan permakultur di Komunitas Bumi Langit Institute, Imogiri, Yogyakarta. Saat ini aktivitas sehari-hari Dhila dan Rio adalah bertani. Mereka menerapkan permakultur untuk diri mereka sendiri dan membantu pribadi-pribadi dan organisasi menerapkan permakultur di dalam konteks masing-masing.



Acara dimulai tepat pada pukul 9.30 pagi dan dibuka dengan pembukaan dan perkenalan yang dipandu oleh Deta Ratna Kristanti sebagai koordinator kegiatan. Setelah pembukaan dan perkenalan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi tentang keberlanjutan (sustainability) dan ekosistem, yang disampaikan oleh Dhila. Pada sesi ini, peserta diajak untuk melihat kembali pemahaman mereka tentang makna keberlanjutan dan sistem yang berkelanjutan keberlanjutan. Pada sesi ini Dhila mengajak peserta untuk berdiskusi tentang ekosistem, unsur-unsur yang ada di dalam ekosistem, hubungan setiap unsur dengan unsur lainnya, dan fungsi masing-masing unsur di dalam ekosistem itu. Diskusi berlangsung dengan seru, karena para peserta menyimak dengan serius, antusias bertanya dan memberikan pendapat mereka. Setelah diskusi yang seru, peserta menemukan bahwa ternyata metode permakultur erat kaitannya dengan manajemen diri, seperti memilah keinginan dan kebutuhan, mengelola disiplin diri dan mengelola rasa tanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan.



Sesi kedua dimulai setelah makan siang. Pada sesi kedua ini, Rio memulai sesi dengan menceritakan tentang faktor-faktor apa saja yang mendorong berkembangnya permakultur, mulai dari krisis ekologi sampai ke faktor ekonomi politik. Rio juga menjelaskan 12 prinsip dasar permakultur dan contoh-contoh penerapannya di berbagai bentuk ekosistem. Sesuai dengan tujuan lokakarya tahap pertama, dalam lokakarya ini, para fasilitator  banyak membuka wawasan dan menggali pemahaman akan prinsip-prinsip permakultur. Meskipun masih banyak hal yang membuat penasaran, akhirnya lokakarya pertama ini harus ditutup pada pukul 5 sore. Semua peserta sepakat untuk bertemu kembali pada tanggal 7 dan 8 April di Rumah KAIL, untuk bersama-sama mempraktekkan teknik permakultur di kebun Rumah KAIL



[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL: Menyemangati Anak Belajar


Apa yang akan membuat anak senang belajar? Bagaimana mendampingi anak agar bersemangat ketika belajar? Bagaimana menambahkan keinginan belajar mandiri pada anak?
Ikuti sesi berbagi dan dapatkan tips-tips untuk Menyemangati Anak Belajar.
Bersama Kenny Dewi​ Sidkar

Hari/tanggal: Minggu, 22 Februari 2015
Pukul 10-12 WIB
Tempat: Rumah Kail, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang,Kab. Bandung
Peta Lokasi: http://bit.ly/1up7ZCc
Kontribusi: Rp20.000,-/peserta

Informasi dan pendaftaran: 
Deta Ratna Kristanti​ 
HP: 0821 2725 3087
email: kail.pelatihan@gmail.com
http://kail-bandung.blogspot.com
FB: Kuncup Padang Ilalang
Twitter: @kail_bandung

[INFO KEGIATAN] HARI BELAJAR ANAK: Gaya Rambut Pascal


Story telling dan workshop bersama Terra Kurnia Desita (Klub Anetta)

Minggu, 22 Februari 2015
Pukul 10-12 WIB
Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Peta lokasi: http://bit.ly/1oiT6PB
Kontribusi: Rp5.000,-/anak

Informasi dan pendaftaran:
Deta Ratna Kristanti
HP 0821 2725 3087

email: kail.pelatihan@gmail.com
FB: Kuncup Padang Ilalang
Twitter: @kail_bandung


HARI BELAJAR ANAK KAIL: Membuat Kreasi dengan Stik Es Krim

Di penghujung tahun, tepatnya hari Minggu tanggal 28 Desember 2014 Kail kembali menggelar acara Hari Belajar Anak (HBA) yang rutin diadakan di minggu terakhir setiap bulannya. Bertempat di Rumah Kail, kegiatan HBA bertepatan dengan liburan sekolah, hari Natal dan Tahun Baru. Peserta yang datang adalah anak-anak sekitar Rumah Kail dan lingkungan terdekat yang berjumlah 32 orang anak. Di acara HBA sebelumnya banyak juga peserta yang datang dari kota Bandung yang jaraknya cukup jauh dari Kampung Cigarukgak.

Yang mengisi HBA kali ini adalah saya (Bu Ela) dan Ibu Melly, dengan agenda membuat kreasi dengan stik es krim. Kami membuat aneka persiapan satu hari sebelumnya yaitu menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, setting ruangan dan membuat beberapa bentuk kreasi yang akan dijadikan contoh. Tidak lupa Ibu Melly membriefing saya untuk ikut membantu membawakan acara, memandu permainan dan pendamping untuk anak-anak usia 6 tahun kebawah. Selain itu, saya juga merangkap sebagai petugas dokumentasi. Maklumlah untuk kegiatan kali ini yang bertugas hanya kami berdua, otomatis semua pekerjaan kami pegang. Cukup repot memang, apalagi bagi saya yang belum berpengalaman memandu acara permainan dan langsung berinteraksi dengan anak-anak. Hal ini sempat membuat saya bingung dan sedikit takut jika salah. Untunglah kegiatan berjalan lancar.


Acara dimulai dengan membagi anak-anak menjadi dua kelompok, yaitu usia 6 tahun kebawah dan usia 7 tahun ke atas. Masing-masing kelompok usia memulai dengan permainan, yaitu Polisi dan Pencuri, dan Jempol Ajaib. Seru sekali permainannya. Kemudian dilanjutkan dengan mengisi gambar pohon harapan dan pemutaran film lingkungan. Setelah itu masuk ke agenda utama yaitu membuat kreasi dengan stik es krim. Anak-anak membuat berbagai jenis kreasi menggunakan media yang ada. Dalam waktu dua jam, yaitu dari jam 10.00-12.00 WIB acara selesai dilaksanakan.



Dengan tugas yang borongan dan tidak ada relawan yang membantu, rasa cape dan lelah pasti ada. Terutama bagi saya yang masih kebingungan. Sejak acara dimulai, perasaan jadi campur aduk. Walaupun demikian, bagi saya acara tersebut sangat berkesan dan menyenangkan. Kami pun pulang dengan rasa puas dan hati riang. (Ela Kamila)