Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Khusus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Khusus. Tampilkan semua postingan

[Liputan] Syukuran peringatan Ulang Tahun KAIL 2017

Pada hari Sabtu, 26 Agustus 2017, KAIL menyelenggarakan syukuran ulang tahun KAIL yang ke-15. Syukuran ini dihadiri oleh para staff, relawan dan para undangan dari perwakilan mitra KAIL dan Karang Taruna Cigarugak. Kegiatan berlangsung di kebun KAIL, mulai jam 10 sampai dengan jam 1 siang dan dipandu oleh Debby Josephine sebagai fasilitator.
Ketika tiba di Rumah KAIL, para undangan diajak untuk menikmati hidangan minuman selamat datang dan kudapan sehat berupa nagasari dan ketan kelapa buatan Emak Entis, tetangga sebelah Rumah KAIL. Sambil menikmati hidangan, para undangan dapat berkeliling melihat-lihat Rumah dan Kebun KAIL atau bersantai duduk-duduk di halaman sambil mengobrol dengan undangan lainnya.
Acara dibuka dengan ucapan selamat datang dari Didit Indriati, Koordinator Rumah KAIL. Kemudian dilanjutkan dengan perkenalan para peserta yang hadir. Mereka saling berbagi nama dan keterlibatan di organisasi atau kegiatan mereka sehari-hari.  Mayoritas peserta adalah para relawan KAIL, yang terdiri dari 24 orang, di antaranya merupakan pegiat individu maupun yang aktif di berbagai organisasi dan komunitas sosial seperti YPBB, Bandung Heritage, dan ASF-ID. Turut hadir pula peserta dari Karang Taruna Kampung Cigarugak sebanyak sekitar 10 orang.
Setelah itu peserta berproses bersama untuk mendapatkan pemahaman lebih lanjut tentang KAIL dan kegiatan-kegiatannya.  Dalam proses ini, peserta dibagi menjadi empat kelompok untuk mendapatkan pemahaman tentang KAIL dari aspek yang berbeda-beda, yaitu: Kelompok pertama mendapatkan penjelasan mengenai Rumah KAIL, kelompok dua mendapatkan penjelasan mengenai kegiatan-kegiatan KAIL, kelompok ketiga mendapatkan penjelasan mengenai terbitan-terbitan KAIL dan kelompok terakhir mendapatkan penjelasan mengenai kebun KAIL.  Setiap peserta akan mendapatkan penjelasan mengenai ke-4 aspek di atas secara bergantian.
Untuk memahami Rumah KAIL lebih lanjut para peserta diajak menjelajahi Rumah KAIL mulai dari parkiran, kemudian masuk ke rumah, baik di lantai atas maupun lantai bawah. Kelompok ini dipandu oleh Didit Indriati, koordinator Rumah KAIL.

Rumah KAIL dirancang dengan menggunakan prinsip keberlanjutan seperti penggunaan bahan dari sumber daya terbarukan (termasuk bahan daur ulang) sebanyak mungkin dan menggunakan sesedikit mungkin sumber daya tak terbarukan. Desain semua ruangan dengan bukaan jendela untuk mendapatkan cahaya alami dari matahari, menghemat penggunaan listrik dan juga desain semua ruangan dengan ventilasi maksimal untuk mendapatkan udara segar. Rumah KAIL juga memasang biodigester di toilet yang mendukung sebagian kecil bahan bakar untuk memasak. Rumah KAIL membuat sistem penampungan air hujan untuk menyiram kebun selama musim kemarau.

Kebun KAIL mengunakan konsep permakultur. Diisi dengan tanaman pangan yang memasok sebagian kebutuhan dapur Rumah KAIL, mempromosikan penggunaan tanaman-tanaman dari spesies asli dan juga melestarikan sebanyak mungkin spesies asli satwa liar dan tumbuhan.

Setelah itu peserta diajak untuk mendengarkan presentasi mengenai kegiatan KAIL di perpustakaan anak. Kelompok ini dipandu oleh Fransiska Damarratri, koordinator kegiatan rutin KAIL. Di kelompok ini, Siska memutarkan video 15 tahun Kail dan selayang pandang kegiatan Hari Belajar Anak. Video tersebut telah diramu dengan apik oleh relawan Umbu Justin dari berbagai kumpulan dokumentasi Kail. Lalu para peserta, yang merupakan relawan yang baru mengenal Kail maupun yang sudah lebih dahulu mengenal. membagikan kesan dan pesan mereka terutama terkait bagaimana Kail mempengaruhi kehidupan mereka. Siska juga bercerita tentang berbagai program Kail berkembang dan bagaimana Kail mengembangkan organisasi dengan berbagai nilai yang dieksplor dan dijunjung bersama.
Untuk memahami terbitan KAIL, para peserta diajak untuk melihat, membaca dan browsing terbitan online KAIL. Kegiatan ini bertempat di kebun KAIL di bangku-bangku seputar api unggun. Kegiatan ini dipandu oleh Navita Kristi Astuti, penanggung jawab Proaktif Online dan terbitan KAIL. Secara khusus dijelaskan mengenai sejarah Proaktif Online dari masa ke masa, alur persiapan Proaktif Online dari pembuatan TOR hingga pengunggahan artikel ke blog dan pembuatan zine. Dalam kesempatan ini, diberitahukan pula mengenai peluang keterlibatan sebagai relawan di Pro:aktif Online, yaitu sebagai relawan penulis, relawan illustrasi dan relawan tata letak zine
Untuk memahami kebun KAIL, para peserta diajak untuk berkeliling kebun KAIL sambil mendengarkan sejarah, prinsip-prinsip dan apa saja yang ada di kebun KAIL. Kelompok ini dipandu oleh Melly Amalia dan Pak Enjang, penanggung jawab kebun  KAIL. Penjelasan dan diskusi berlangsung padat dan singkat, seputar tentang sistem zonasi pada konsep Permakultur yang diterapkan di kebun Kail, bagaimana pengelolaan material yang dihasilkan dan dikelola oleh kebun, peran ternak (bebek, marmut, kelinci) dalam pengelolaan kebun, jenis-jenis tanaman dan manfaatnya untuk keseharian Kail dan terakhir melihat bed semaian yang berada di belakang dan samping Rumah Kail.  Sambil berkeliling, peserta ikut merasakan panen buah berry yang tersebar di sekitar Rumah Kail.
Setelah mengenal KAIL lebih lanjut, peserta kembali berkumpul di labirin. Acara selanjutnya adalah penyerahan penghargaan kepada para relawan KAIL. Pertama-tama, Vita, PJ Proaktif Online memberikan penghargaan kepada para penulis Proaktif Online edisi Agustus 2017. Penyerahan penghargaan ini sekaligus merupakan launching Proaktif Online Edisi Agustus 2017. Putaran kedua adalah penyerahan kenang-kenangan bagi seluruh relawan kegiatan termasuk kegiatan ulang tahun ini. Setiap peserta dapat memilih bibit dan benih tanaman apa yang ingin mereka bawa pulang dan tanam di rumah masing-masing. Penyerahan kenang-kenangan ini dilakukan oleh Melly Amalia.
Tahap selanjutnya adalah penyerahan penghargaan bagi para relawan dengan jam relawan terbanyak. Untuk tahun ini, penghargaan ini diserahkan kepada 3 orang, yaitu Sally Anom Sari, Kukuh Samudra dan Usie Fauzia Anniza. Sally adalah relawan yang banyak melakukan dokumentasi kegiatan dalam bentuk video. Video-video ini kemudian diolah menjadi klip-klip video untuk bahan-bahan pembelajaran KAIL baik versi online maupun di kelas. Sally mendapatkan hadiah CD koleksi lagu dari Sandra Fay, seorang seniman aktivis dari Bali yang mempromosikan platform gerakan perubahan sosial dengan Bahasa Hati.
Kukuh adalah relawan dengan jam relawan terbanyak tahun sebelumnya. Tahun ini Kukuh mengurangi keterlibatan di KAIL karena kesibukan untuk menyelesaikan skripsi S1nya di Jurusan Teknik Elektro ITB. Meskipun demikian jam relawan Kukuh masih tetap salah satu yang terbanyak. Kukuh mendapatkan hadiah sedotan stainless yang diserahkan oleh Melly Amalia. Kail memberikan hadiah dalam bentuk sedotan stainless, dengan harapan Kukuh bisa berkontribusi mengurangi penggunaan sedotan sekali pakai dan buang. Harapannya sedotan stainless ini bisa menjadi salah satu peralatan penunjang gaya hidup ramah lingkungan yang selalu menemani Kukuh kemana pun dia pergi.
Usie adalah relawan mentor pelatihan Cara Berpikir Sistem, relawan fotografi dan relawan notulen dalam kegiatan-kegiatan Kail. Setelah lulus dari jurusan Arsitektur, Usie aktif berkegiatan di beberapa organisasi terkait yang bergerak di bidang sosial.
Setelah penyerahan penghargaan, dilakukan pemotongan dan pembagian AWUG oleh para relawan dengan JK terbanyak. Awug ini dibuat oleh seorang penjual Awug d.ari Desa Giri Mekar, tempat Rumah KAIL berada. Awug ini merupakan makanan kudapan tradisional Sunda yang pada kesempatan ini dibuat dalam bentuk tumpeng.  Disekeliling tumpeng awug disajikan berbagai kue trasidinal, seperti klepon, nagasari, putri noong dan getuk.

Setelah menikmati awug bersama, tibalah acara yang ditunggu-tunggu, yaitu makan bersama. Makanan yang disajikan kali ini adalah nasi timbel, masakan Teh Euis, pengurus Rumah KAIL ditemani dengan aneka lauk buatan Ibu Apon, pemilik warung nasi di Kampung Cigarugak, dekat Rumah KAIL.  Lauk-lauk yang dipilih adalah tempe bacem, pepes tahu dan belado ikan tongkol. Tentu saja tidak lupa dilengkapi dengan dua jenis sambal dan aneka lalapan. Berbeda dengan cara makan di Rumah KAIL yang biasanya prasmanan, makan siang kali ini kami semua duduk lesehan di labirin Rumah KAIL, berkeliling menghadap daun pisang yang telah disusun melingkar. Nasi liwet beserta lauk pauknya disajikan di atas bentangan daun pisang. Para peserta syukuran Ultah KAIL menikmati makan siang tersebut bersama-sama dari sajian daun pisang tersebut.
Semua menikmati kebersamaan ini. Mensyukuri nikmat yang telah diberikan-NYA dan peran-peran yang telah dan akan kami jalani untuk keberlangsungan bumi beserta mahluk hidup didalamnya.
Terima kasih.

[Liputan] Bazaar meriahkan Peringatan HUT RI dan HUT KAIL 2017 di Rumah KAIL

Setiap bulan Agustus, KAIL merayakan ulang tahun sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan RI. Dalam kesempatan tersebut KAIL menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berguna bagi masyarakat sekitar Rumah KAIL, khususnya warga Kampung Cigarugak. Melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan terjalin silaturahmi yang erat antara KAIL dengan warga, yang dapat berkontribusi positif terhadap pengembangan kampung Cigarugak. Salah satu kegiatan utama adalah bazaar untuk menyediakan kebutuhan anak-anak Kampung Cigarugak dengan harga yang terjangkau. Bazaar ini merupakan kegiatan tahunan yang secara rutin dilakukan KAIL untuk warga Cigarugak sejak tahun 2014. Untuk tahun 2017 ini, bazaar diselenggarakan pada hari Sabtu siang, 26 Agustus 2017 dan mengangkat tema “Saling berbagi dan maju bersama dalam semangat persatuan Indonesia”.
Sejak pukul dua siang anak-anak dan orang tua telah berkumpul untuk mengantri kupon bazaar. Dengan kupon tersebut mereka dapat membeli barang-barang yang mereka inginkan. Barang-barang pada bazaar ini adalah barang bekas dan baru hasil sumbangan dari berbagai pihak, yaitu: Playgroup-TK-SD Gagas Ceria, TK-SD-SMP Santo Yusup, Wanita Katolik Cabang Katedral Bandung, Penerbit Mizan serta sumbangan perorangan yang tidak dapat disebutkan namanya satu per sat   u. Untuk pengumpulan donasi, KAIL bekerja sama dengan Gagas Ceria, Santo Yusup dan Pustakalana sebagai titik pengumpulan barang-barang donasi dari para donatur.
Barang-barang yang dijual di dalam bazaar ini terutama adalah barang-barang bekas layak pakai yang dikumpulkan dari para donatur. Penggunaan barang bekas bertujuan untuk memperpanjang umur pakai barang, sehingga dapat berkontribusi pada pengurangan konsumsi barang baru. Pengurangan konsumsi akan mengurangi eksploitasi sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan.
Kegiatan bazaar ini berlangsung di halaman, lantai bawah dan atas Rumah KAIL. Berbagai jenis barang dijual di bazaar ini. Ada perlengkapan sekolah seperti buku tulis, penghapus, pena, penggaris, pensil warna dan rautan. Ada juga seragam sekolah dan aneka baju anak-anak. Ada beragam mainan untuk anak-anak, mulai dari boneka berbagai ukuran, bola, karet, balok-balok kayu dan berbagai model mobil-mobilan. Di halaman Rumah KAIL tersedia barang-barang seperti baju anak-anak, buku bacaan, peralatan sekolah, mainan, sepatu, tas  dengan harga jual Rp 1.000,-. Sementara di lantai bawah tersedia barang-barang pakaian, buku, mainan, peralatan makan dan minum,  dengan harga Rp 5.000,- dan Rp 10.000,-; dan di lantai atas tersedia barang sama dengan yang di lantai bawah dengan harga Rp 2.000,- .
Pada kegiatan bazaar ini hadir dan memberi sambutan yaitu tokoh masyarakat yang mewakili warga  Kampung Cigarugak, Bapak Mislah dan Kang Marna, Ketua Karang Taruna RW 12 Cigarugak. Dilanjutkan sambutan dari Koordinator Bazar Kail 2017 yaitu Melly Amalia. Selama bazar berlangsung, acara ini dipandu oleh duo pembawa acara yaitu Debby Yosephine dan Vanya Febriyantie.
Para relawan individu dan dari berbagai organisasi, termasuk Karang Taruna Cigarugak, berkontribusi besar dalam kegiatan bazaar ini mulai dari pengumpulan barang, memilah dan memberi harga, mengatur barang-barang di ruangan, melayani pembeli saat bazaar berlangsung dan membereskan kembali ruangan dan barang yang tersisa setelah kegiatan.
Sesuai dengan tema kegiatan, melalui proses ini, diharapkan terjalin silaturahmi antara mereka yang memiliki barang berlebih dengan mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, relawan dan jaringan KAIL dapat berkontribusi untuk mendorong proses berbagi dan maju bersama untuk kualitas kehidupan yang lebih baik. Seluruh hasil penjualan bazaar akan digunakan untuk mendanai kegiatan anak di Cigarugak di Rumah KAIL tahun yang akan datang.
Acara bazaar ini dimeriahkan dengan door prize untuk anak-anak dengan hadiah berbagai barang menarik ditambah buku cerita untuk setiap anak yang terlibat. Selain itu dilakukan juga lelang barang-barang istimewa dari koleksi barang-barang donasi. Beberapa mainan anak usia balita juga didonasikan untuk Paud Cemerlang, yang juga berada di Rw 12 Cigarugak.
Yang membuat kegiatan ini lebih meriah lagi adalah penampilan grup penyanyi dan musik dari Karang Taruna Cigarugak. Mereka menyanyikan lagu-lagu anak dan lagu bertema kemerdekaan Republik Indonesia untuk menghibur para pengunjung.  Penampilan yang tidak kalah menarik adalah dari Kang Adew (Ade Hermawan) yang menghibur pengunjung dengan lagu-lagu anak-anak dan lagu-lagu kebangsaan. Anak-anak Cigarugak turut diberi kesempatan untuk menyanyi bersama. Tersedia hadiah hiburan bagi anak-anak yang mau menyanyi di panggung.
Tidak terasa sore hari pun tiba. Semua pengunjung dan panitia sudah pulang ke rumah masing-masing. Anak-anak pulang dengan wajah bahagia karena telah mendapatkan barang-barang yang mereka perlukan.
Terima kasih untuk semua relawan yang terlibat.
Sampai jumpa di bazaar KAIL di tahun-tahun mendatang.

Selamat Ulang Tahun KAIL, Selamat Ulang Tahun Indonesia.

KAIL RAYAKAN ULANG TAHUN & HUT RI


Rumah Kail tampak semarak di hari Minggu, 9 Agustus 2015. Ada hiasan kain merah putih di atap teras depan. Ada banyak orang berkerumun di halaman depan. Ada banyak anak-anak berkeliaran di lantai atas dan bawah Rumah KAIL. Semua bergembira karena pada hari itu, mereka semua merayakan ulang tahun KAIL yang ke 13 dan ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70. 

Ini adalah kali kedua KAIL menyelenggarakan acara serupa. Berbeda dengan perayaan tahun sebelumnya yang dirancang untuk umum, perayaan tahun ini difokuskan untuk anak-anak Kampung Cigarugak, kampung tempat Rumah KAIL berada. Selama perayaan ini, anak-anak bisa mendapatkan perlengkapan sekolah dengan harga murah di tempat bazaar. Anak-anak juga diundang untuk mengikuti berbagai kegiatan yang difasilitasi oleh para relawan dan mitra KAIL, di antaranya membaca buku di perpustakaan anak, mendengarkan dongeng, membuat lukisan daun, membuat teropong, membuat topi serdadu rumput dan masih banyak lagi. Selama acara berlangsung, para pengunjung dapat menikmati hidangan yang disediakan.

Kegiatan ini dapat berlangsung atas dukungan dari para donatur barang-barang untuk bazaar, para relawan yang mempersiapkan dan melaksanaan kegiatan dan dukungan dari pemerintah dan warga setempat. Terima kasih untuk semua yang telah mendukung perayaan ini. Semoga kegiatan ini bermanfaat, khususnya untuk anak-anak Kampung Cigarugak!

Lokakarya Permakultur 2

Pada tanggal 7-8 April 2015, KAIL menyelenggarakan Lokakarya Permakultur yang kedua. Lokakarya ini berlangsung di Rumah KAIL dan dipandu oleh Rio dan Dhila Baharudin (Dhila) yang pernah beraktivitas di Bumi Langit.  Lokakarya ini merupakan kelanjutan dari lokakarya sebelumnya yang berlangsung pada tanggal 10 Maret 2015 yang lalu. Lokakarya ini diikuti seluruh staff dan relawan KAIL dan perwakilan dari YPBB.

Pada hari pertama lokakarya, tim fasilitator lebih banyak mereview materi yang telah diberikan dalam lokakarya sebelumnya. Fasilitator mengulangi beberapa prinsip dalam permakultur, menambahkan dengan berbagai contoh dan hal-hal penting yang belum sempat tuntas terbahas dalam lokakarya sebelumnya.

Materi penting yang menjadi pokok bahasan adalah tentang zonasi dan tahapan-tahapan membangun permakultur, mulai dari membangun kesuburan tanah sampai merancang siklus materi tertutup yang bertujuan untuk mengembalikan keragaman dan kekayaan nutrisi tanah, keanekaragaman hayati, keragaman dan kombinasi tanaman yang dapat bekerjasama untuk memperkaya kesuburan tanah dan kombinasi tanaman tersebut. Fasilitator juga mempresentasikan berbagai teknik mengkompos yang dapat dipilih untuk diterapkan di setiap zona, antara lain teknik Hagel, yang menggunakan lapisan susunan karbon kering, hijauan, dan tanah lokal untuk mengembalikan kesuburan tanah dan juga membangun rumah cacing.
Selain itu, fasilitator juga menunjukkan prinsip-prinsip pengelolaan kebun, dengan menyesuaikan dengan aliran air, cahaya, dan angin. Semua itu dikelola untuk memaksimalkan efek perbaikan alam, yang menjadi sumber kehidupan pertanian yang akan dibangun.

Pada hari selanjutnya, para peserta dibagi menjadi 5 kelompok kerja. Masing-masing kelompok mendapatkan tugas untuk mendesain permakultur di lokasi yang berbeda, yaitu, sebelah depan, belakang, kiri, kanan rumah KAIL serta satu lokasi tambahan di dekat sungai.  Mereka mendata apa saja yang dibutuhkan oleh Rumah KAIL dan kemudian merancang permakultur berdasarkan kondisi alam lokal untuk memenuhi sebanyak mungkin kebutuhan Rumah KAIL. Desain dibuat dalam bentuk gambar dan dipresentasikan di pleno untuk mendapatkan masukan dari anggota kelompok yang lain dan disinkronisasi dengan desain kelompok masing-masing.




Setelah itu, para peserta kembali ke kelompok masing-masing dan memutuskan hal-hal apa saja yang dapat dilakukan dalam dua jam ke depan. Kelompok-kelompok dapat bergabung untuk bekerja di salah satu kelompok. Akhirnya terbentuk empat kelompok kerja. Masing-masing kelompok membuat bed kreasi masing-masing. Sisi bed dibuat dari genteng bekas yang sudah tidak digunakan di Rumah KAIL. Di dalam bed tersebut disusun karbon kering, dedaunan hijau dan tanah yang semuanya diambil dari sekitar Rumah KAIL. Di dalam beberapa bed, sudah dibuat rumah cacing.





Meskipun melelahkan para peserta bekerja dengan gembira dan penuh semangat. Para peserta saling membantu kelompok lainnya dalam bentuk barter sumberdaya dan tenaga kerja. Selesai bekerja para peserta berkumpul kembali di Ruang Tengah dan berbagi pengalaman prakteknya. Setelah itu dilakukan diskusi mengenai tindaklanjut dari lokakarya ini. Para peserta dari KAIL bertanggung jawab untuk memelihara bed masing-masing. Untuk kepraktisan, ada kemungkinan tidak semua yang sudah dituliskan/digambarkan dalam rancangan dapat langsung dilaksanakan. Tim KAIL akan mendiskusikan dan mengambil keputusan sesuai perkembangan kondisi lapangan. Materi selanjutnya dari lokakarya Permakultur ini akan diselenggarakan pada tanggal 12-13 Mei 2015 yang akan datang dengan pokok bahasan pembibitan dan persemaian.












***

Lokakarya Permakultur Tahap I untuk staff, relawan dan mitra KAIL

Pada hari Selasa tanggal 10 Maret 2015 yang lalu, di Rumah KAIL diadakan Lokakarya Permakultur. Lokakarya ini merupakan tahap pertama dari rangkaian lokakarya untuk memahami dan mempraktekkan permakultur, khususnya di Rumah KAIL. Lokakarya ini diikuti oleh seluruh staf KAIL, tujuh orang dari YPBB, dan relawan KAIL. Awalnya lokakarya ini bertujuan untuk membuat perencanaan kebun di Rumah KAIL dengan prinsip-prinsip selaras alam. Untuk itu para staff KAIL merasa perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk merancang kebun yang selaras alam tersebut. Dipilihlah metode permakultur (permaculture) untuk digunakan sebagai prinsip perencanaan kebun di Rumah KAIL. 

Lokakarya sehari ini difasilitasi oleh Dhila dan Rio. Mereka berdua pernah belajar dan menerapkan permakultur di Komunitas Bumi Langit Institute, Imogiri, Yogyakarta. Saat ini aktivitas sehari-hari Dhila dan Rio adalah bertani. Mereka menerapkan permakultur untuk diri mereka sendiri dan membantu pribadi-pribadi dan organisasi menerapkan permakultur di dalam konteks masing-masing.



Acara dimulai tepat pada pukul 9.30 pagi dan dibuka dengan pembukaan dan perkenalan yang dipandu oleh Deta Ratna Kristanti sebagai koordinator kegiatan. Setelah pembukaan dan perkenalan, acara dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi tentang keberlanjutan (sustainability) dan ekosistem, yang disampaikan oleh Dhila. Pada sesi ini, peserta diajak untuk melihat kembali pemahaman mereka tentang makna keberlanjutan dan sistem yang berkelanjutan keberlanjutan. Pada sesi ini Dhila mengajak peserta untuk berdiskusi tentang ekosistem, unsur-unsur yang ada di dalam ekosistem, hubungan setiap unsur dengan unsur lainnya, dan fungsi masing-masing unsur di dalam ekosistem itu. Diskusi berlangsung dengan seru, karena para peserta menyimak dengan serius, antusias bertanya dan memberikan pendapat mereka. Setelah diskusi yang seru, peserta menemukan bahwa ternyata metode permakultur erat kaitannya dengan manajemen diri, seperti memilah keinginan dan kebutuhan, mengelola disiplin diri dan mengelola rasa tanggung jawab terhadap aktivitas yang dilakukan.



Sesi kedua dimulai setelah makan siang. Pada sesi kedua ini, Rio memulai sesi dengan menceritakan tentang faktor-faktor apa saja yang mendorong berkembangnya permakultur, mulai dari krisis ekologi sampai ke faktor ekonomi politik. Rio juga menjelaskan 12 prinsip dasar permakultur dan contoh-contoh penerapannya di berbagai bentuk ekosistem. Sesuai dengan tujuan lokakarya tahap pertama, dalam lokakarya ini, para fasilitator  banyak membuka wawasan dan menggali pemahaman akan prinsip-prinsip permakultur. Meskipun masih banyak hal yang membuat penasaran, akhirnya lokakarya pertama ini harus ditutup pada pukul 5 sore. Semua peserta sepakat untuk bertemu kembali pada tanggal 7 dan 8 April di Rumah KAIL, untuk bersama-sama mempraktekkan teknik permakultur di kebun Rumah KAIL



Syukuran Ulang Tahun KAIL

Pada tanggal 6 Juli yang lalu, KAIL merayakan ulang tahunnya yang ke 12. Perayaan ulang tahun ini dimulai dengan acara untuk anak-anak, bazaar dan pameran, serta buka puasa bersama. Membuka buka puasa bersama itu, Pak Iwa ketua RT memberikan sambutan untuk KAIL dan perkembangan warga Cigarugak ke depan. Seusai sambutan, Any Sulistyowati memberikan presentasi mengenai KAIL dan Rumah KAIL. Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Buka puasa dimulai dengan doa, pembagian takjil buatan Teh Ross dan Bu Entis dan makan nasi kuning buatan Ibu Amang. Mudah-mudahan dengan bertambahnya usia KAIL, makin banyak karya yang bisa diwujudkan lewat kegiatan-kegiatan bersama.



Bazaar @ Rumah KAIL

Pada tanggal 6 Juli 2014 KAIL menyelenggarakan bazaar di Rumah KAIL. Barang-barang yang dijual di dalam bazaar tersebut adalah sumbangan para anggota, donatur dan relawan KAIL. Barang-barang dijual mulai dari Rp. 1000,- sampai dengan Rp. 10.000,-. Barang antik dan bagus juga tersedia dan dileleng dalam jumlah terbatas mulai dari harga Rp. 20.000,-

Bazaar tersebut berlangsung pada pukul 15.30 WIB. Warga sudah berkumpul sejak pukul 14.30 WIB. Mereka antusias sekali melihat-lihat barang-barang yang hendak dijual. Dalam bazaar ini setiap pengunjung perlu mendapatkan kupon voucher? Kupon dapat diperoleh di meja registrasi. Tersedia dua pilihan kupon yang itu biru bernilai seribu rupiah dan kupon kuning senilai lima ribu rupiah.

Anak-anak dan orang dewasa di sekitar Kampung Cigarugak turut meramaikan acara bazaar ini, baik sebagai relawan penjaga stand maupun sebagai pembeli. Jumlah pembeli kupon yang tercatat adalah 200 pembeli. Sampai sore hari saat bazaar ditutup uang yang terkumpul dari penjualan adalah sebesar Rp. 1.025.000,- Uang ini akan digunakan sebagai uang kas untuk kegiatan-kegiatan di Rumah KAIL untuk warga Cigarugak.

Kegiatan bazaar ini adalah salah satu kegiatan dari rangkaian peringatan ulang tahun KAIL yang ke-12. Setelah bazaar berakhir, para pengunjung diundang untuk mencicipi hidangan takjil untuk berbuka puasa dan makan nasi kuning bersama. Terima kasih untuk semua yang telah terlibat dan menyumbang. Selamat ulang tahun, KAIL!




SUMBANGAN untuk BAZAAR Ultah KAIL

Dalam rangka memperingati ulang tahun KAIL ke 12, KAIL akan mengadakan berbagai acara di antaranya adalah Bazar pada tanggal 6 Juli 2014.

Kami menerima donasi barang bekas yang masih layak pakai berupa baju, buku, mainan anak, peralatan rumah tangga dll, untuk dijual dalam bazar tersebut.

Hasil penjualan bazar akan digunakan untuk pengembangan kegiatan warga sekitar Rumah KAIL.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Melly: 082127253087 / 085794904686
Selly: 082118632353
Titin: 081321137231

Titik pengumpulan barang:
Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Kelurahan Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Masuk dari Jln. Cijambe, Ujung Berung

Batas waktu pengumpulan barang: 3 Juli 2014

SYUKURAN RUMAH KAIL


Pada tanggal 23 Februari 2014 yang lalu diadakan syukuran di Rumah KAIL. Syukuran ini dihadiri oleh para staff, relawan, mitra, tetangga dan keluarganya. Sebagian dari mereka telah menginap di Rumah KAIL sejak hari Sabtu, 22 Februari 2014. Sebagian warga Cigarugak juga turut hadir di dalam kegiatan tersebut. Syukuran dimeriahkan dengan menu makan siang ala Cigarugak buatan Teh Ross, tetangga Rumah KAIL.

Meskipun belum 100% sempurna, Rumah KAIL sudah dapat digunakan dengan cukup nyaman. Dalam empat bulan ke depan, masih akan diadakan berbagai penyempurnaan Rumah KAIL. Peresmian Rumah KAIL akan dilakukan pada Hari Ulang Tahun KAIL ke-12 pada tanggal 19 Juni 2014 yang akan datang.