Tampilkan postingan dengan label Cara Berpikir Sistem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cara Berpikir Sistem. Tampilkan semua postingan

[LIPUTAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem 11 Februari 2018


Peserta, trainer dan mentor berfoto bersama

Minggu 11 Februari 2018 Perkumpulan KAIL menyelenggarakan pelatihan “Cara Berpikir Sistem” angkatan ke-33 yang bertempat di Rumah Kail. Dalam pelatihan ini, terdapat lima trainer atau mentor yang terlibat, yaitu Kukuh Samudra, Fransiska Damarratri, Melly Amalia, Farhad Zamani, dan Muhammad Rushdi. Terlibat di hari-H adalah tim konsumsi yang terdiri dari Didit Indriani dan Teh Euis sehingga saat pelatihan para peserta bisa dengan lancar mengikuti pelatihan tanpa takut kelaparan.

Lusi, peserta dari Surabaya meyampaikan kesan mengenai Rumah KAIL dan hidangannya, “Seneng banget, di Rumah KAIL kita dijamu dengan dengan makanan sehat, buah-buahan, dan jamur-jamuran yang aku aku percaya itu sehat banget tanpa micin.”

Animo masyarakat untuk mengikuti pelatihan Cara Berpikir Sistem kali ini cukup besar. Tercatat lebih dari tiga puluh pendaftar. Menimbang kapasitas maksimal Rumah KAIL yang terbatas untuk menampung dua puluh lima peserta, kali ini panitia terpaksa menolak beberapa pendaftar yang mendaftar di waktu akhir. Bagi pendaftar yang kurang beruntung tidak mengikuti pelatihan, tim program “Cara Berpikir Sistem” akan memberikan prioritas slot pendaftaran pelatihan berikutnya yang rencana akan diselenggarakan bulan April.

Para peserta pelatihan Cara Berpikir Sistem datang dari berbagai latar belakang dan organisasi. Ada yang mendaftar secara pribadi, ada pula yang mendaftar karena secara khusus mewakili organisasi. Beberapa organisasi yang terlibat antara lain: Pematang, GAMAIS ITB, Koperasi Pendidikan Ura-Ura, Himpunan Mahasiswa Teknik Bioenergi “Rinuva” ITB, dan Turun Tangan Bandung. Catatan khusus peserta dari Koperasi Pendidikan Ura-Ura, mereka secara khusus datang jauh dari Surabaya. 

Pelatihan hari itu dimulai pukul 08:30 dengan sesi perkenalan antar peserta dan tim fasilitator. Pelatihan dimulai dengan ceramah tentang perkenalan dan contoh kebijaksanaan cara berpikir sistem. Tidak hanya mendengar ceramah, dalam pelatihan ini peserta justru lebih banyak berlatih secara mandiri atau berkelompok.

Peserta bekerja di dalam kelompok


Dua puluh peserta pelatihan dibagi ke dalam lima kelompok. Di kelompok, peserta diminta untuk berpikir dan menetapkan satu kesepakatan yang menggambarkan visi mengenai dunia, kegiatan, dan capaian. Peserta diminta untuk menggambarkan harapan, impian, kegelisahaan, dan persoalan yang ingin dipecahkan dalam lima tahun mendatang. Visi kelompok ini yang selanjutnya menjadi landasan masing-masing kelompok dalam berproses selama satu hari.

Setelah menentukan visi masing-masing peserta diperkenalkan dengan instrumen cara berpikir sistem seperti indikator, perilaku terhadap waktu (behaviour over time), hingga diagram sebab-akibat (causal loop diagram).

Metode belajar dengan permainan diterapkan agar proses belajar lebih menyenangkan. Melalui permainan “segitiga idola” dan “living loops”, peserta belajar memahami leverage point.

Permainan living loop membantu peserta memahami Cara Berpikir Sistem


Setelah peserta berhasil memperluas CLD dan menemukan leverage point, proses berlanjut hingga peserta dapat menyusun rencana kegiatan strategis. Pelatihan yang semula direncanakan selesai pukul 18.00 ternyata mulur hingga 45 menit. Hal ini disebabkan para peserta sangat bersemangat untuk menceritakan hasil belajar-visi, diagram sebab-akibat, dan rencana kegiatan strategis-masing-masing kelompok.

Berikut beberapa testimoni dari beberapa peserta pelatihan:

“Kompleks banget, kita bisa berpikir secara lebih luas. Biasanya kita hanya berpikir satu aspek yaitu perspektif kita sendiri, tapi di sini kita betul-betul harus melihat korelasi dan jembatan dari tiitk itu. Dengan mengetahui titik lain, jadi lebih berdampak.” – Lusi dari Koperasi Pendidikan Ura-Ura

“Sesuatu hal yang baru bagi saya. Dari sini dapat banyak insight, kita tidak bisa parsial melihat masalah, ada banyak sudut pandang dan dialog dari berbagai stakeholder. Sintesis solusi harus melibatkan seluruh stakeholder.” – Nadine Afriza

“Aku sebetulnya ikut ini ingin melihat cara pandangku selama ini apakah sudah sesuai atau belum? Ini sangat berkesan, jadi seperti selama ini aku banyak berasumsi. Untuk Rumah Kail sendiri, aku ingin jadi relawan boleh, tidak? Karena Rumah Kail dan permakulturnya inspiratif sekali.” – Dania Sundari

“Hari ini kami berprogress dalam menentukan arah gerak sedikit-demi sedikit. Sebetulnya ini sangat bermanfaat, materi yang harus diterima oleh mahasiswa baik itu aktivis atau bukan. Karena dapat diaplikasikan untuk membuat program himpunan, tugas akhir, atau pengembangan masyarakat” – Pematang Indonesia

[LIPUTAN] Workshop Cara Berpikir Sistem di Rumah Kail - 7 Mei 2017


oleh Kukuh Samudra

 Saling berbagi indikator dan hubungan sebab akibat bersama-sama

Minggu (7/5/2017), KAIL kembali mengadakan kegiatan lokakarya Cara Berpikir Sistem di Rumah KAIL, di Kampung Cigarugak, Kelurahan Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Peserta lokakarya kali ini berjumlah 9 orang yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi dan pendidikan. Untuk mempermudah proses belajar, para peserta dibantu oleh tiga orang trainer, yaitu Fransiska Damarratri, Debby Josephine, dan Kukuh Samudra serta tiga orang rekan-belajar yang terdiri dari Melly Amalia, Terra Kurnia, dan Zaenal. Rekan-belajar ini tidak lain adalah para alumni pelatihan Cara Berpikir Sistem yang ingin berproses kembali bersama peserta lokakarya.

Salute to the sun sebelum memulai kegiatan

Tema Cara Berpikir Sistem kali ini cukup unik, yaitu “Pluralisme”. Untuk tema yang spesial, KAIL kali ini mempersiapkan metode dan proses yang berbeda dibandingkan kegiatan-kegiatan Cara Berpikir Sistem, yang sebelumnya lebih banyak dibawakan dengan format pelatihan. Jika di pelatihan-pelatihan sebelumnya para peserta biasanya dibagi ke dalam beberapa kelompok/individu yang menghasilkan diagram-sebab-akibat masing-masing, kali ini seluruh peserta diproses untuk dapat menghasilkan sebuah diagram-sebab-akibat kolektif.

Menuangkan visi NKRI bersama

Berfoto bersama setelah sharing visi dan misi

Di awal proses masing-masing peserta diminta untuk menceritakan kegiatan sehari-hari, visi mengenai NKRI yang ideal, ciri-ciri yang menunjukkan kondisi ideal tersebut, dan kondisi-kondisi yang menjadi kekhawatiran mereka saat ini. Para peserta ternyata memiliki bermacam-macam visi yang unik. Ada yang memiliki kepedulian di bidang sandang, energi, pertanian-pemuda, air bersih, hingga kekayaan alam laut. Setelah itu peserta diminta untuk menggambarkan visi mereka sehingga tercipta sebuah gambar kolektif. Para peserta sepakat untuk memberi judul gambar tersebut dengan “Visi NKRI Kita”.


Penjelasan tentang Cara Berpikir Sistem oleh trainer Debby
Trainer Kukuh menjelaskan tentang Leverage Points

Peserta berlatih membuat indikator

Permainan sebab-akibat untuk menghindari lompatan logika
Untuk tema yang spesial, KAIL tidak ketinggalan mempersiapkan menu istimewa. Konsumsi yang dipersiapkan oleh Deta Ratna Kristanti dan Didit Indriati turut memeriahkan tema pluralisme. Hal ini tercermin dari keberagaman menu makanan yang dihidangkan. Pagi hari peserta telah disuguhi dengan pisang rebus. buah pepaya segar, serta kolak berisi pisang, labu, dan ubi. Menu makan siang peserta memiliki pilihan tiga macam karbohidrat berupa nasi putih, nasi merah, dan nasi jagung dengan lauk tahu-jamur dan capcay aneka sayuran. Sementara pada sore hari peserta dapat menikmati wedhang bandrek, beberapa jenis kacang rebus beserta colenak. Seolah telah menjadi andalan untuk tiap pelatihan KAIL, para peserta mengaku puas dengan makanan KAIL yang sehat dan lezat.

Makan siang sehat yang disiapkan oleh Rumah KAIL
Pelatihan hari itu berjalan lancar dan dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal pukul 18.00. Di akhir kegiatan, peserta diminta untuk menyampaikan kesan-kesan selama pelatihan. Feliciana, mahasiswa Jurusan Kriya Tekstil berpendapat metode Cara Berpikir Sistem ini dapat membantunya untuk menyelesaikan tugas akhir. “Metode ini saya yakin sangat berguna untuk bekal hidup saya di masa depan”, tutur Ishlah yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Perminyakan.  

Memulai Causal Loop Diagram dengan bekerja dari indikator pribadi

Permainan Living Loop untuk memahami sistem tertutup

Rehat dengan peregangan sejenak sebelum sesi terakhir
Causal Loop Diagram bersama dari berbagai indikator dan isu yang menjadi keprihatinan peserta

[TESTIMONI] Pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL

oleh: Andy Sutioso dari Rumah Belajar Semi Palar

Menyusul teman-teman KPB (Kelompok Petualang Belajar) yang sudah terlebih dahulu berkesempatan belajar dari KAIL mengenai CBS (Cara Berpikir Sistem), kali ini 6 personil Semi Palar berangkat ke Rumah KAIL di Cigarugak (daerah Cijambe – Ujung berung) untuk belajar soal ini.

Berpikir Sistem bukan sesuatu yang terlalu asing buat Semi Palar karena pembelajaran di Semi Palar berpijak di atas pendekatan yang sejalan dengan ini. Kalau soal pemahaman, tentunya kami masih harus terus belajar/ System Thinking atau kerap juga disebut Holistic Thinking adalah cara pandang atau pola pikir yang memandang segala sesuatu sebagai serba terkait atau terkoneksi. Bahwa perubahan di satu komponen sedikit banyak akan memengaruhi komponen lain, sub-sistem lain atau sistem besar secara keseluruhan. Pendidikan Holistik berpijak di atas cara pandang/paradigma ini (paradigma holistik).

Di luar itu masih sangat banyak yang belum juga kami ketahui atau betul-betul kami pahami. Karenanya Sabtu, 2 April lalu, 6 personel Semi Palar berangkat ke Kail, untuk memperdalam pemahaman kami tentang hal ini. Kali ini yang mengikuti pelatihan adalah kak Ome, kak Fikri, kak Ine, Kak Lyn, Kak Danti dan kak Andy. Satu kakak lain (kak Koben) yang direncanakan ikut tidak jadi hadir karena kesehatan tidak mengijinkan.

Menyusun indikator dalam Pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL
 (Dokumentasi Pribadi)
Ada 23 peserta di pelatihan kali ini. Selain 6 orang dari Semi Palar, Ray dan Kevin yang berhalangan di pelatihan KPB juga hadir, lalu beberapa teman dari Universitas Padjajaran dan ITB.

Banyak hal yang kami peroleh di pelatihan ini. Yang jelas pelatihan kali ini melengkapi kepingan-kepingan penting dari proses kami memahami berbagai hal mengenai pendidikan holistik juga tentang bagaimana berpikir holistik. Yang sangat kami dapatkan di sini adalah sistematisasi berpikir sistem/berpikir holistik. Apa yang dibagikan teman-teman KAIL sangat melengkapi pemahaman kami dan memberi gambaran lebih jelas bagaimana menerapkan berpikir sistem atau berpikir holistik sampai ke tataran teknis dan strategi.

Mulai jam 9 pagi hingga matahari terbenam, kami menjalani sesi demi sesi. Paparan, workshop, permainan, simulasi dan tanya jawab. Setiap kelompok didampingi satu fasilitator yang membantu kelompok dalam diskusi mulai dari visi dan misi hingga memetakan langkah2 strategis yang diharapkan bisa berdampak paling maksimal setelah memahami konektivitas antar komponen / elemen. Keren! Seru! Yang agak mengganggu hanya satu – kebetulan tetangga dekat KAIL sedang hajatan, sehingga seharian penuh kami disuguhi live music yang berkumandang keras oleh pengeras suara dengan berbagai jenis sajian musik




Sesi demi sesi Pelatihan Cara Berpikir Sistem diikuti oleh peserta(Dokumentasi Pribadi)
Rehat siang hari diisi makan siang spesial yang disiapkan tim KAIL. Sebagian bahan adalah hasil kebun permakultur yang dibudidayakan keluarga besar KAIL. Spesial!

Sekitar waktu Maghrib, kegiatan ditutup dengan pesan dari mbak Any (founder KAIL) agar apa yang didapatkan bisa diterapkan di kegiatan kita semua di tempat masing-masing. Mbak Any juga menitipkan untuk mengundang teman-teman lain dari berbagai lembaga ataupun individu untuk ikut serta dalam pelatihan ini.

Masalah-masalah yang timbul di masyarakat mulai dari isu lingkungan hidup, sosial, teknologi, kebudayaan, ekonomi dan lain sebagainya berakar dari ketidakmampuan kita untuk memandang fenomena secara tepat dan melihat situasi secara utuh (holistik).

Pendidikan yang kita terima selama ini ternyata hanya membuat kita mampu memandang segala sesuatu secara parsial atau secara sempit. Bisa dipahami karena sejak kita kecil–bertahun-tahun kita belajar di dalam berbagai kotak. Ruang kelas, mata pelajaran, buku-buku paket, jadwal pelajaran, penjurusan, dan masih banyak lagi. Padahal segala sesuatu di alam semesta ini bekerja secara sistemik dan saling terhubung. Jadi, kita perlu belajar lagi…

Salam.

[TESTIMONI] System Thinking?

oleh: Ayu Medina Lestari
Peserta Pelatihan CBS 2 April 2017


Tidak, saya tidak akan mengajarkan apa itu system thinking dan segala penerapannya di sini.

Jadi hari minggu ini kegiatan saya berbeda, bukan mengajar gambar, melainkan mengikuti sebuah workshop bernama Cara Berpikir Sistem. Workshop ini diadakan oleh sebuah organisasi non-profit bernama KAIL, Kuncup Padang Ilalang. Organisasi ini memang fokus kepada pengembangan masyarakat, dan workshop dengan topik tersebut memang rutin diadakan.

Pagi ini saya dan teman-teman saya berkunjung ke Rumah KAIL untuk mengikuti workshop yang terletak di Kampung Cigarugak, Kabupaten Bandung. Ya, saya tidak tahu persis jalan menuju ke sana bahkan hingga saat ini karena sepanjang perjalanan saya tertidur, hahaha, maafkan. Sesampainya kami di rumah KAIL, workshop pun langsung dibuka dengan perkenalan dari tiap peserta.

Kemudian topik awal yang dibahas adalah pengantar sistem, bahkan dimulai dengan definisi dari sistem itu sendiri. Setelah pemaparan pengantar, peserta diminta untuk menggambarkan visi dari lembaga yang diwakilkan. Saya dan teman-teman saya pun mewakili salah satu unit di kampus saya. Materi selanjutnya yaitu cara berpikir sistem itu sendiri dengan langkah awal berupa penjabaran indikator atau elemen suatu lembaga, serta diagram bernama behaviour over time (BOT).

Intinya, hal tersebut menjadi alat untuk melihat realita yang ada dalam suatu lembaga. Setelah itu ada pula penjelasan mengenai causal loop diagram (CLD), dan menurut saya inilah bagian yang sangat menarik karena penerapannya cukup jelas. Diagram ini menjelaskan bahwa setiap indikator dari lembaga yang telah disebutkan memiliki hubungan sebab akibat yang cukup kompleks. Hubungannya pun bisa berbanding lurus atau terbalik. Sekadar info, CLD memiliki dua tipe, yaitu reinforcing loop, yang berarti hubungan sebab akibat yang menyebabkan terus naiknya atau turunnya sebuah indikator, lalu yang satunya adalah balancing loop, yang berarti hubungan tersebut kian naik turun seperti gelombang namun pada akhirnya seimbang. Membingungkan? Tidak juga, sebenarnya. Setelah memahami itu semua, barulah kita bisa benar-benar melihat realita dan masalah yang ada, lalu bisa menyimpulkan intervensi yang harus dilakukan.

Pada dasarnya system thinking mengajarkan kita untuk melihat segala hal secara holistik dan kompleks, tidak hanya dengan sudut pandang tertentu. Ibarat gunung es, apa yang kita lihat langsung dengan kasat mata adalah sebuah kejadian, padahal sebenarnya ada pola perilaku, struktur dan model mental yang tidak terlihat secara langsung. Hal itulah yang membuat system thinking ini sangat berguna dan bisa diterapkan untuk berbagai hal, dari hal yang sederhana hingga sistem kompleks dalam suatu lembaga.

Memang yang menarik dari workshop ini adalah, segalanya dijelaskan dari hal yang paling mendasar, lalu bertahap hingga pada akhirnya bisa diterapkan secara langsung. Pendampingan mentor yang dilakukan pun cukup jelas, bahkan ada pula materi yang tersampaikan dengan games.


Ada beberapa hal lain yang juga menarik di Rumah KAIL ini. Ya, saya baru pertama kali ke sana dan saya langsung menyukainya, karena ini adalah rumah kayu, terletak lumayan jauh dari padatnya kota Bandung, dengan pemandangan yang cukup menenangkan. Di halaman belakang rumah ini ada kebun yang ditanami oleh berbagai jenis sayur dan buah, sehingga orang-orang KAIL terbiasa memasak sendiri dengan bahan yang dipanen langsung dari halaman belakang. Ada pula ternak bebek dan marmut yang melengkapi halaman belakang tersebut. Penghawaan dan pencahayaan rumah ini pun juga alami, banyak bukaan yang digunakan.

Dan yang paling menarik bagi saya adalah, rumah ini tergolong zero waste. Rumah ini tidak memiliki tempat sampah, sehingga segala sampah yang anorganik harus dibawa keluar dari rumah ini. Kalau sampah organik seperti sisa makanan? Mudah, cukup kumpulkan sampahnya lalu bisa dijadikan makan ternak. Sangat ramah lingkungan? Jelas. Satu hal lagi, berbagai makanan dan minuman yang disajikan sangat rumahan. Saya jadi ingin pulang ke rumah, hahaha.


Walaupun workshop ini diadakan dari pagi hingga senja tadi, walau diajak berpikir hingga lelah, saya cukup senang, banyak sekali hal yang bisa didapatkan. Bagi saya, cara berpikir seperti ini membuat kita bisa benar-benar melihat realita dan masalah yang ada, serta menentukan solusi yang tepat.

Terima kasih, KAIL!


Diterbitkan pertama kali oleh Ayu Medina di http://dinamakan.tumblr.com/post/159113225334/system-thinking



[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - 2 April 2017


Perkumpulan KAIL kembali menyelenggarakan

Pelatihan Cara Berpikir Sistem
Angkatan ke-30 dengan tema

"Pendidikan & Pengembangan Komunitas"

Minggu, 2 April 2017
Pukul 08:30-18:00
@ Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Lokasi: bit.ly/rumahkail)

Kontribusi:
Rp 100.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
Rp 200.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di:http://bit.ly/CBS1704

Informasi: kail.informasi@gmail.com / 0813-9429-0336 (SMS/WA)

Mari kita belajar dan berkolaborasi bersama. Sampai jumpa!
#systemthinking #KAIL #hidupholistik2017

[LIPUTAN] Cara Berpikir Sistem untuk Pengembangan Organisasi dan Komunitas

Any Sulistyowati & Fransiska Damarratri



Pada tanggal 18 Februari 2017 yang lalu KAIL menyelenggarakan pelatihan Cara Berpikir Sistem (Systems Thinking) untuk pengembangan organisasi dan komunitas. Pelatihan tersebut diselenggarakan di Rumah KAIL, mulai pukul 8.30 pagi sampai jam 17.30 sore.


Bertindak sebagai tim trainer adalah Melly Amalia (Melly), Deta Ratna Kristanti Iswari (Deta) dan Kukuh Samudra (Kukuh). Ketiganya merupakan para trainer Systems Thinking dari KAIL. Selain mereka bertiga, pelatihan ini juga didukung oleh para relawan KAIL yaitu Dhitta Puti Sarasvati (Puti) yang bertindak sebagai notulis, Dhila Baharudin N.H dan Sally Sari Anom yang bertindak sebagai dokumentasi foto dan video, serta Fine Astuti yang bertindak sebagai relawan konsumsi.

Pelatihan ini dihadiri oleh 20 orang peserta (11 laki dan 9 perempuan) perwakilan dari berbagai LSM, komunitas, sekolah dan perorangan. Selama pelatihan ini, para peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok mengangkat permasalahan salah satu organisasi peserta untuk dibahas sebagai kasus penerapan materi pelatihan. Kasus-kasus yang dibahas oleh masing-masing kelompok adalah: Majalah Ganesha ITB, Sekolah Nur Al-Hiraa Bekasi, SMPN Terbuka 8 Bandung - TKB Firdaus, serta Kepulauan Kei. Setiap kelompok didampingi oleh seorang mentor yaitu Debby Josephine (Debby), Fransiska Damarratri (Siska), Kukuh samudra (Kukuh), dan Deta Ratna Kristanti Iswari (Deta).





Dalam pembahasan kasus-kasus ini, peserta menggali permasalahan dan harapan dari organisasi tersebut. Setelah itu mereka merumuskan indikator-indikator dari permasalahan-permasalahan dan harapan-harapan dari organisasi tersebut. Mereka juga menggambarkan kecenderungan perilaku terhadap waktu dari indikator-indikator tersebut dalam bentuk grafik-grafik BOT (behaviour overtime diagram). Setelah itu mereka memetakan indikator-indikator tersebut dalam sebuah hubungan sebab akibat yang disebut CLD (causal loop diagram). Melalui analisis CLD ini peserta kemudian dapat mencari leverage points dan menyusun strategi intervensi sistem kompleks untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi oleh organisasi tersebut.

Selain menerapkannya di dalam kasus, para trainer dan fasilitator juga menggunakan berbagai metode lainnya seperti ceramah, misalnya untuk materi Pengantar Cara Berpikir Sistem dan Strategi Intervensi Sistem Kompleks; dan berbagai permainan dan simulasi, misalnya permainan segitiga untuk memperkenalkan konsep leverage points dan permainan living loops untuk memperagakan contoh perilaku sistem dengan umpan balik positif (reinforcing loops) dan negatif (balancing loops).




Selama pelatihan ini, disajikan berbagai menu makanan sehat yang disiapkan oleh staff dan relawan KAIL. Sebagai sumber karbohidrat, peserta dapat memilih nasi, nasi jagung atau kombinasinya. Ada pepaya hasil kebun KAIL yang diolah menjadi sayur pepaya kuah santan yang enak dan gurih. Ada tahu dan tempe goreng, telur belado dan bakwan jagung yang sedap. Juga lalapan timun. Pada sesi rehat, peserta dapat menikmati tahu isi, lontong sayur, keripik makaroni dan keripik jengkol. Juga tersedia beras kencur yang sedap. Seluruhnya adalah produk makanan lokal buatan staff, relawan dan tetangga di sekitar Rumah KAIL.




Peserta sangat antusias mengikuti seluruh proses pelatihan ini. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan menarik selama pelatihan. Pada saat sesi berakhir, mereka pulang dengan wajah puas dan bahagia.

***

Tim Trainer KAIL Membawakan Systems Thinking Workshop di BCCF


Pada tanggal 1 Oktober 2016 yang lalu KAIL bekerja sama dengan Simpul Space BCCF menyelenggarakan Systems Thinking Workshop. Workshop tersebut bertempat di Simpul Space BCCF yang terletak di Jalan Cibeunying Selatan no 5 Bandung dan berlangsung mulai jam 8.30 pagi sampai jam 17.30 sore. Tema yang diusung dalam workshop kali ini adalah Pendidikan. Workshop tersebut dihadiri oleh 22 peserta perwakilan dari berbagai komunitas, sekolah dan perorangan.

Bertindak sebagai tim trainer adalah Deta Ratna Kristanti Iswari (Deta), Kukuh Samudra (Kukuh) dan Debby Josephine (Debby). Ketiganya merupakan para trainer Systems Thinking dari KAIL. Selain mereka bertiga, workshop ini juga didukung oleh para relawan mahasiswa, yaitu Habib, Farhan dan Hana dari ITB. Habib dan Farhan bertindak sebagai mentor kelompok, sementara Hana bertindak sebagai relawan notulen.

Dalam workshop ini, para peserta diperkenalkan dengan konsep dasar Systems Thinking (Cara Berpikir Sistem) dan mempraktekkannya sebagai alat perencanaan strategis. Untuk memastikan peserta memahami materi dan dapat mempraktekkan Cara Berpikir Sistem, para peserta dibagi menjadi empat kelompok yang masing-masing didampingi oleh seorang mentor. Masing-masing kelompok memilih tema yang akan diangkat sebagai kasus untuk dibahas bersama. Tema-tema yang diangkat oleh masing-masing kelompok adalah: pendidikan keluarga, guru ideal, pola pikir dan karakter anak, serta individual learning.

Metode yang digunakan dalam workshop ini sangat beragam. Ada ceramah kerangka konseptual yang serius, diselingi dengan permainan-permainan asyik yang membuat konsep abstrak menjadi lebih mudah dipahami, dan diikuti dengan praktek langsung penerapan konsep di dalam konteks yang dipilih masing-masing kelompok. Peserta sangat antusias mengikuti seluruh proses workshop ini. Pada saat sesi berakhir, mereka pulang dengan wajah bahagia.

Pelatihan Cara Berpikir Sistem untuk Mahasiswa

 Oleh: Any Sulistyowati

Pada tanggal 16-18 Juni 2016, KAIL menyelenggarakan pelatihan Cara Berpikir Sistem untuk Mahasiswa Bandung. Pelatihan ini diikuti oleh 19 orang mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di kota Bandung. Selama tiga hari mereka dipandu oleh tim trainer dan fasilitator dari KAIL.


Materi-materi pelatihan yang mereka dapatkan adalah sebagai berikut. Di hari pertama mereka mendapatkan Cara Berpikir Sistem Dasar. Di hari kedua mereka mengambil data lapangan dan menerapkan langkah-langkah yang mereka peroleh di hari pertama. Di hari ketiga mereka belajar tentang mental model dan bagaimana mental model mempengaruhi pemetaan dan analisis sistem.

Gunung Es

CLD Kebun KAIL

Selain mendapatkan materi Cara Berpikir Sistem, peserta juga diajak saling mengenal satu sama lain lebih mendalam lewat kegiatan berbagi Sungai Kehidupan, khususnya untuk kepedulian mereka. Diharapkan lewat kegiatan ini akan terbangun persahabatan yang terus berlanjut saat mereka membuat perubahan-perubahan di masa yang akan datang.

Sharing Sungai Kehidupan
Sungai Kehidupan
Berbuka puasa bersama
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini atau tertarik mendapatkan layanan pelatihan Cara Berpikir Sistem dari KAIL, silakan menghubungi kail.infomasi@gmail.com.

Mari Berpikir Sistem!

Oleh: Umiazh 

Permainan Segi tiga Idola
KAIL mengadakan pelatihan Cara Berpikir Sistem (CBS) pada Sabtu tanggal 4 Juni 2016 di Rumah KAIL. Acara dimulai pukul sembilan pagi dan berlangsung selama kurang lebih sembilan jam. Peserta pelatihan kali ini datang dari berbagai latar belakang, di antaranya Psikologi UNIBI, ASF-ID, Energi Persada, Sadagori, dan Lingkar Sastra ITB. Peserta mengikuti rangkaian materi CBS yang dibawakan secara bergantian oleh fasilitator KAIL.

Dalam pelatihan ini, peserta membuat kelompok berdasarkan latar belakang yang sama tersebut. Selanjutnya dalam kelompok, peserta dibimbing oleh tiap mentor untuk menggambarkan visi misi selama lima tahun ke depan berdasarkan organisasi mereka. Peserta dibantu dengan tools yang digunakan dalam CBS ini, seperti indikator, Behavior Over Time (BOT), Causal Loop Diagram (CLD), dan leverage points.

Causal Loop Diagram

Materi yang diberikan antara lain mengenai logika sebab-akibat, mengetahui indikator yang bisa diintervensi, lalu menyusun rencana strategi. Peserta juga melakukan permainan simulasi yang tentunya berkaitan dengan materi yang dipelajari. Salah satu permainan simulasi yang menarik ialah permainan idola. Permainan ini mensimulasikan tentang indikator-indikator yang saling memengaruhi dan loop yang ada, serta siapa saja yang bisa diintervensi untuk memberikan pengaruh ke dalam loop tersebut.

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat menerapkan cara berpikir sistem tidak hanya dalam organisasi mereka, namun menerapkannya dalam segala aspek kehidupan.

Para Peserta dan Fasilitator


Mari Berpikir Sistem!

Oleh: Umiazh

KAIL mengadakan pelatihan Cara Berpikir Sistem (CBS) pada Sabtu tanggal 4 Juni 2016 di Rumah KAIL. Acara dimulai pukul sembilan pagi dan berlangsung selama kurang lebih sembilan jam. Peserta pelatihan kali ini datang dari berbagai latar belakang, di antaranya Psikologi UNIBI, ASF-ID, Energi Persada, Sadagori, dan Lingkar Sastra ITB. Peserta mengikuti rangkaian materi CBS yang dibawakan secara bergantian oleh fasilitator KAIL.

Pengantar Cara Berpikir Sistem
Dalam pelatihan ini, peserta membuat kelompok berdasarkan latar belakang yang sama tersebut. Selanjutnya dalam kelompok, peserta dibimbing oleh tiap mentor untuk menggambarkan visi misi selama lima tahun ke depan berdasarkan organisasi mereka. Peserta dibantu dengan tools yang digunakan dalam CBS ini, seperti indikator, Behavior Over Time (BOT), Causal Loop Diagram (CLD), dan leverage points.

Logika Sebab-Akibat
Materi yang diberikan antara lain mengenai logika sebab-akibat, mengetahui indikator yang bisa diintervensi, lalu menyusun rencana strategi. Peserta juga melakukan permainan simulasi yang tentunya berkaitan dengan materi yang dipelajari. Salah satu permainan simulasi yang menarik ialah permainan idola. Permainan ini mensimulasikan tentang indikator-indikator yang saling memengaruhi dan loop yang ada, serta siapa saja yang bisa diintervensi untuk memberikan pengaruh ke dalam loop tersebut.

Permainan Segi tiga

Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat menerapkan cara berpikir sistem tidak hanya dalam organisasi mereka, namun menerapkannya dalam segala aspek kehidupan.

Pembuatan CLD

Peserta CBS 4 Juni 2016