Tampilkan postingan dengan label CBS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CBS. Tampilkan semua postingan

[LIPUTAN] Workshop Cara Berpikir Sistem di Rumah Kail - 7 Mei 2017


oleh Kukuh Samudra

 Saling berbagi indikator dan hubungan sebab akibat bersama-sama

Minggu (7/5/2017), KAIL kembali mengadakan kegiatan lokakarya Cara Berpikir Sistem di Rumah KAIL, di Kampung Cigarugak, Kelurahan Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Peserta lokakarya kali ini berjumlah 9 orang yang berasal dari berbagai latar belakang organisasi dan pendidikan. Untuk mempermudah proses belajar, para peserta dibantu oleh tiga orang trainer, yaitu Fransiska Damarratri, Debby Josephine, dan Kukuh Samudra serta tiga orang rekan-belajar yang terdiri dari Melly Amalia, Terra Kurnia, dan Zaenal. Rekan-belajar ini tidak lain adalah para alumni pelatihan Cara Berpikir Sistem yang ingin berproses kembali bersama peserta lokakarya.

Salute to the sun sebelum memulai kegiatan

Tema Cara Berpikir Sistem kali ini cukup unik, yaitu “Pluralisme”. Untuk tema yang spesial, KAIL kali ini mempersiapkan metode dan proses yang berbeda dibandingkan kegiatan-kegiatan Cara Berpikir Sistem, yang sebelumnya lebih banyak dibawakan dengan format pelatihan. Jika di pelatihan-pelatihan sebelumnya para peserta biasanya dibagi ke dalam beberapa kelompok/individu yang menghasilkan diagram-sebab-akibat masing-masing, kali ini seluruh peserta diproses untuk dapat menghasilkan sebuah diagram-sebab-akibat kolektif.

Menuangkan visi NKRI bersama

Berfoto bersama setelah sharing visi dan misi

Di awal proses masing-masing peserta diminta untuk menceritakan kegiatan sehari-hari, visi mengenai NKRI yang ideal, ciri-ciri yang menunjukkan kondisi ideal tersebut, dan kondisi-kondisi yang menjadi kekhawatiran mereka saat ini. Para peserta ternyata memiliki bermacam-macam visi yang unik. Ada yang memiliki kepedulian di bidang sandang, energi, pertanian-pemuda, air bersih, hingga kekayaan alam laut. Setelah itu peserta diminta untuk menggambarkan visi mereka sehingga tercipta sebuah gambar kolektif. Para peserta sepakat untuk memberi judul gambar tersebut dengan “Visi NKRI Kita”.


Penjelasan tentang Cara Berpikir Sistem oleh trainer Debby
Trainer Kukuh menjelaskan tentang Leverage Points

Peserta berlatih membuat indikator

Permainan sebab-akibat untuk menghindari lompatan logika
Untuk tema yang spesial, KAIL tidak ketinggalan mempersiapkan menu istimewa. Konsumsi yang dipersiapkan oleh Deta Ratna Kristanti dan Didit Indriati turut memeriahkan tema pluralisme. Hal ini tercermin dari keberagaman menu makanan yang dihidangkan. Pagi hari peserta telah disuguhi dengan pisang rebus. buah pepaya segar, serta kolak berisi pisang, labu, dan ubi. Menu makan siang peserta memiliki pilihan tiga macam karbohidrat berupa nasi putih, nasi merah, dan nasi jagung dengan lauk tahu-jamur dan capcay aneka sayuran. Sementara pada sore hari peserta dapat menikmati wedhang bandrek, beberapa jenis kacang rebus beserta colenak. Seolah telah menjadi andalan untuk tiap pelatihan KAIL, para peserta mengaku puas dengan makanan KAIL yang sehat dan lezat.

Makan siang sehat yang disiapkan oleh Rumah KAIL
Pelatihan hari itu berjalan lancar dan dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal pukul 18.00. Di akhir kegiatan, peserta diminta untuk menyampaikan kesan-kesan selama pelatihan. Feliciana, mahasiswa Jurusan Kriya Tekstil berpendapat metode Cara Berpikir Sistem ini dapat membantunya untuk menyelesaikan tugas akhir. “Metode ini saya yakin sangat berguna untuk bekal hidup saya di masa depan”, tutur Ishlah yang merupakan mahasiswa tingkat akhir Jurusan Teknik Perminyakan.  

Memulai Causal Loop Diagram dengan bekerja dari indikator pribadi

Permainan Living Loop untuk memahami sistem tertutup

Rehat dengan peregangan sejenak sebelum sesi terakhir
Causal Loop Diagram bersama dari berbagai indikator dan isu yang menjadi keprihatinan peserta

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - 7 Mei 2017


Untuk rekan-rekan yang ingin mengenal, belajar dan berlatih #SystemThinking sebagai tools untuk memahami dunia dan berbagai permasalahannya, Perkumpulan KAIL kembali menyelenggarakan:

Pelatihan Cara Berpikir Sistem (Angkatan ke-31)
Untuk memahami persoalan sosial & lingkungan
Contoh kasus: Pluralisme

Minggu, 7 Mei 2017
Pukul 08:30-18:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Lokasi: bit.ly/rumahkail)

Biaya Pelatihan:
Rp 100.000 (Pelajar/Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
Rp 200.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
*Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok 6 orang.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di:
http://bit.ly/CBS1705

Informasi:
kail.informasi@gmail.com / 0813-9429-0336 (SMS/WA)

#CaraBerpikirSistem #KAIL #hidupholistik2017

[TESTIMONI] Pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL

oleh: Andy Sutioso dari Rumah Belajar Semi Palar

Menyusul teman-teman KPB (Kelompok Petualang Belajar) yang sudah terlebih dahulu berkesempatan belajar dari KAIL mengenai CBS (Cara Berpikir Sistem), kali ini 6 personil Semi Palar berangkat ke Rumah KAIL di Cigarugak (daerah Cijambe – Ujung berung) untuk belajar soal ini.

Berpikir Sistem bukan sesuatu yang terlalu asing buat Semi Palar karena pembelajaran di Semi Palar berpijak di atas pendekatan yang sejalan dengan ini. Kalau soal pemahaman, tentunya kami masih harus terus belajar/ System Thinking atau kerap juga disebut Holistic Thinking adalah cara pandang atau pola pikir yang memandang segala sesuatu sebagai serba terkait atau terkoneksi. Bahwa perubahan di satu komponen sedikit banyak akan memengaruhi komponen lain, sub-sistem lain atau sistem besar secara keseluruhan. Pendidikan Holistik berpijak di atas cara pandang/paradigma ini (paradigma holistik).

Di luar itu masih sangat banyak yang belum juga kami ketahui atau betul-betul kami pahami. Karenanya Sabtu, 2 April lalu, 6 personel Semi Palar berangkat ke Kail, untuk memperdalam pemahaman kami tentang hal ini. Kali ini yang mengikuti pelatihan adalah kak Ome, kak Fikri, kak Ine, Kak Lyn, Kak Danti dan kak Andy. Satu kakak lain (kak Koben) yang direncanakan ikut tidak jadi hadir karena kesehatan tidak mengijinkan.

Menyusun indikator dalam Pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL
 (Dokumentasi Pribadi)
Ada 23 peserta di pelatihan kali ini. Selain 6 orang dari Semi Palar, Ray dan Kevin yang berhalangan di pelatihan KPB juga hadir, lalu beberapa teman dari Universitas Padjajaran dan ITB.

Banyak hal yang kami peroleh di pelatihan ini. Yang jelas pelatihan kali ini melengkapi kepingan-kepingan penting dari proses kami memahami berbagai hal mengenai pendidikan holistik juga tentang bagaimana berpikir holistik. Yang sangat kami dapatkan di sini adalah sistematisasi berpikir sistem/berpikir holistik. Apa yang dibagikan teman-teman KAIL sangat melengkapi pemahaman kami dan memberi gambaran lebih jelas bagaimana menerapkan berpikir sistem atau berpikir holistik sampai ke tataran teknis dan strategi.

Mulai jam 9 pagi hingga matahari terbenam, kami menjalani sesi demi sesi. Paparan, workshop, permainan, simulasi dan tanya jawab. Setiap kelompok didampingi satu fasilitator yang membantu kelompok dalam diskusi mulai dari visi dan misi hingga memetakan langkah2 strategis yang diharapkan bisa berdampak paling maksimal setelah memahami konektivitas antar komponen / elemen. Keren! Seru! Yang agak mengganggu hanya satu – kebetulan tetangga dekat KAIL sedang hajatan, sehingga seharian penuh kami disuguhi live music yang berkumandang keras oleh pengeras suara dengan berbagai jenis sajian musik




Sesi demi sesi Pelatihan Cara Berpikir Sistem diikuti oleh peserta(Dokumentasi Pribadi)
Rehat siang hari diisi makan siang spesial yang disiapkan tim KAIL. Sebagian bahan adalah hasil kebun permakultur yang dibudidayakan keluarga besar KAIL. Spesial!

Sekitar waktu Maghrib, kegiatan ditutup dengan pesan dari mbak Any (founder KAIL) agar apa yang didapatkan bisa diterapkan di kegiatan kita semua di tempat masing-masing. Mbak Any juga menitipkan untuk mengundang teman-teman lain dari berbagai lembaga ataupun individu untuk ikut serta dalam pelatihan ini.

Masalah-masalah yang timbul di masyarakat mulai dari isu lingkungan hidup, sosial, teknologi, kebudayaan, ekonomi dan lain sebagainya berakar dari ketidakmampuan kita untuk memandang fenomena secara tepat dan melihat situasi secara utuh (holistik).

Pendidikan yang kita terima selama ini ternyata hanya membuat kita mampu memandang segala sesuatu secara parsial atau secara sempit. Bisa dipahami karena sejak kita kecil–bertahun-tahun kita belajar di dalam berbagai kotak. Ruang kelas, mata pelajaran, buku-buku paket, jadwal pelajaran, penjurusan, dan masih banyak lagi. Padahal segala sesuatu di alam semesta ini bekerja secara sistemik dan saling terhubung. Jadi, kita perlu belajar lagi…

Salam.

[TESTIMONI] System Thinking?

oleh: Ayu Medina Lestari
Peserta Pelatihan CBS 2 April 2017


Tidak, saya tidak akan mengajarkan apa itu system thinking dan segala penerapannya di sini.

Jadi hari minggu ini kegiatan saya berbeda, bukan mengajar gambar, melainkan mengikuti sebuah workshop bernama Cara Berpikir Sistem. Workshop ini diadakan oleh sebuah organisasi non-profit bernama KAIL, Kuncup Padang Ilalang. Organisasi ini memang fokus kepada pengembangan masyarakat, dan workshop dengan topik tersebut memang rutin diadakan.

Pagi ini saya dan teman-teman saya berkunjung ke Rumah KAIL untuk mengikuti workshop yang terletak di Kampung Cigarugak, Kabupaten Bandung. Ya, saya tidak tahu persis jalan menuju ke sana bahkan hingga saat ini karena sepanjang perjalanan saya tertidur, hahaha, maafkan. Sesampainya kami di rumah KAIL, workshop pun langsung dibuka dengan perkenalan dari tiap peserta.

Kemudian topik awal yang dibahas adalah pengantar sistem, bahkan dimulai dengan definisi dari sistem itu sendiri. Setelah pemaparan pengantar, peserta diminta untuk menggambarkan visi dari lembaga yang diwakilkan. Saya dan teman-teman saya pun mewakili salah satu unit di kampus saya. Materi selanjutnya yaitu cara berpikir sistem itu sendiri dengan langkah awal berupa penjabaran indikator atau elemen suatu lembaga, serta diagram bernama behaviour over time (BOT).

Intinya, hal tersebut menjadi alat untuk melihat realita yang ada dalam suatu lembaga. Setelah itu ada pula penjelasan mengenai causal loop diagram (CLD), dan menurut saya inilah bagian yang sangat menarik karena penerapannya cukup jelas. Diagram ini menjelaskan bahwa setiap indikator dari lembaga yang telah disebutkan memiliki hubungan sebab akibat yang cukup kompleks. Hubungannya pun bisa berbanding lurus atau terbalik. Sekadar info, CLD memiliki dua tipe, yaitu reinforcing loop, yang berarti hubungan sebab akibat yang menyebabkan terus naiknya atau turunnya sebuah indikator, lalu yang satunya adalah balancing loop, yang berarti hubungan tersebut kian naik turun seperti gelombang namun pada akhirnya seimbang. Membingungkan? Tidak juga, sebenarnya. Setelah memahami itu semua, barulah kita bisa benar-benar melihat realita dan masalah yang ada, lalu bisa menyimpulkan intervensi yang harus dilakukan.

Pada dasarnya system thinking mengajarkan kita untuk melihat segala hal secara holistik dan kompleks, tidak hanya dengan sudut pandang tertentu. Ibarat gunung es, apa yang kita lihat langsung dengan kasat mata adalah sebuah kejadian, padahal sebenarnya ada pola perilaku, struktur dan model mental yang tidak terlihat secara langsung. Hal itulah yang membuat system thinking ini sangat berguna dan bisa diterapkan untuk berbagai hal, dari hal yang sederhana hingga sistem kompleks dalam suatu lembaga.

Memang yang menarik dari workshop ini adalah, segalanya dijelaskan dari hal yang paling mendasar, lalu bertahap hingga pada akhirnya bisa diterapkan secara langsung. Pendampingan mentor yang dilakukan pun cukup jelas, bahkan ada pula materi yang tersampaikan dengan games.


Ada beberapa hal lain yang juga menarik di Rumah KAIL ini. Ya, saya baru pertama kali ke sana dan saya langsung menyukainya, karena ini adalah rumah kayu, terletak lumayan jauh dari padatnya kota Bandung, dengan pemandangan yang cukup menenangkan. Di halaman belakang rumah ini ada kebun yang ditanami oleh berbagai jenis sayur dan buah, sehingga orang-orang KAIL terbiasa memasak sendiri dengan bahan yang dipanen langsung dari halaman belakang. Ada pula ternak bebek dan marmut yang melengkapi halaman belakang tersebut. Penghawaan dan pencahayaan rumah ini pun juga alami, banyak bukaan yang digunakan.

Dan yang paling menarik bagi saya adalah, rumah ini tergolong zero waste. Rumah ini tidak memiliki tempat sampah, sehingga segala sampah yang anorganik harus dibawa keluar dari rumah ini. Kalau sampah organik seperti sisa makanan? Mudah, cukup kumpulkan sampahnya lalu bisa dijadikan makan ternak. Sangat ramah lingkungan? Jelas. Satu hal lagi, berbagai makanan dan minuman yang disajikan sangat rumahan. Saya jadi ingin pulang ke rumah, hahaha.


Walaupun workshop ini diadakan dari pagi hingga senja tadi, walau diajak berpikir hingga lelah, saya cukup senang, banyak sekali hal yang bisa didapatkan. Bagi saya, cara berpikir seperti ini membuat kita bisa benar-benar melihat realita dan masalah yang ada, serta menentukan solusi yang tepat.

Terima kasih, KAIL!


Diterbitkan pertama kali oleh Ayu Medina di http://dinamakan.tumblr.com/post/159113225334/system-thinking



[LIPUTAN] Cara Berpikir Sistem untuk Pengembangan Organisasi dan Komunitas

Any Sulistyowati & Fransiska Damarratri



Pada tanggal 18 Februari 2017 yang lalu KAIL menyelenggarakan pelatihan Cara Berpikir Sistem (Systems Thinking) untuk pengembangan organisasi dan komunitas. Pelatihan tersebut diselenggarakan di Rumah KAIL, mulai pukul 8.30 pagi sampai jam 17.30 sore.


Bertindak sebagai tim trainer adalah Melly Amalia (Melly), Deta Ratna Kristanti Iswari (Deta) dan Kukuh Samudra (Kukuh). Ketiganya merupakan para trainer Systems Thinking dari KAIL. Selain mereka bertiga, pelatihan ini juga didukung oleh para relawan KAIL yaitu Dhitta Puti Sarasvati (Puti) yang bertindak sebagai notulis, Dhila Baharudin N.H dan Sally Sari Anom yang bertindak sebagai dokumentasi foto dan video, serta Fine Astuti yang bertindak sebagai relawan konsumsi.

Pelatihan ini dihadiri oleh 20 orang peserta (11 laki dan 9 perempuan) perwakilan dari berbagai LSM, komunitas, sekolah dan perorangan. Selama pelatihan ini, para peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok mengangkat permasalahan salah satu organisasi peserta untuk dibahas sebagai kasus penerapan materi pelatihan. Kasus-kasus yang dibahas oleh masing-masing kelompok adalah: Majalah Ganesha ITB, Sekolah Nur Al-Hiraa Bekasi, SMPN Terbuka 8 Bandung - TKB Firdaus, serta Kepulauan Kei. Setiap kelompok didampingi oleh seorang mentor yaitu Debby Josephine (Debby), Fransiska Damarratri (Siska), Kukuh samudra (Kukuh), dan Deta Ratna Kristanti Iswari (Deta).





Dalam pembahasan kasus-kasus ini, peserta menggali permasalahan dan harapan dari organisasi tersebut. Setelah itu mereka merumuskan indikator-indikator dari permasalahan-permasalahan dan harapan-harapan dari organisasi tersebut. Mereka juga menggambarkan kecenderungan perilaku terhadap waktu dari indikator-indikator tersebut dalam bentuk grafik-grafik BOT (behaviour overtime diagram). Setelah itu mereka memetakan indikator-indikator tersebut dalam sebuah hubungan sebab akibat yang disebut CLD (causal loop diagram). Melalui analisis CLD ini peserta kemudian dapat mencari leverage points dan menyusun strategi intervensi sistem kompleks untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi oleh organisasi tersebut.

Selain menerapkannya di dalam kasus, para trainer dan fasilitator juga menggunakan berbagai metode lainnya seperti ceramah, misalnya untuk materi Pengantar Cara Berpikir Sistem dan Strategi Intervensi Sistem Kompleks; dan berbagai permainan dan simulasi, misalnya permainan segitiga untuk memperkenalkan konsep leverage points dan permainan living loops untuk memperagakan contoh perilaku sistem dengan umpan balik positif (reinforcing loops) dan negatif (balancing loops).




Selama pelatihan ini, disajikan berbagai menu makanan sehat yang disiapkan oleh staff dan relawan KAIL. Sebagai sumber karbohidrat, peserta dapat memilih nasi, nasi jagung atau kombinasinya. Ada pepaya hasil kebun KAIL yang diolah menjadi sayur pepaya kuah santan yang enak dan gurih. Ada tahu dan tempe goreng, telur belado dan bakwan jagung yang sedap. Juga lalapan timun. Pada sesi rehat, peserta dapat menikmati tahu isi, lontong sayur, keripik makaroni dan keripik jengkol. Juga tersedia beras kencur yang sedap. Seluruhnya adalah produk makanan lokal buatan staff, relawan dan tetangga di sekitar Rumah KAIL.




Peserta sangat antusias mengikuti seluruh proses pelatihan ini. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan menarik selama pelatihan. Pada saat sesi berakhir, mereka pulang dengan wajah puas dan bahagia.

***

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem - 18 Februari 2017


Perkumpulan KAIL kembali mengadakan Pelatihan Cara Berpikir Sistem (System Thinking) dengan tema "Pengembangan Komunitas & Organisasi"


Sabtu, 18 Februari 2017
@ Rumah KAIL
Kp. Cigarukgak, Girimekar
Cilengkrang, Kab. Bandung (Rute: bit.ly/rumahkail)

Kontribusi:
Rp 100.000 (Mahasiswa D1-S1/Aktivis/Pekerja Sosial)
Rp 200.000 (Mahasiswa S2-S3/Karyawan/Umum)
Tersedia biaya khusus untuk pendaftaran berkelompok.

Silakan mengisi formulir pendaftaran di:http://bit.ly/CBS1702
Informasi: kail.informasi@gmail.com / 0813-9429-0336 (SMS/WA)

Mari mengikuti dan sampai jumpa!


KAIL-Bandung selenggarakan Pelatihan Cara Berpikir Sistem di BCCF

Kontributor: Irfan Nasrullah (Mahasiswa Teknik Lingkungan ITB)

Kuncup Padang Ilalang (KAIL) kembali mengadakan pelatihan Systems Thinking atau Cara Berpikir Sistem (CBS) pada tanggal 12 November 2016. Kegiatan ini diselenggarakan di Simpul Space, Jalan Taman Cibeunying Selatan no. 3 Bandung bekerja sama dengan Bandung Creative City Forum (BCCF). Tiga belas belas orang peserta mengikuti pelatihan ini hingga akhir. Latar Belakang peserta beragam, ada yang ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga aktivis lingkungan.

Pelatihan CBS merupakan kegiatan rutin KAIL yang dibuka untuk para pegiat dari berbagai perkumpulan, kampus, dan organisasi lain, untuk meningkatkan kapasitas mereka. Menariknya pada kegiatan CBS kali ini, KAIL mengusung tema lingkungan. Seperti dikatakan Any Sulistyowati, Koordinator KAIL, "Kasus lingkungan diberikan agar cara berpikir sistem ini dapat diimplementasikan secara kongkret oleh peserta untuk permasalahan lingkungan yang menjadi kepedulian mereka."

Pelatihan CBS kali ini dipandu oleh tim fasilitator KAIL, yaitu Debby Josephine, Melly Amalia, Kukuh Samudra, Inas Nabilah Ridhoha, dan Tien Widyaningrum. Sebagai tim logistik adalah Riska R. Safitri dari BCCF.



Kegiatan Pelatihan CBS dilaksanakan dengan berbagai metode, di antaranya dengan simulasi berkelompok, ceramah dan diskusi serta praktek dengan menggunakan kasus yang menjadi kepedulian peserta. Masing-masing peserta mulanya ditanya mengenai isu lingkungan yang menjadi perhatian terbesarnya. Dari proses penggalian informasi tersebut, terdapat empat isu utama yang menjadi perhatian masing-masing peserta, yaitu: Energi Baru-Terbarukan, Banjir, Ketahanan Pangan, dan Sampah. Ketigabelas orang peserta lalu dibagi ke dalam empat kelompok tersebut. Di dalam kelompok itulah mereka menerapkan cara berpikir sistem untuk persoalan lingkungan yang menjadi kepedulian mereka.


Cara berpikir sistem dapat digunakan antara lain sebagai metode analisis permasalahan yang meliputi hubungan sebab-akibat secara sistematis sehingga dapat memecahkan permasalahan strategis secara tepat.

"Cara berpikir sistem merupakan metode yang memecahkan masalah tanpa menimbulkan masalah," ujar Kukuh Samudra sebagai pemateri yang juga aktif sebagai relawan KAIL.


:[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL-BCCF


Perkumpulan KAIL bekerjasama dengan Simpul Institute-BCCF kembali mengadakan System Thinking Workshop dengan tema Lingkungan. Ini adalah Pelatihan Cara Berpikir Sistem bagi siapa saja yang peduli akan isu-isu lingkungan saat ini.

Sabtu, 12 Nov 2016
Pk. 08.00-17.00 WIB
Di BCCF- Simpul Space #3
Jalan Taman Cibeunying Selatan No 5
Bandung

Kontribusi:
Rp 100.000 (aktivis/mahasiswa/pekerja sosial)
Rp 200.000 (umum)

Bagi yang berminat, silahkan daftar di http://bit.ly/systemthinking2

Info: 085220408974

Sampai jumpa!

INFO KEGIATAN: Pelatihan Cara Berpikir Sistem

Tema : Menganalisis Persoalan Lingkungan


Melihat permasalahan lingkungan yang kompleks tidak bisa diselesaikan dengan cara berpikir yang parsial, linier dan reduksionis. Kita membutuhkan cara pandang dan cara pikir yang lebih holistik, antara lain dengan Cara Berpikir Sistem. Salah satu bentuk penerapan Cara Berpikir Sistem adalah untuk menganalisis persoalan lingkungan dan menyusun rencana strategis.

Untuk para aktivis dan pemerhati isu lingkungan serta aktivis dari berbagai lintas bidang, KAIL mengundang Anda untuk mengikuti pelatihan Cara Berpikir Sistem, yang akan dilaksanakan pada :

Hari, Tanggal : Sabtu, 4 Juni l 2016
Pukul : 08.30-18.00 WIB
Lokasi: Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, RT 02 RW 12, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang,Kabupaten Bandung 40169, Jawa Barat (Daerah Cijambe Atas, Ujung Berung)
Peta lokasi : http://bit.ly/23GKuqV

Biaya pelatihan:
Mahasiswa/Relawan/pekerja di sektor sosial Rp 100.000
Mahasiswa (S2/S3)/Umum/Karyawan Rp 200.000

Informasi dan pendaftaran:
Cp. Deta 0813 2119 3234 (WA/SMS), Email : deta.kail@gmail.com
Formulir pendaftaran online : http://bit.ly/1qdeVaU

[INFO KEGIATAN] Pelatihan Cara Berpikir Sistem


Pekerjaan-pekerjaan untuk mengatasi berbagai persoalan bidang pendidikan sekaligus menciptakan pendidikan yang bermakna bagi kehidupan manusia dalam jangka panjang, khususnya di Indonesia, masih sangat banyak. Diperlukan gerakan bersama yang simultan, kolaboratif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia melalui kualitas pendidikan yang baik. Diperlukan kemampuan analisis yang tajam dan mendalam, kepemilikan atas cara pandang yang lebih menyeluruh dan terbuka serta kepekaan yang jitu untuk menyusun rencana strategis agar mampu melakukan intervensi yang berdampak positif bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Menjawab persoalan di atas, KAIL (kail-bandung.blogspot.co.id) mengundang Anda semua, para pemeduli pendidikan serta aktivis dari berbagai tingkatan dan bidang kegiatan, untuk mengikuti pelatihan Cara Berpikir Sistem untuk Menganalisis Persoalan-Persoalan Pendidikan yang akan diselenggarakan pada:

Hari, Tanggal : Sabtu, 9 April 2016
Pukul : 08.30-18.00 WIB

Lokasi: Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, RT 02 RW 12, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang,Kabupaten Bandung 40169, Jawa Barat (Daerah Cijambe Atas, Ujung Berung)
Peta lokasi : http://bit.ly/1RvPkRw

Biaya pelatihan:
Mahasiswa/Relawan/pekerja di sektor sosial Rp 100.000
Mahasiswa (S2/S3)/Umum/Karyawan Rp 200.000

Informasi dan pendaftaran: Melly Amalia 0821 2600 3635

[INFO KEGIATAN] PELATIHAN CARA BERPIKIR SISTEM


Situasi dunia yang makin mengglobal membawa umat manusia dan seluruh lingkungannya pada sebuah titik balik peradaban.  Kecanggihan, kepraktisan, kemakmuran, pembangunan dan degradasi serta krisis nilai dan identitas, yang diiringi ketidakpastian dan kebingungan massal, telah menantang sebuah kesadaran atas persoalan-persoalan besar yang saling terkait dan saling tergantung satu sama lain dalam jalinan yang kompleks.

Sejarah dunia telah membuktikan bahwa persoalan-persoalan sosial dan lingkungan ini tidak bisa diselesaikan dengan cara berpikir yang parsial, linier dan reduksionis. Kita membutuhkan cara pandang dan cara pikir yang lebih holistik, antara lain dengan Cara Berpikir Sistem.

Cara Berpikir Sistem membutuhkan para pemikir sistem yang dapat menerapkan cara berpikir ini untuk berbagai persoalan, baik di dalam maupun di luar dirinya. Dengan penerapan cara berpikir sistem, diharapkan kerja-kerja untuk membuat perubahan menjadi lebih efektif.

Menjawab persoalan di atas, KAIL (organisasi nirlaba yang salah satu misinya adalah mendukung kerja-kerja aktivis agar lebih efektif) mengundang anda semua, para aktivis dari berbagai tingkatan dan bidang kegiatan, untuk mengikuti pelatihan Cara Berpikir Sistem untuk Pengembangan Diri yang akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal: Sabtu, 13 Februari 2016,
Waktu: Pk. 08.30-18.00 WIB


Tempat:
Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang,
Kabupaten Bandung 40169, INDONESIA
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw

Info dan pendaftaran:
Melly Amalia 0821 2725 3087
email: kail.informasi@gmail.com

Tujuan:
- Memberikan wawasan kepada para aktivis bahwa berbagai persoalan di dunia ini terhubung satu sama lain membentuk satu jalinan hubungan yang kompleks.
- Memperkenalkan pentingnya dan manfaat Cara Berpikir Sistem.
- Memperkenalkan Cara Berpikir Sistem untuk pengembangan diri
- Membangun jaringan antar aktivis dengan kepedulian yang berbeda-beda.

Biaya pelatihan: Rp. 200.000,- per orang sudah termasuk makan siang dan snack, materi pelatihan, dan sertifikat. Biaya ini tidak termasuk biaya untuk fee fasilitator dan mentor. Biaya-biaya ini ditanggung oleh KAIL melalui mekanisme subsidi dari program lainnya.  Tersedia harga khusus untuk pekerja sosial, pelajar, mahasiswa S1 serta peserta yang mendaftar secara berkelompok.

Info Kegiatan: Pelatihan Cara Berpikir Sistem


Cara Berpikir Sistem adalah cara pandang dan cara pikir yang lebih holistik untuk memahami kompleksitas realita yang kita jumpai dalam hidup kita sehari-hari. Salah satu bentuk penerapan Cara Berpikir Sistem pemetaan hubungan sebab akibat berbagai elemen sistem sehingga kita dapat melihat dan mempelajari kompleksitas sistem secara keseluruhan, membuat analisis dan menentukan tindakan-tindakan strategis untuk menangani persoalan yang ingin kita selesaikan.

Jika Anda ingin mengubah realitas dunia ini, Cara Berpikir Sistem dapat sangat membantu anda memetakan dan menganalisis persoalan yang ingin Anda selesaikan. Jika Anda terlatih untuk berpikir secara holistik dan menentukan langkah-langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan, Anda akan lebih siap untuk menghadapi tantangan persoalan yang lebih kompleks yang ingin Anda selesaikan.

KAIL akan mengadakan Pelatihan CARA BERPIKIR SISTEM pada: 
Sabtu, 5 Desember 2015,
pk. 8.30-17.30
di Rumah KAIL, Kampung Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw

Info dan pendaftaran: 
Melly Amalia 082127253087
kail.informasi@gmail.com

[Info Kegiatan] Pelatihan Mentor Cara Berpikir Sistem

@ Rumah KAIL
Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kab. Bandung
8 Juni 2014, 09.00-17.00 WIB
Terbuka untuk seluruh alumni pelatihan Cara Berpikir Sistem KAIL angkatan 1-20.
Untuk pendaftaran, hubungi:
Melly Amalia (Melly)
kail.melly@gmail.com
0821-2725-3087
0857-9490-4686
***

[Info Kegiatan] Pelatihan Cara Berpikir Sistem Angkatan XVIII


Salah satu alat analisis untuk menyelesaikan persoalan lingkungan dan sosial secara holistik. Bisa juga digunakan untuk perencanaan kegiatan dan menyusun aksi strategis.

Minggu, 17 November 2013 l Jam 08.30-17.30 l Urban Center YPBB, jalan Sidomulyo No.21 Bandung.

[Info Kegiatan] Pelatihan Cara Berpikir Sistem Angkatan XVII


Ingin punya kemampuan untuk memahami dan mempengaruhi sistem yang kompleks? Dan bagaimana melihat permasalahan yang kompleks itu secara holistik? 

Kail mengenalkan cara baru untuk melihat permasalahan, yang menjadi salah satu alat analisis untuk permasalahan sosial dan lingkungan. Juga bisa digunakan untuk merencanakan aksi strategis. 

PELATIHAN CARA BERPIKIR SISTEM, 21 September 2013 jam 08.30-17.30 di jalan Sidomulyo No. 21, Bandung (kantor Ypbb Bandung).