Tampilkan postingan dengan label HBA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HBA. Tampilkan semua postingan

[LIPUTAN] Hari Belajar Anak 18 Juni 2017 - Ngabuburit di Rumah KAIL

Berikut liputan dari Hari Belajar Anak Ngabuburit di Rumah KAIL bersama adik-adik dari Kp. Cigarugak (Minggu, 18/06). Kegiatan kali ini diikuti oleh 18 orang anak. Pertama-tama kegiatan dimulai bersama Kak Debby dengan tepuk konsentrasi, sambil setiap adik bergantian menyebutkan nama-nama buah, hewan, dan kota.




Kali ini sambil Ngabuburit, adik-adik pun diajak memetakan kampung bersama-sama. Sebelumnya, adik-adik membayangkan lingkungan yang ideal alias yang bagus menurut adik adik Cigarugak. "Ada apa saja ya di Cigarugak impian?" Jawaban pertama: ada bunga. Jawaban 2&3: Pohon dan rumput. Baru menyusul ada perumahan, MCK, dan lain-lainnya.




Setelah itu, adik-adik beserta kakak-kakak pendamping melihat lingkungan sekitar... Memetakan kampung Cigarugak dengan menjelajah sambil melengkapi peta dengan simbol-simbol baru! 



 




Kelompok 1, 2, dan 3 pun menceritakan hasil peta yang sudah dilengkapi bersama.


 


Di sesi terakhir, adik-adik berbuka bersama dengan menu takjil martabak yang sudah disepakati di HBA bulan lalu. Kegiatan Ngabuburit lalu dipungkasi dengan sholat berjamaah yang diimami oleh Kakak Sena.







Terima kasih untuk semua adik-adik Cigarugak, kakak pendamping Rabu Pon, Ibu RT dan 2 ibu orangtua adik, serta kakak Relawan Kak Rara dan Kak Sena yang telah berkontribusi di kegiatan Hari Belajar Anak Kail.

Oh iya, tadi juga ada oleh-oleh susu dari "Peternakan Sapi kak Rara!" Terima kasih kak Rara..


Sampai jumpa di Hari Belajar Anak KAIL bulan depan, ya!









[TESTIMONI] Menyemai Impian di Hari Belajar Anak Kail “Aku Berani Mencoba!”

oleh Sylvania Hutagalung

“Anak-anak seharusnya tidak dibiarkan tidur pada malam hari, karena mereka akan selalu bangun lebih tua dari kemarin,” demikian J. M. Barrie, seorang penulis yang melahirkan cerita Peter Pan pernah mengungkapkan. Dunia anak-anak laksana sebuah tanah, sebuah media yang sangat gembur, dimana bibit apapun yang kita semai akan tumbuh dan mengakar di dalam diri mereka, entah itu hal yang baik juga yang buruk. Ketakutan inilah yang mungkin tergambar dalam ungkapan Barrie ketika dia merasakan bahwa tumbuh menjadi dewasa adalah proses yang menyakitkan dan mengerikan. Dan betapa sedihnya menjadi seorang ‘anak yang kalah’ karena tak mengerti bagaimana bermimpi.
*
Pagi itu tanggal 23 April 2017, saya mengikuti ajakan seorang teman yang menjadi relawan KAIL untuk ikut berpartisipasi di Hari Belajar Anak (HBA) KAIL. Dalam bayangan saya, HBA tentulah program bermain dan belajar yang melibatkan anak-anak. Dalam masa-masa kuliah saya dahulu interaksi dengan anak-anak pernah saya lakukan dengan menjadi Guru Sekolah Minggu melalui kegiatan bernyanyi, berdoa, dan membuat prakarya. Sepanjang pengamatan saya, metoda belajar melalui permainan adalah metoda yang selalu dipakai karena sangat dekat dengan keseharian anak-anak. Penekanan materi mungkin berbeda-beda tergantung kebutuhan, namun bermain memang mempunyai kekuatan dalam melakukan pendalaman ke dalam alam pemahaman anak.

HBA KAIL memang sekilas tidak berbeda dengan acara anak-anak sejenis yang pernah saya tahu. Penyusunan program, juga bobot bermain-belajar, cukup mirip dengan acara-acara serupa yang banyak kita temukan di sekolah maupun kelompok bermain. Namun satu hal yang harus diapresiasi dalam kegiatan ini adalah pilihan komunitas yang dilayaninya. Rumah KAIL, sanggar bermain yang dipakai sebagai tempat kegiatan secara reguler, berada pada sebuah desa yang cukup sulit dicapai dari Kota Bandung. Warga sekitar bisa digolongkan warga dengan corak sosial yang homogen. Pilihan untuk membuka kegiatan bermain dan belajar bagi anak-anak di kampung Cigakrugak memang bukanlah pilihan yang populer. Namun saya cukup terkesan karena acara ini ternyata telah berjalan reguler sebulan sekali selama dua tahun.
Hari itu saya ditawari menjadi pendamping sebuah kelompok dengan anggota 3 orang anak yang masing-masing berusian 7 tahun, 8.5 tahun, dan 9 tahun. Karena ini adalah kali pertama saya mengikuti HBA, maka bisa ditebak, ketiganya awalnya menarik diri dari saya. Tantangan pertama saya, tentunya, adalah menipiskan jarak antara kami. Dan saya cukup terbantu dengan rangkaian kegiatan HBA yang mengkondisikan semua peserta untuk berinteraksi satu sama lain. Mereka tidak saja didorong untuk penasaran dan mencari tahu, namun juga mengerti bagaimana memvisualisasikan ide baik secara tulisan maupun gambar.

Dalam rangkaian kegiatan selama 4 jam ini, anak-anak diajak untuk melakukan beberapa kegiatan, diantaranya adalah rangkaian percobaan sains, yoga, menulis jurnal, makan bersama, dan menabung. Ya, saya cukup terkesan melihat anak-anak ini diajak untuk mengerti bahwa kegiatan ini dari mereka, oleh mereka, dan untuk mereka. Sangat menyenangkan melihat mereka menempel sendiri foto kegiatan mereka, menulis apa yang mereka dapatkan dari kegiatan hari ini, menegosiasikan keinginan mereka, dan belajar menabung untuk mendapatkan keinginan mereka. Prinsip-prinsip kemandirian itu diselipkan melalui bahasa-bahasa yang lugas dan lentur.

Rangkaian acara dimulai dengan melakukan yoga sederhana bersama-sama. Bagi saya, sesi yoga memegang peran penting dalam keseluruhan acara, karena di sesi yoga ini anak-anak dan para kakak pembimbing saling menjajaki dalam pengenalan satu sama lain. Cukup unik sebenarnya, karena rentang usia anak-anak yang berpartisipasi cukup lebar, mulai dari balita berusia sekitar 4 tahun, hingga anak-anak berusia 10 tahun. Rentang umur yang cukup lebar ini memerlukan karakter kegiatan yang memungkinkan para balita dan anak-anak yang lebih tua untuk berbaur secara alami, dan yoga bersama di alam terbuka menjadi pilihan yang terbaik menurut saya.
Kegiatan yoga juga menjadi bagian yang banyak mengundang tawa, karena beberapa gerakan memang cukup sulit dilakukan sehingga pose aneh bahkan konyol menjadi selingan yang segar. Semua saling mentertawakan namun ini berhasil mengeratkan satu sama lain. Gerakan-gerakan yoga yang menyerupai figur-figur yang ada di alam juga menjadi bagian menyenangkan, anak-anak bisa melakukan gerakannya sambil menirukan suara figur yang mereka contohkan.
Kegiatan utama hari ini adalah 4 buah percobaan sains, yaitu (1) Membuat lava di dalam botol, (2) Percobaan balon udara, (3) Perlombaan pesawat dengan balon dan benang, serta (4) Membuat ketapel dari stik es krim. Masing-masing pengalaman lalu dituliskan bersama dalam ‘Buku Jejak Waktu’ masing-masing. Buku Jejak Waktu adalah catatan kegiatan dimana anak-anak diajak untuk menulis, menggambar, meninggalkan jejaknya melalui coretan dalam sebuah jurnal.


Percobaan-percobaan tersebut cukup kompleks, namun anak-anak sangat antusias karena percobaannya tidak saja menyenangkan, namun juga berhasil mengundang rasa penasaran dan keriangan. Dengan berbekal bahan-bahan sederhana dan aman, anak-anak diajak untuk mengerti apa itu konsep energi, bagaimana energi dipahami dalam bentuk gerak, perubahan wujud, fungsinya di alam, dan tentunya bagaimana ia bisa bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Bagi saya pribadi, terlibat dalam kegiatan HBA kali ini menjadi pengalaman yang berharga karena secara pribadi, saya sangat prihatin dengan kondisi tumbuh kembang anak usia dini dewasa ini yang sarat kehadiran gadget maupun tontonan yang tidak sesuai. Ketika melihat mereka berinteraksi satu sama lain, saling bekerja sama, saling menjahili, namun kemudian bisa duduk makan bersama lalu mengantri untuk mencuci peralatan makan masing-masing, itu menjadi sebuah pengingat bagi saya, bahwa media yang gembur ini bisa menghasilkan buah yang ranum dan baik ketika kita mampu menyemai impian yang baik kedalam alam fikir mereka.


Menyemai impian tentu bukanlah sebuah pekerjaan yang ringan, orang-orang dewasa yang terlibat di dalamnya pun tidak hanya dituntut untuk mempunyai komitmen yang besar, namun juga harus menjaga integritasnya, karena sebagai panutan bagi anak-anak ini kita harus mampu berlaku selayaknya cermin yang jernih, yang mampu membuat mereka melihat citra kebaikan dalam dirinya sendiri. 

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak - Aku Berani Mencoba


Apakah kamu seorang anak yang berani dan ingin mencoba? Mari berani mencoba berbagai percobaan sains di Hari Belajar Anak KAIL!

"Aku Berani Mencoba"
Minggu, 23 April 2017
Pukul 09:00-12:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Masuk dari Jl. Cijambe)
Rute: bit.ly/rumahkail

Kontribusi kegiatan:
Rp 15.000/anak
(Sudah termasuk snack sehat)

Info dan pendaftaran:
Debby: 081224261972 (SMS/WA)

Sampai jumpa di Rumah KAIL, ya.


[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak - Piknik di Rumah KAIL


Bagi teman-teman kecil KAIL... Yuk datang ke Hari Belajar Anak bulan Maret ini... Kita akan bersama-sama

"PIKNIK DI RUMAH KAIL"
Minggu, 19 Maret 2017
09:00-12:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarukgak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Masuk dari Jl. Cijambe)

Terbuka untuk umum dengan kontribusi
Rp. 20.000/anak, sudah mendapatkan snack sehat.

Pendaftaran, hubungi kak Debby:
08122-426-1972 (SMS/WA)

Sampai jumpa!

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak - Menjelajah Kepulauan Abdious


Yuk, kita bersama-sama "Menjelajah Kepulauan Abdious" di Hari Belajar Anak KAIL! 

HBA Februari akan diadakan pada...

Minggu, 26 Februari 2017
di Rumah KAIL
Kp. Cigarukgak, Girimekar,
Cilengkrang, Kab. Bandung
(Masuk dari Jl. Cijambe)
Rute: bit.ly/rumahkail

TERBUKA untuk umum dengan kontribusi
Rp 20.000/anak
sudah mendapatkan snack sehat

Info dan Pendaftaran
Kak Debby 081224261972 (SMS/WA)

Sampai jumpa!

#hidupholistik2017

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak - Aku, Diriku, dan Jejak Waktu


Jumpa lagi di tahun 2017! Yuk kawan-kawan, datanglah ke Hari Belajar Anak KAIL. Kita akan bersama-sama mencari tahu tentang...


"Aku, Diriku, dan Jejak Waktu"
Minggu, 29 Januari 2017
Pukul 09.00-12.00
di Rumah KAIL, Kp. Cigarukgak, Girimekar, Cilengkrang, Kab. Bandung - Peta Rute:bit.ly/rumahkail

Penasaran? Kegiatan ini terbuka untuk umum, lho.

Silakan mendaftar dengan kak Debby via 0812-2426-1972 (SMS/WA). Kontribusi Rp 15.000/anak sudah termasuk snack sehat dari KAIL. 

Sampai nanti!

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak KAIL: Bermain Lipat-lipat


BERMAIN LIPAT-LIPAT BERSAMA KAK TAKEFUMI KOBAYASHI

di Hari Belajar Anak KAIL
Minggu, 23 Oktober 2016
Pk 09.00 - 12.00
di Rumah KAIL
Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(peta/lokasi: http://bit.ly/rumahkail)

Kontribusi: Rp 15.000/anak (sudah termasuk bahan berkarya + snack sehat)

Pendaftaran: Debby 0812-2426-1972 (WA/SMS)

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak : Kisah Sang Jatayu


Hari Belajar Anak KAIL

Kisah Sang Jatayu
Minggu, 25 September 2016
Pk 09.00 - 12.00
di Rumah KAIL
Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(peta/lokasi: http://bit.ly/rumahkail)

Kontribusi: Rp 15.000/anak (sudah termasuk bahan berkarya + snack sehat)
Pendaftaran: Debby 0812-2426-1972 (WA/SMS)

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak: Kisah Sendal Rumah Mak Isah


Ada apa dengan Sendal rumah Mak Isah???

Yuk ikut menelusurinya di Hari Belajar Anak KAIL, yang akan diadakan:

Hari/tanggal: Minggu, 24 Juli 2016 
Waktu: Pukul 9.00-12.00WIB 
Tempat: Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. 
Peta lokasi: http://bit.ly/rumahkail 

Kontribusi: Rp20.000,-/anak (Sudah termasuk snack sehat)

Informasi dan pendaftaran: Debby 081224261972

Ditunggu kedatangannya di Rumah KAIL...!!

Pesta Telur Asin di Rumah KAIL

Oleh: Any Sulistyowati

Telur Bebek Asin
Hari Minggu, 12 Juni 2016 sore hari, Rumah KAIL dipenuhi enam belas orang anak-anak. Sebagian besar dari mereka datang dari Kampung Cigarugak, Kampung tempat Rumah KAIL berada. Mereka datang untuk mengikuti kegiatan Hari Belajar Anak (HBA). Kegiatan HBA diselenggarakan secara rutin setiap bulan sekali di Rumah KAIL. Di setiap kegiatan HBA anak-anak belajar berbagai hal yang menarik dan berguna untuk hidup mereka.

Kegiatan HBA kali ini adalah pesta telur asin. Telur asin ini mereka buat sendiri di acara HBA bulan Mei yang lalu. Setelah tiga minggu disimpan, jadilah telur asin itu. Berhubung waktunya bertepatan dengan bulan Ramadhan, maka pesta telur asin dilaksanakan sekaligus acara buka puasa bersama.

Dalam kegiatan ini, anak-anak memasak sendiri telur asinnya. Mereka bisa memilih telur asin goreng atau telur asin rebus. Anak-anak yang masih kecil dibantu oleh Kakak-Kakak relawan KAIL. Mereka memasak secara bergantian dengan tertib.

Menggoreng Telur Asin
Telur asin paling sedap disantap dengan nasi. Untuk buka puasa bersama ini, anak-anak dapat memilih satu atau lebih pilihan nasi, yaitu nasi putih biasa, nasi kacang hijau, nasi merah dan nasi jagung. Selain itu juga ada tumis sayuran buatan Kak Fine, relawan KAIL. Hmmm… sedap! Buka puasa bersama tentu lebih lengkap dengan es buah. Dalam kegiatan ini, anak-anak menyiapkan bersama es buah mereka. Ada yang memotong pepaya, melon dan semangka. Ada yang mengerok buah kelapa. Ditambah es. Jadilah es buah yang segar dan sehat.

Menyiapkan Es Buah
Agar seluruh proses pembuatan es buah dan memasak telur asin berjalan dengan lancar dan tertib, anak-anak dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok duduk di sekeliling sebuah meja dan mendapatkan tugas khusus, misalnya memotong papaya, memotong melon, mengerok kelapa dsb. Oh, ya… sebelum acara masak-memasak anak-anak sempat bermain board game raksasa bersama di halaman depan Rumah KAIL. Seru sekali permainannya. Dalam permainan ini mereka dibagi menjadi dua kelompok. Setiap kelompok menentukan perwakilan yang menjadi pion, yaitu mereka yang ditunjuk untuk melompat di kotak-kotak board game. Selain bermain board game, mereka juga mendengarkan cerita Kak Debby tentang kisah kota Bandung dari masa ke masa.

Bermain Board Game Raksasa
HBA ini tidak dapat terlaksana tanpa dukungan kakak-kakak staff dan relawan KAIL. Terima kasih untuk Kak Fine dan Kak Kukuh yang bersedia menjadi relawan HBA kali ini. Juga Kak Debby dan Kak Deta yang setia menemani anak-anak di setiap acara HBA. Juga Ibu Melly, koordinator Rumah KAIL yang menyempatkan diri hadir di HBA kali ini.

Buka Puasa Bersama
Semoga semakin lama acara HBA semakin digemari anak-anak dan membawa manfaat bagi kehidupan mereka.

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak: Ngabuburit di Rumah KAIL


Yuk, datang ke Hari Belajar Anak, kita bersama-sama ngabuburit dan berbuka puasa di Rumah KAIL, yang akan diadakan pada:

Hari/tanggal: Minggu / 12 Juni 2016
Waktu: Pk 16.00 - 18.30
Lokasi: Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, RT 02 RW 12, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang,Kabupaten Bandung 40169, Jawa Barat (Daerah Cijambe Atas, Ujung Berung)
Peta lokasi : http://bit.ly/rumahkail
Kontribusi: Rp20.000,-/anak (sudah termasuk snack sehat)

Info & pendaftaran : Debby, 0812 2426 1972

INFO KEGIATAN [HARI BELAJAR ANAK] : Si Biru Berubah Rasa


KAIL Bandung mengundang adik-adik semua untuk mengikuti Hari Belajar Anak, yang akan diadakan pada:

Hari: Minggu, 22 Mei 2016
Waktu: pukul 9-12 WIB
Lokasi : Rumah Kail, Kampung Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung (Masuk dari jalan Cijambe)
Peta lokasi : http://bit.ly/1RvPkRw

Kontribusi : Rp 20.000/anak (termasuk snack sehat)

Info & pendaftaran : Debby, 0812 2426 1972 terbuka untuk umum (anak-anak)

INFO KEGIATAN: [HARI BELAJAR ANAK] Rahasia di Dunia Mambo Nambo


Ada sebuah rahasia di dunia Mambo Nambo... Apa yaaa..??


KAIL Bandung mengundang anak-anak untuk bergabung di Hari Belajar Anak

Minggu, 24 April 2016 Pk. 9.00 - 12.00
Di Rumah KAIL
Kampung Cigarugak
Desa Giri Mekar
Kecamatan Cilengkrang - Kabupaten Bandung
Peta Lokasi: bit.ly/1RvPkRw

Biaya kontribusi: Rp 20.000/anak (sudah termasuk snack sehat)

Info & pendaftaran: Deta 0813-2119-3234 (WA/SMS)

Acara ini terbuka untuk umum (anak-anak)

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak: Dongeng Wayang


DONGENG WAYANG 

bersama Kak Idzma Mahayattika dari Kidzsmile Foundation

Minggu, 27 Maret 2016 Pk. 9.30 - 12.00
Di Rumah KAIL Kp.Cigarugak Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung.
Peta Lokasi: bit.ly/1RvPkRw

Terbuka utk umum.

Biaya kontribusi: Rp 15.000/anak (sudah termasuk snack+bahan membuat wayang)

Info & pendaftaran: Debby 0812-2426-1972 (WA/SMS)

Mengungkap Rahasia Terpendam di Rumah KAIL

Pada hari Minggu, 28 Februari 2016, Hari Belajar Anak KAIL (HBA) datang lagi dengan Judul “Mengungkap Rahasia Terpendam di Rumah KAIL”. Yeay! Sangat seru! Apalagi ditambah adik yang lebih banyak daripada bulan lalu yaitu, 27 orang adik gabungan dari adik-adik yang tinggal di sekitar maupun luar Rumah Kail di Kampung Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Pada kegiatan kali ini, adik-adik diberikan berbagai misi kemudian membuat Pop Up Rumah Kail versi adik. Hal ini bertujuan untuk memperkenalkan adik pada berbagai kehidupan lain yang tersimpan dari rumah Kail, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan sampai kepada cerita Rumah Kayu KAIL yang terdiri dari berbagai jenis dan umur kayu. Kegiatan HBA kali ini dipandu oleh Kak Deta, Kak Debby, dan Kak Tera.

Tepat pukul 8.45 adik-adik sekitar Rumah KAIL sudah mulai berdatangan, mereka dengan mandiri mengisi buku hadir dan segala administrasi sendiri. Kemudian adik-adik yang datang dipersilahkan untuk masuk dan mengisi Jurnal yang telah dibuat bulan lalu ataupun membuat Buku Jurnal bagi adik yang berhalangan mengikuti kegiatan HBA di bulan Januari. Setelah rangakaian sesi mengisi dan membuat buku Jurnal selesai, adik-adik diajak bermain dan bernyanyi oleh Kak Tera dan Kak Deta kemudian adik dibagi menjadi 2 kelompok sesuai dengan umur Adik.


Misi Pertama dibacakan oleh Kak Tera; “Aku adalah sebuah tempat yang berada di lantai atas rumah KAIL. Aku dapat membantumu melihat pemandangan belakang rumah Kail. Aku hanya dibatasi pagar kayu. Siapakah Aku?” Adik-adik pun berdiskusi untuk menemukan tempat tersebut, jawabannya adalah beranda Rumah Kail! Adik-adik dengan sigap menuju tempat tersebut dan melihat pemandangan belakang rumah KAIL, ada sawah, petani, bebek, sungai kecil, dan pohon-pohon. Semua pemandangan yang dilihat adik dituangkan menjadi gambar pada buku jurnal mereka masing-masing.

Pada salah satu kayu di beranda Rumah KAIL terdapat kartu misi selanjutnya yang membawa adik-adik menuju Perpustakaan KAIL dan membaca buku sesuai misi yang diberikan. Lalu adik beranjak pada misi berikutnya: “Kamu dapat menjelajahi semua bagian lantai atas KAIL. Raba semua tekstur yang kamu temui. Jiplak lah dengan menggunakan kertas dan crayon tekstur yang paling kamu sukai!” Wow! Adik-adik sangat menyukai misi ini, mereka berkali-kali menjiplak tekstur yang ada pada Rumah Kail, dari mulai kayu tiang, kayu meja, batu kamar mandi, lantai kayu, pintu ruangan, papan, dan masih banyak lagi tekstur yang dicoba oleh adik.

Misi pun dilanjutkan dengan mencari Peri Kebun! Wah, dimana yaa peri Kebun berada? Ternyata peri kebun berada di taman belakang Rumah KAIL. Peri Kebun menjaga kelangsungan tumbuhan dan hewan di kebun Rumah KAIL. Kemudian Peri Kebun mengajak adik-adik untuk berkeliling kebun dengan mencari bintang peri yang terselip disekitar kebun. Setiap bintang bertuliskan nama tanaman, dan adik ditantang untuk menemukan tanaman tersebut. Apakah kamu tau tanaman Cikur, Kunyit, dan Jahe seperti apa? Hihi, Peri Kebun senang sekali menceritakan dan menunjukkan tanaman-tanaman tersebut.


Setelah selesai menemui Peri Kebun, misi selanjutnya membawa adik untuk bertemu dengan Ibu Any. Ibu Any pun menceritakan jenis-jenis kayu yang ada pada Rumah KAIL:”Kayu pada lantai beranda merupakan kayu bekas kapal laut” begitulah salah satu cerita Ibu Any pada adik-adik. Adik-adik terkesima dengan info-info yang diberikan Ibu Any.


Adik-adik yang mengikuti kegiatan HBA kali ini akhirnya tahu rahasia apa saja yang tersimpan dalam Rumah KAIL dan kini saatnya mereka berkarya dengan membuat Pop Up Rumah KAIL versi mereka sendiri.

Kegiatan HBA KAIL pun berakhir setelah adik selesai menyantap snack dan mereka pun membawa hasil karya mereka pulang kerumah masing-masing. Terima kasih adik-adik dan kakak-kakak yang membantu! Sampai bertemu kegiatan HBA selanjutnya ya!

INFO KEGIATAN: [HARI BELAJAR ANAK] Mengungkap Rahasia Terpendam di Rumah KAIL



Ada rahasia apa di Rumah KAIL??
Yuk, datang ke HARI BELAJAR KAIL. Kita akan bersama-sama 
MENGUNGKAP RAHASIA TERPENDAM DI RUMAH KAIL!
Catat waktunya ya..
Hari/tanggal: Minggu, 28 Februari 2015
Waktu: Pukul 9.00- 13.00 WIB
Tempat: Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kab. Bandung (Masuk dari Jalan Cijambe)
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw
Info dan Pendaftaran: Deta Ratna Kristanti 0813 2119 3234 (SMS/WA)
Kontribusi: Rp15.000/anak (sudah termasuk snack sehat)
Ditunggu kedatangannya di Rumah KAIL..!!

Membuat Jurnal Kegiatan


Oleh: Deta R. Kristanti

Hari Belajar Anak KAIL (HBA) yang pertama di tahun 2016 dilaksanakan pada hari Minggu, 31 Januari 2016. Kegiatan ini diikuti oleh 9 orang anak yang tinggal di sekitar Rumah KAIL. Pada kegiatan HBA kali ini, anak-anak diajak membuat Jurnal Penyemangat HBA KAIL. Tujuannya supaya anak-anak memiliki rekam jejak masing-masing setiap mereka mengikuti kegiatan HBA. Kegiatan HBA kali ini dipandu oleh Kak Deta, Kak Debby dan Kak Widya.



Tepat jam 10 pagi, Kak Debby mengajak anak-anak berkumpul di halaman depan Rumah KAIL. Kegiatan dibuka dengan bermain “Jempol Ajaib”. Anak-anak diminta untuk menempelkan jempol mereka pada benda-benda yang disebutkan oleh Kak Debby. Seru sekali. Anak-anak berlari-lari berusaha mencari benda yang dimaksud Kak Debby.

Setelah selesai bermain, anak-anak berkumpul membuat lingkaran dan berbincang bersama Kak Deta dan Kak Debby, tentang kegiatan-kegiatan HBA yang pernah mereka ikuti di tahun 2015. Beberapa masih mereka ingat dengan jelas, seperti kegiatan mempelajari jamur, membuat cap daun, membuat teropong serta membuat belalang dari daun kelapa. Anak-anak juga ingat pernah mendengar dongeng tentang Jack dan pohon kacang buncis yang sangat tinggi.


Hari itu anak-anak juga mendengar sebuah dongeng. Dongeng berjudul “Mengapa Binatang Mempunyai Ekor?” itu dibawakan oleh Kak Deta. Setelah mendengarkan dongeng, barulah anak-anak diajak untuk membuat jurnal. Kakak-kakak fasilitator telah menyiapkan sejumlah kertas, karton, spidol, gunting dan lem kertas untuk bahan membuat jurnal.

Mula-mula anak-anak dipersilahkan memilih kertas warna yang mereka inginkan untuk menjadi sampul jurnal mereka. Kertas warna tersebut kemudian ditempelkan pada sebuah kertas karton supaya sampul jurnal menjadi lebih keras dan kuat. Anak-anak juga dipersilahkan mengambil kertas-kertas polos, kertas bertuliskan “Jurnal Penyemangat”, “Hari Belajar Anak KAIL”, dan "logo KAIL ”. Anak-anak lalu menyusun kertas-kertas polos tersebut untuk menjadi halaman isi jurnal. Ternyata ada juga lho yang kesulitan menyusunnya. Namun, anak-anak pantang menyerah dan mau belajar. Beberapa anak juga belum berani berkreasi di luar contoh, namun sebagian berusaha membuat sampul jurnalnya menjadi menarik dan berbeda dari teman lainnya. Sekitar empat puluh menit kemudian, buku-buku Jurnal Penyemangat Hari Belajar Anak KAIL siap digunakan.

Seharusnya acara ditutup dengan kegiatan nonton film bersama. Namun karena kendala teknis, kegiatan nonton bersama ditunda dulu. Semoga anak-anak tetap senang dan bersemangat untuk bergabung lagi di HBA bulan Februari! 

Info Kegiatan: [Hari Belajar Anak] Kreasi Daun Kelapa


Hari Belajar KAIL datang lagi. Kali ini kita akan berkreasi dengan daun kelapa, bersama Kak Asep Suhendar dari Rumah Pelangi.

Minggu, 29 November 2015
Pk 10.00-12.00 di Rumah KAIL Kp. Cigarugak, Desa Girimekar
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw

Kontribusi Rp10.000/anak (sudah termasuk snack sehat) Acara ini terbuka untuk umum.
Informasi dan pendaftaran: Kak Deta Ratna Kristanti (0813 211 93234)

Ditunggu kedatangannya di Rumah KAIL..

Petualangan Menuju Kerajaan Jamur Tiram

Oleh: Navita Kristi

Cuaca cerah di pagi hari Minggu, tanggal 25 Oktober 2015 sangat mendukung pelaksanaan kegiatan Hari Belajar Anak di Rumah Kail. Tema belajar hari ini adalah “Petualangan Menuju Kerajaan Jamur Tiram”. Seru sekali, lho!

Kegiatan belajar anak-anak dimulai pada pukul 10 pagi. Menjelang dimulainya kegiatan, anak-anak mulai berdatangan ke Rumah Kail, baik anak-anak warga sekitar Cigarugak maupun yang datang dari luar Cigarugak. Mereka menunggu dimulainya kegiatan Hari Belajar Anak dengan membaca buku di perpustakaan anak Kail. Ada juga yang mengambil kertas dan pensil dan menggambar apapun yang mereka sukai sembari menunggu dimulainya kegiatan.

Pukul 10, kegiatan dimulai dengan dongeng yang dibawakan oleh Kak Deta, yaitu tentang Jack dan Pohon Buncis. Dongeng yang dibawakannya sangat seru, sehingga anak-anak menjadi terpukau oleh dongeng yang dibawakannya.




Setelah dongeng yang dibawakan oleh Kak Deta selesai, maka masuklah kepada inti acara, yang dibawakan oleh Kak Debby dan dua relawan dari Grow School Bandung. Pertama-tama, Kak Debby mengajak anak-anak untuk bermain menjadi penjelajah hutan dan jamur-jamur kecil yang pemalu. Anak-anak dibagi ke dalam kelompok penjelajah, kelompok anak jamur berwarna pink, kuning dan biru.

Dari permainan tersebut, anak-anak yang menjadi peserta HBA kemudian terbagi ke dalam kelompok penjelajah, kelompok jamur pink, jamur kuning dan jamur putih.
Setelah kelompok terbagi, anak-anak diajak untuk mengenal bagian tubuh jamur tiram. Mereka diberi kesempatan untuk memegang jamur tiram, membelahnya dan memperhatikan letak sporanya dengan cara membuat jejak spora jamur tiram. Kemudian, mereka diberi kesempatan untuk menggambar jamur tiram di kertas berwarna-warni dan menempelkannya di kertas besar Kerajaan Jamur Tiram.






Terakhir, setelah anak-anak puas bermain dan mengenal kerajaan jamur tiram, Kak Debby membagikan beberapa kotak berisi bibit jamur tiram yang siap dibudidayakan di media tumbuh yang sudah disiapkan. Anak-anak hanya perlu mengiris lapisan plastik pembungkus media tumbuh tersebut dan menyiramnya dengan alat siram yang sudah disediakan, selama dua kali sehari. Ternyata mudah saja!

Anak-anak peserta Hari Belajar Anak hari ini pulang dengan semangat membudidayakan jamur tiram yang bergizi dan sehat. Terima kasih, Kak Debby! Terima kasih kakak-kakak dari Grow School Bandung! Terima kasih, Growbox!