Tampilkan postingan dengan label HBK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HBK. Tampilkan semua postingan

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL - Seluk Beluk Berpuasa


Mari belajar dan berbuka puasa bersama di Rumah KAIL!

Hari Belajar KAIL
"Seluk Beluk Berpuasa"
Tips dan manfaat berpuasa bagi diri dan aktivisme

bersama dr. Rini Damayanti, DCN
Praktisi Natural Healing, Nutrition

Minggu, 11 Juni 2017
Pukul 15:30-18:30
di Rumah KAIL,
Kp. Cigarugak, Ds. Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
bit.ly/rumahkail

Kontribusi Peserta:
1) Membawa takjil untuk berbagi dengan kawan peserta,
dengan syarat: panganan sehat & bebas sampah
dan atau
2) Iuran sukarela

Pendaftaran dan Informasi:
0813-9429-0336 (SMS, Whatsapp)

Sampai jumpa dan selamat beribadah puasa bagi rekan-rekan yang menunaikan.
Salam hangat dari KAIL.

[INFO KEGIATAN] Peluncuran Pro:aktif Online Edisi April 2017


Majalah Pro:aktif diterbitkan oleh KAIL sejak 2003. Sejak diterbitkan online pada tahun 2012, Pro:aktif bertransformasi menjadi Pro: Aktif Online. Sejak awal penerbitan, Pro:aktif fokus pada tema-tema seputar dunia para aktivis atau insan penggerak perubahan. Melalui terbitan ini, KAIL berupaya mendukung proses transformasi pribadi maupun sosial melalui penyediaan dan penyebaran tulisan-tulisan inspiratif dan edukatif.

Dalam edisi April 2017, Pro:aktif Online mengusung tema "Mengenal Diri". Melalui proses pengenalan diri, kita akan mampu berperan dengan lebih sesuai dalam lingkup pekerjaan dan masyarakat. Mengenal diri juga mencakup kemampuan refleksi aktif terhadap aksi-aksi maupun pengalaman kita. Dari proses tersebut, kita dapat mengevaluasi kesesuaian antara visi dan sepak terjang kita.

Sebagai wadah tatap muka dan berbagi bersama dengan para relawan penulis Pro:aktif Online, mari turut menghadiri

Hari Belajar KAIL: Peluncuran Pro:aktif Online edisi April 2017
"Mengenal Diri Bagi Aktivis"

Sesi 1
Pentingnya mengenal diri untuk aktivis
Anastasia Levianti (Psikolog dan Penulis)

Sesi 2
Media-media untuk semakin mengenal dan memahami diri sendiri
Yanti Herawati (Penulis dan Pakar Lintas Alam)

Sesi 3
Praktek Yoga untuk Mengenal Diri
Dyahsynta (Penulis Blog dan Instruktur Yoga)

Ditunggu kehadirannya!

Sabtu, 29 April 2017
Pukul 09:00-17:00
di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Ds. Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Masuk dari Jl. Cijambe)
Rute: bit.ly/rumahkail

Terbuka untuk umum
Kontribusi makan siang dan snack sehat: Rp 25.000

Pendaftaran & Informasi: 0813-9429-0336 (SMS/WA)

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL - Nusantari


Yuk, asah kepekaan rasa melalui gerak dan irama!

Dunia kian kompleks dan terus berubah. Kita makin membutuhkan kepekaan dan kesadaran hidup. Namun, kita seringkali terpaksa tidak bisa mengembangkan seluruh daya kita. Seperti contoh, dikotomi otak kiri dan kanan dalam pekerjaan dan pendidikan. Padahal dengan mengembangkan potensi diri, kerja-kerja kita akan semakin baik.

Raga dan jiwa kita konon menyimpan potensi dan memori gerak masing-masing. Kita, dengan diri kita, dapat memberi kontribusi kerja dan kepedulian yang unik terhadap Indonesia dan dunia!
KAIL mengundang semua rekan aktivis dan pegiat sosial untuk mengikuti Seri Hari Belajar Kail: Hidup Holistik dalam kelas pertamanya.

Workshop tari tingkat mula
'NUSANTARI'
bersama Bude Ratna dari @semestatari

Sabtu, 18 Maret 2017
Pk 09:00-12:30
di Rumah KAIL,
Kp Cigarukgak, Girimekar,
Cilengkrang, Kab. Bandung

Kontribusi:
Rp 25.000/orang
*Mendapatkan snack sehat
*Terbuka untuk umum, kuota terbatas.
*Harap menggunakan baju warna hitam

Pendaftaran:
0813-9429-0336 (SMS/WA)

Workshop ini tidak berorientasi pada keseragaman, peniruan, maupun produk akhir. Maka siapapun dengan pengalaman gerak dan tari nol sampai tak terhingga dapat mengikuti.
Kami tunggu kehadiranmu!



[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL : Belajar Meramu Jamu Tradisional


Mari Belajar Bersama Meramu Jamu Tradisional dan mengetahui khasiatnya di Hari Belajar KAIL, bersama Mbak Nunun Tjondro dari @djamoe.id.

Hari, tanggal : Minggu, 6 November 2016
Pukul : 09.00 - 11.00
Tempat : Rumah Kail, Kampung Cigarugak, RT 02 RW 12, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung (Masuk dari jalan Cijambe). https://bit.ly/rumahkail

Informasi & Pendaftaran : Melly Amalia 0821 2600 3635 (SMS/WA)
Kontribusi : Rp 25.000 (termasuk snack dan oleh-oleh jamu)

Harap membawa wadah botol atau tumbler untuk menyimpan jamu sebagai oleh-oleh minuman sehat bagi keluarga Anda.

Jangan sampai ketinggalan yaa!

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL: Membuat Jus Enzim

Membuat Jus Enzim




Hari, Tanggal : Minggu, 11 September 2016
Narasumber : Takefumi Kobayashi
 Lokasi : Rumah Kail, Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung (Masuk dari jalan Cijambe)
Peta lokasi : http://bit.ly/rumahkail

Kontribusi : Rp 20.000 (snack sehat dan jus enzim)

Info dan pendaftaran : Melly 0821 2600 3635 (SMS/WA)

TERBUKA UNTUK UMUM!

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL: Ayo Buat Sendiri Produk Pembersihmu

AYO BUAT SENDIRI PRODUK PEMBERSIHMU!



Di Hari Belajar KAIL kali ini, kita akan mengenal dan membuat produk pembersih yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. Selain ramah lingkungan, hidup kita juga semakin sehat. Penasaran bagaimana cara membuatnya?

Yuuk datang dan gabung di Hari belajar KAIL, bersama narasumber berpengalaman:

BOTANINA INDONESIA 
IG: botanina_id LINE: @botanina
Hari, tgl : Minggu, 8 Mei 2016
Waktu: Pukul 09.00-12.00 WIB
Lokasi : Rumah Kail, Kampung Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung (Masuk dari jalan Cijambe)
Peta lokasi : http://bit.ly/1RvPkRw
Kontribusi : Rp 25.000 (snack dan souvenir produk)

Info & pendaftaran : Melly 0821 2600 3635 (SMS/WA)

Terbuka untuk UMUM (Dewasa)

kail-bandung.blogspot.co.id | twitter: @kail_bandung | FB Kuncup Padang Ilalang | ig: @kailbdg

[LIPUTAN KEGIATAN] Hari Belajar Kail: Membuat Fermentasi Rumahan : Kombucha dan Kimchi

Oleh: Perswina Alaili

Pembukaan oleh Melly Amalia (KAIL) dan Dhila Baharuddin 
(Tepian Collective).
KAIL (Kuncup Padang Ilalang) mengadakan acara Hari Belajar KAIL pada hari Minggu, 6 Maret 2016 dengan tema Membuat Fermentasi Rumahan: Kombucha dan Kimchi, dengan narasumber Dhila Baharudin (Tepian Collective).

Cuaca pada saat itu mendung, agak gerimis, dan berangin. Peserta mulai berkumpul pukul 09:00, dan acara dimulai sekitar pukul 10.00. Para peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Peserta HBK kali ini terdiri atas anak usia 9 tahun hingga ibu-ibu rumah tangga. Dhila membuka acara dengan sejarah pembuatan kimchi di Korea.

Pembuatan Kimchi

Kimchi adalah sayuran dengan campuran berbagai bumbu yang diawetkan melalui metode fermentasi. Kimchi ini biasa dikonsumsi sebagai side dish, dapat dikonsumsi langsung atau dapat dimasak menjadi sup, tumis sayuran, dan lain-lain. Umumnya Kimchi dibuat dari jenis sayuran sawi putih, namun di tempat asalnya Kimchi dibuat dari berbagai jenis sayuran yang terdapat di daerah lokal. Kimchi dapat disimpan dalam waktu yang lama dan berguna untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Fermentasi Kimchi dilakukan dengan memanfaatkan agen biologis seperti bakteri untuk menguraikan berbagai zat di dalam makanan agar lebih mudah dicerna oleh tubuh. Kegiatan membuat Kimchi secara bersama-sama disebut “kimjan”, dan dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang sambil berkumpul bersama keluarga.

Dhila menjelaskan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat Kimchikimchi (kiri dan kanan) 
Kimchi biasa dibuat dari berbagai jenis sayuran, namun yang paling populer adalah dari sawi, wortel, dan ketimun. Di Korea, Kimchi utuh dipotong-potong sebelum disajikan sebagai makanan pendamping (side dish) di meja makan. Kimchi juga dapat dimasak kembali sebagai campuran untuk menumis daging sapi, ayam, babi, dan sayuran lainnya, atau bahkan dibuat kuah sup yang bercita rasa pedas dan asam. Mengonsumsi kimchi dapat menyehatkan saluran pencernaan karena kita mengonsumsi bakteri baik saat mengonsumsi kimchi. Serat dan kandungan gizi pada sayuran juga lebih mudah dicerna oleh tubuh karena telah melalui proses fermentasi oleh bakteri. Kimchi juga dapat ditaburi dengan wijen untuk menambah kelezatan. Selain sup dan sayuran, kimchi dapat dibuat menjadi campuran pancake, nasi goreng, atau kimbap (nasi gulung khas Korea).

Bahan-bahan dan peralatan yang dibutuhkan telah disediakan di atas meja-meja. Bahan-bahan untuk mebuat kimchi antara lain sawi putih, wortel, timun, dan bumbu-bumbu yang dibutuhkan seperti kucai, daun seledri, bawang putih, jahe, bawang bombay, dan kecap asin.

Pada saat workshop, peserta menyimpan lembaran kimchi di dalam kotak makanan plastik. Lembaran ini diusahakan ditumpuk dalam keadaan padat. Kimchi dapat langsung dikonsumsi atau disimpan. Dalam 2 hari, kotak makanan yang tertutup rapat akan mengembung sehingga Anda perlu berhati-hati saat membuat dan menyimpan kimchi yang sudah Anda buat.

Membuat Kombucha

Dhila menjelaskan komponen-komponen yang dibutuhkan untuk membuat kombucha (atas),
bibit Scoby (tengah), dan larutan teh yang dicampur dengan gula (bawah)
Selanjutnya, Dhila juga sudah menyiapkan bahan-bahan untuk membuat teh kombucha. Kombucha adalah minuman yang mengandung sangat sedikit alkohol. Minuman ini juga dibuat dengan cara fermentasi. Agen biologis yang digunakan adalah koloni dari bakteri dan jamur yang disebut SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) yang bentuknya berupa lembaran, mirip dengan Nata de Coco. Scoby adalah campuran dari bakteri Acetobacter dengan jamur ragi yang umumnya spesies Brettanomyces bruxellensis, Candida stellata, Schizosaccharomyces pombe, Torulaspora delbrueckii, dan Zygosaccharomyces bailii.

Prinsip pembuatan kombucha adalah membuat larutan dengan gula, kemudian diberi bibit Scoby secukupnya dan difermentasikan selama > 7 hari. Ragi akan mengubahnutrisi dan gula menjadi alkohol dalam jumlah yang sangat sedikit. Bakteri akan memecah ikatan gula dan nutrisi yang terkandung dalam larutan sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh. Inilah alasan mengapa kombucha aman untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, karena glukosa atau fruktosa telah diubah menjadi jenis gula yang lebih mudah dicerna oleh tubuh.

Kombucha dapat juga digunakan sebagai cuka dengan cara disimpan lebih lama hingga mencapai kadar keasaman tinggi. Cuka ini dapat digunakan untuk masakan dan juga bahan pembersih ruangan. Selain kombucha dan cuka, jika Anda penyuka manisan atau acar-acaran, anda juga dapat merendam buah-buahan (atau bahan lainnya seperti kulit jeruk, potongan jahe, dll) yang anda suka di dalam larutan kombucha. Buah-buahan maupun bahan-bahan hasil rendaman ini dapat dikonsumsi dan disajikan dengan gula agar rasanya lebih manis.

Hari Belajar KAIL ditutup dengan makan siang dengan menu kimchi dan sayuran yang telah dibuat oleh peserta sebelumnya. Meskipun cukup singkat dan dengan biaya pendaftaran yang sangat terjangkau/murah, peserta mendapatkan banyak manfaat berupa ilmu dan juga kebahagiaan berbagi dengan peserta yang lainnya. Sampai jumpa di Hari Belajar KAIL edisi selanjutnya!

***

INFO KEGIATAN: [HARI BELAJAR KAIL] Membuat Fermentasi Rumahan

Apa itu Fermentasi? Apa manfaatnya buat saya? 



Ingin tahu?? Mari datang ke:

Hari Belajar KAIL edisi perdana di tahun 2016

yang akan diadakan pada:
hari Minggu 6 Maret 2016, jam 09.00-12.00

Tema : Membuat Fermentasi Rumahan
Narasumber: Dhila Baharudin

Tempat: Rumah KAIL, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kab. Bandung (Masuk dari Jalan Cijambe)
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw 
Informasi dan pendaftaran:
Melly Amalia 0821 2600 3635
email: kail.informasi@gmail.com
fb:: https://www.facebook.com/kuncuppadang.ilalang
twitter: @kail_bandung


[INFO KEGIATAN] Hari Ulang Tahun Kail ke-13 dan HUT Kemerdekaan RI ke-70

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun KAIL ke-13 dan HUT Kemerdekaan RI ke-70, Kuncup Padang Ilalang (KAIL) akan mengadakan kegiatan sebagai berikut:

  • Bazaar Murah Perlengkapan Sekolah, Buku dan Mainan Anak (khusus untuk warga Cigarugak dan sekitarnya)
  • Pojok Permainan Anak (untuk umum)
  • Perpustakaan Anak dan Ibu (untuk umum)

Kegiatan ini akan diadakan pada

Hari/Tanggal: Minggu, 9 Agustus 2015
Waktu: Pk14.00-16.30WIB
Tempat: Rumah Kail, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab Bandung.
Peta lokasi: http://bit.ly/1RvPkRw

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dan bagi yang berminat untuk menjadi relawan kegiatan, silakan hubungi Deta (kail.kerjasama@gmail.com atau HP 081809977225)

Berikut adalah poster undangan kegiatan untuk Warga Cigarugak.



[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL 26 April 2015: Merajut Sederhana


Hari Belajar KAIL mengajak teman-teman untuk ikut serta dalam acara:
Kelas Merajut Sederhana
Bersama: Kak Agustein Okamita
Minggu, 26 April 2015
Pk. 10.00-12.00
Di Rumah KAIL Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Kontribusi: Rp20.000/orang (sudah termasuk snack, bahan, dan peminjaman alat rajut)
Terbuka untuk Umum.
Pendaftaran: Melly Amalia (082127253087)


[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL: Menyemangati Anak Belajar


Apa yang akan membuat anak senang belajar? Bagaimana mendampingi anak agar bersemangat ketika belajar? Bagaimana menambahkan keinginan belajar mandiri pada anak?
Ikuti sesi berbagi dan dapatkan tips-tips untuk Menyemangati Anak Belajar.
Bersama Kenny Dewi​ Sidkar

Hari/tanggal: Minggu, 22 Februari 2015
Pukul 10-12 WIB
Tempat: Rumah Kail, Kampung Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang,Kab. Bandung
Peta Lokasi: http://bit.ly/1up7ZCc
Kontribusi: Rp20.000,-/peserta

Informasi dan pendaftaran: 
Deta Ratna Kristanti​ 
HP: 0821 2725 3087
email: kail.pelatihan@gmail.com
http://kail-bandung.blogspot.com
FB: Kuncup Padang Ilalang
Twitter: @kail_bandung

HARI BELAJAR KAIL: Lokakarya Manajemen Keuangan Pribadi



Lokakarya Manajemen Keuangan Pribadi Kail diadakan pada tanggal 30 November 2014 yang lalu. Lokakarya ini diikuti oleh beberapa peserta, baik dari warga Cigarugak maupun dari luar kampung Cigarugak.
 

Dalam lokakarya ini, para peserta mendapatkan prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan yang efektif dan mencoba menganalisis pengelolaan keuangan yang mereka lakukan selama ini. Selain itu, setiap peserta juga saling membagikan bagaimana mereka melakukan pengelolaan keuangan masing-masing dan berdiskusi mengenai tips-tips dalam merencanakan pengelolaan keuangan yang lebih baik.



Para peserta sepakat untuk melakukan pertemuan lanjutan setelah peserta melakukan penerapan dari hasil lokakarya ini. Tujuannya agar dapat mengevaluasi pengelolaan keuangan para peserta selama ini, sehingga pengetahuan dan keterampilan ini benar-benar bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan keluarga mereka.

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL: Lokakarya MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI.


Pemasukan sedikit, tapi pengeluaran sangat besar. Sering hal ini kita temui dalam keseharian. Uang tidak pernah cukup dan habis tanpa tujuan yang jelas. Atau saat membeli sesuatu, kita belum bisa membedakan mana yang benar-benar menjadi kebutuhan kita atau hanya sekedar keinginan?

Untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik, uang bukan segalanya dan uang bukan tuan kita.
Kita bisa menyiasati pengeluaran sehari-hari dengan cara yang lebih efektif, dengan tidak 100% tergantung pada uang. Ada banyak strategi dan alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada uang.


Ikuti Lokakarya MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI.
Lokakarya ini bisa digunakan untuk mengatur keuangan pribadi ataupun rumah tangga.
 

Dalam lokakarya ini, anda akan mendapatkan :
1. Prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan yang efektif.
2. Praktek analisis pengelolaan keuangan kita selama ini.
3. Tips merencanakan pengelolaan keuangan yang lebih baik


Catat waktunya :
Minggu, 30 November 2014 I jam 10.00-12.00 WIB
Di Rumah Kail, Kp. Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung (Cijambe Atas, Ujung Berung)


Silakan daftar dengan format :
(nama)_MKP_(No. HP), kirim ke 082127253087, 085794904686 atau kail.pelatihan@gmail.com


Informasi & pendaftaran :
Cp. Melly Amalia 0821 2725 3087,0857 9490 4686
kail.pelatihan@gmail.com / kail-bandung.blogspot.com
FB: Kuncup Padang Ilalang 
Twitter: @kail_bandung

Kegiatan ini tidak berbayar alias gratis.
Terbatas hanya untuk 20 orang saja. Jadi buruan daftar!

HARI BELAJAR KAIL: Membuat peralatan rumah dengan memanfaatkan barang bekas

Sering di rumah kita menemukan banyak barang-barang kecil dan printilan yang sudah tidak terpakai. Kalau pun disimpan, kadang kita bingung akan digunakan sebagai apa atau untuk apa. Akhirnya barang-barang tersebut hanya ditampung di wadah tempat sampah. Padahal barang-barang tersebut masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat  seperti kemoceng dari tali rapia bekas, cempal dari kain perca, dsb.

Pada tanggal 26 Oktober 2014 pada Hari Belajar Kail mengadakan workshop membuat peralatan rumah dengan memanfaatkan barang bekas . Acara dimulai pukul 10.00-12.00 di Rumah Kail, Kp. Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung dan dipandu oleh Ibu Ella Kamila, salah seorang relawan Kail. Ibu Ella terbiasa membuat keset, cempal (pengangkat panci), serbet, dan lain-lain sendiri menggunakan kain perca. Ia berpikir, sayang sekali kalau kain perca yang ada langsung dibuang ke tempat sampah. Akhirnya dia membuat beberapa karya dan digunakan sendiri di rumah. Untuk itu Ibu Ella ingin berbagi pengalamannya di Hari Belajar Kail.


Hari Belajar Kail ini diikuti oleh beberapa orang peserta dari warga sekitar Rumah Kail dan dari luar daerah Cigarukgak. Dari beberapa contoh produk yang ada, peserta mencoba membuat cempal dan serbet gantung menggunakan kain perca. Ternyata tidak terlalu sulit membuatnya. Cukup memadukan warna kain perca yang akan digunakan, lalu dianyam sesuai dengan bentuk dan keinginan. Antusias peserta cukup senang, karena mereka jadi tahu cara membuat cempal. Setelah membuat cempal, masing-masing peserta bisa membawa hasil karyanya.

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL: Membuat peralatan rumah dengan memanfaatkan barang bekas

Banyak sisa kain perca dan barang bekas yang tidak terpakai? Yuuk, kita manfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti kemoceng dari tali rapia bekas, cempal dari kain perca, dsb.

Ikuti HARI BELAJAR KAIL :
Hari, Tanggal : Minggu, 26 Oktober 2014
Pukul : 10.00-12.00
Lokasi : Rumah Kail, Kp. Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung (Daerah Cijambe, Ujung Berung). Peta lokasi : http://bit.ly/1oiT6PB
Kontribusi : Rp 10.000 *untuk membeli alat, bahan & snack sehat

Informasi & pendaftaran:
HP. 0821 2725 3087,0857 9490 4686
kail.pelatihan@gmail.com
FB: Kuncup Padang Ilalang I @kail_bandung

HARI BELAJAR KAIL: Pelatihan Zat Aditif

Pada tanggal 21 September, KAIL mengadakan pelatihan Zat Aditif. Pelatihan ini diadakan di Rumah KAIL Cigarukgak, Bandung, dan diikuti oleh beberapa peserta yang berasal dari masyarakat sekitar Rumah KAIL dan beberapa aktivis.


Pelatihan yang dipandu oleh Anilawati Nurwakhidin dari Tim YPBB Bandung ini berlangsung dari pukul 10 pagi hingga pukul 12 siang. Acara dimulai dengan pemaparan mengenai zat aditif dan pengaruhnya bagi manusia. Selanjutnya peserta diajak memeriksa zat-zat aditif yang terkandung dalam bahan makanan yang banyak dijual di toko serta melihat apakah pengaruh zat-zat aditif tersebut bagi kesehatan kita.

[INFO KEGIATAN] HARI BELAJAR KAIL: Bahaya Zat Aditif Pada Makanan/Minuman


Pelatihan ini akan membantu kita melepaskan diri dari zat-zat aditif berbahaya yang terkandung dalam makanan dan minuman yang biasa dikonsumsi. Dengan pemahaman yang tepat, kita dapat secara aktif mengurangi bahan aditif yang berbahaya dalam kehidupan sehari-hari melalui perubahan cara hidup

Selama 3 jam, peserta akan mendapatkan :
1. Perkenalan bahan aditif dan pengaruhnya bagi kesehatan 
2. Pengenalan kamus zat aditif dan cara penggunaannya dalam belanja kritis
3. Sejumlah tips praktis mengurangi penggunaan zat aditif berbahaya di tingkat rumah tangga 

Hari, Tanggal : Minggu, 21 September 2014
Pukul : 09.00-12.00
Lokasi : Rumah Kail, Kp. Cigarukgak, Desa Giri Mekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Daerah Cijambe, Ujung Berung). Peta lokasi : http://bit.ly/1oiT6PB
Kontribusi : Rp 20.000 *disediakan snack & minuman sehat
Narasumber : Tim YPBB (Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi)

Informasi & pendaftaran:
Melly Amalia
HP. 0821 2725 3087,0857 9490 4686
kail.pelatihan@gmail.com
Twitter: @kail_bandung

HARI BELAJAR KAIL: Taplak dari kain perca

Pada tanggal 22 Juni 2014 hari minggu lalu Rumah KAIL kembali diramaikan oleh kegiatan Hari Belajar KAIL. Ada yang istimewa dari agenda rutin KAIL tersebut, yaitu kedatangan tiga orang kawan dari Garage Sale Sekolah Ibu (GSSI). Mereka adalah Aghni sebagai pendiri GSSI, ditemani oleh Dyah dan Dhyta yang berbagi cara membuat taplak dari kain perca kepada ibu-ibu sekitar Kampung Cigarukgak. Sayang karena berbagai hal terkait waktu, hanya sedikit peserta ibu yang datang bergabung. Meskipun begitu, kami tidak patah semangat untuk menghasilkan karya.  Dari Kail, Selly Agustina PJ Hari Belajar KAIL bulan Juni 2014 turut hadir meramaikan suasana.

Setelah acara dibuka dengan perkenalan singkat tentang GSSI, mereka kemudian mengajak peserta membuat karya dari bahan bekas. Ditemani dengan staf KAIL, peserta tekun menjahit kain perca yang sudah digunting berbentuk lingkaran sebelumnya. Teknik menjahit sederhana yaitu jelujur dikerjakan di sekeliling pinggiran kain perca, ditarik dan ditali mati sehingga bentuknya menjadi bulat gembung. Setelah terbentuk banyak, bulatan-bulatan kain kemudian saling disatukan dengan dijahit di sisi bawahnya. Ukuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan menjadi taplak meja persegi, lingkaran atau sebagai alas piring. Kami berhasil menyelesaikan satu alas piring sampai menjelang tengah hari. Semua merasa puas dengan karya kolaborasi yang telah dihasilkan dan tidak lupa membawa sebagian kain perca untuk melanjutkan membuat kerya sendiri di rumah masing-masing.





HARI BELAJAR KAIL: Nonton dan Diskusi Film "TEMANI AKU BUNDA" - bersama Irma Winda Lubis

Nonton bareng dan diskusi film @ Rumah KAIL

"Saya dimarahi dan dimusuhi teman-teman di sekolah. Kata teman-teman, guru-guru jadi kena masalah gara-gara saya. Padahal saya cuma bicara jujur. Kata ayah dan bunda, kita harus selalu jujur." (Abrar)

Film dokumenter ini berkisah tentang perjalanan seorang anak dalam menghadapi ujian nasional (UN) di bulan Mei 2011. Dua hari sebelum UN, Abrar diminta gurunya ikut dalam kesepakatan bersama dalam kelas, bahwa mereka boleh kerjasama dan saling bertukar jawaban soal ujian tanpa memberitahu siapapun, termasuk orang tua. Artinya, Abrar dan teman-temannya disuruh berbuat curang. Bagaimana sikap Abrar? Bagaimana tanggapan orang tuanya ketika mengetahui hal ini? Sampai di mana perjuangan Irma Winda Lubis (Winda), ibunda Abrar menghadapi persoalan ini?

Film ini diputar di penghujung rangkaian UN 2014 untuk siswa-siswi SD-SMU untuk mengingatkan bahwa di zaman sekarang ini, nilai-nilai luhur, seperti kejujuran sangat mahal harganya. Sebagai orang tua, kita dapat mengambil peran penting untuk membantu anak-anak kita, generasi penerus bangsa ini, untuk menerapkan nilai-nilai tersebut. Proses tersebut tidak sekedar hanya dikatakan, tetapi juga dicontohkan lewat tindakan-tindakan kita. Penerapan nilai lebih efektif diberikan melalui perilaku, dan akan hilang maknanya bagi anak-anak, jika hanya ada dalam perkataan hafalan, tetapi pada prakteknya ternyata bertolak belakang, Ketika hal tersebut terjadi anak-anak akan menghadapi dilema (dan bahkan sampai stress dan trauma), yang kemungkinan besar akan berpengaruh pada masa depannya kelak.

Kita hidup di dalam sistem yang sama sekali tidak ideal. Banyak kekurangan terjadi di dalam sistem yang kita tinggali bersama kini. Begitu banyak PR panjang untuk membangun dunia yang lebih baik perlu dilakukan di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan. Kita perlu bahu membahu menciptakan lingkungan yang kondusif agar anak-anak kita dapat berkembang menjadi dirinya dengan potensinya yang terbaik. Salah satu lingkungan yang kondusif adalah menyediakan ruang bagi anak untuk mengekspresikan dirinya secara jujur dan hanya dengan begitu mereka dapat menjadi dirinya yang sejati. Kita orang-orang dewasa bertanggung jawab untuk memastikan tersedianya ruang-ruang tersebut.

Itulah pokok bahasan diskusi setelah nonton bersama di Rumah KAIL pada hari Minggu tanggal 1 Juni 2014 yang lalu. Nonton film bareng ini dipandu oleh Dhitta Puti Sarasvati, relawan KAIL dari Jakarta dibantu oleh Deta, relawan KAIL dari Bandung. Sekitar 25 orang dari berbagai komunitas, mitra dan individu menghadiri kegiatan ini. Mereka sangat antusias menonton bersama dan berdiskusi setelah nonton bersama tersebut. Semula kegiatan ini dijadwalkan berakhir pada jam 12 siang. Ternyata proses diskusi terus berlanjut sampai sudah jauh melewati jam makan siang. Diskusi formal terpaksa dihentikan dahulu dan kemudian akan dilanjutkan dengan diskusi informal sambil makan siang dan beres-beres sampai jam 3.30 sore.

Banyak pelajaran yang diperoleh seluruh peserta kegiatan ini. Mudah-mudahan inisiatif yang sudah dikerjakan ini dapat bermanfaat bagi mereka-mereka yang membutuhkannya.

 ***

[Info Kegiatan] Nonton dan diskusi film "Temani Aku Bunda"

Nonton dan diskusi film "Temani Aku Bunda"
Bersama: Irma Winda Lubis
@ Rumah KAIL, 1 Juni 2014, 09.00-12.00 WIB
PIC: Melly - kail.melly@gmail.com