Panen Jahe di Kebun KAIL

Sekitar 15 bulan yang lalu, Deta, Dhila dan Ibu Ela membuat bed di depan dapur Rumah KAIL. Bed tersebut dibuat sebagai sarana untuk berlatih praktek membuat kebun ala permakultur. Bed di depan dapur itu bertujuan untuk menyediakan bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk masak memasak. Kebanyakan yang ditanam adalah aneka rimpang-rimpangan seperti jahe, kunyit, kencur dan temu lawak.

Kalau dilihat dari atas, bed tersebut berbentuk seperti lubang kunci. Bagian yang seperti lubang kunci digunakan sebagai tempat untuk menanam, memelihara dan memanen; sementara bagian yang seperti lubang kunci bagian tentang digunakan untuk membuat rumah cacing. Setiap kali ada kegiatan KAIL, kami memasukkan banyak sisa makanan ke rumah cacing. Termasuk dalam kategori sisa makanan adalah aneka rupa biji-bijian. Tumbuhlah antara lain bibit-bibit pohon jeruk, nangka, manggis, alpukat, salak dan cabe rawit. Sebagian bibit tersebut telah dipindahkan ke tempat lain, sementara sisanya masih di bed tersebut.


Tidak terasa lebih setahun berlalu. Musim berganti, kemarau panjang yang mengeringkan seluruh isi bed disusul dengan musim hujan yang menumbuhkan daun-daun rimpang-rimpangan yang menghijau memenuhi bed. Kemudian, saat ini, kemarau datang lagi. Daun-daun rimpang mengering. Umbi-umbi bermunculan. Wah, ternyata umbi kecil mungil bertunas yang dulu ditanam, sekarang sudah tumbuh besar. Siap panen. Asyik! Rencananya, jahenya akan dibuat wedang jahe untuk melengkapi hidangan di salah satu kegiatan KAIL yang akan datang.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar