[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL: Membuat Jus Enzim

Membuat Jus Enzim




Hari, Tanggal : Minggu, 11 September 2016
Narasumber : Takefumi Kobayashi
 Lokasi : Rumah Kail, Kampung Cigarugak, Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung (Masuk dari jalan Cijambe)
Peta lokasi : http://bit.ly/rumahkail

Kontribusi : Rp 20.000 (snack sehat dan jus enzim)

Info dan pendaftaran : Melly 0821 2600 3635 (SMS/WA)

TERBUKA UNTUK UMUM!

Peringatan HUT RI dan HUT KAIL 2016



Minggu, 28 Agustus 2016, Rumah KAIL tampak semarak sepanjang hari. Di pagi hari, anak-anak sudah berkumpul di halaman Rumah KAIL. Sekitar tiga puluh anak sudah berkumpul sejak jam sembilan pagi. Mereka ingin mengikuti kegiatan Hari Belajar Anak KAIL (HBA). Tidak seperti kegiatan HBA yang setiap bulan yang diisi dengan satu kegiatan, di hari istimewa ini, mereka mengikuti dua kegiatan. Ya, hari ini HBA dilaksanakan bertepatan dengan peringatan ulang tahun KAIL ke-14 dan HUT RI ke-71.

Satu kegiatan berlangsung di perpustakaan anak di lantai atas dan satu lagi di ruang pertemuan lantai bawah. Di lantai atas mereka mendengarkan dongeng yang diikuti dengan kegiatan membuat boneka monyet dari koran bekas dan kertas samson coklat. Kegiatan ini difasilitasi oleh Kak Claudine Patricia, Kak Sarita Rahmi Listya, Kak Komariyah Aida dan Kak Ayu ‘Kuke’ Wulandari dari Kelompok Dongeng Bengkimut. Di lantai bawah, mereka melakukan kegiatan masak memasak didampingi Kak Terra Kurnia Desita dari Lentera Anak Bumi (Labu) yang dibantu oleh kakak-kakak relawan KAIL, Kak Noviana Bana Fitrah dan Kak Eugenia Rakhma. Mereka memasak jagung letup atau popcorn. Masing-masing kegiatan berlangsung selama kira-kira satu jam dan kemudian mereka saling bertukar. Setelah selesai kegiatan, mereka makan bersama tumpeng awug istimewa untuk peringatan ulang tahun.

Kakak-kakak dari Bengkimut mendongeng
untuk anak-anak di Kampung Cigarugak.

Kak Terra mendampingi anak-anak memasak di Rumah KAIL.

Kak Debby memandu anak-anak mengikuti kegiatan Hari Belajar Anak KAIL.


Setelah kegiatan anak selesai, acara selanjutnya adalah Syukuran Hari Ulang Tahun. Acara ini dipandu oleh relawan KAIL, Kukuh Samudra. Di awal acara Syukuran, para hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di syukuran ini, Koordinator Rumah KAIL, Melly Amalia menyampaikan presentasi tentang empat belas tahun perjalanan KAIL. Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa, serta mendengarkan musik dan lagu persembahan kawan-kawan kelompok musik Rupa Bumi. Tentu saja acara syukuran tidak akan lengkap tanpa makanan. Dalam syukuran kali ini para hadirin menikmati nasi tumpeng buatan Bu Apon dari Kampung Cigarugak.

Rangkaian acara ketiga adalah Bazaar Perlengkapan Anak-anak untuk warga Cigarugak. Sejak pukul tiga sore mereka telah berkumpul untuk mengantri kupon bazaar. Dengan kupon tersebut mereka dapat membeli barang-barang yang mereka inginkan. Barang-barang pada bazaar ini adalah barang bekas dan baru hasil sumbangan dari berbagai kalangan, yaitu: siswa-siswi SD Santa Ursula Bandung, organisasi Wanita Katolik Cabang Katedral Bandung, Perpustakaan Elmuloka, dan para penyumbang pribadi yang namanya tidak dapat kami tuliskan satu persatu di dalam tulisan ini.

Para relawan di stand peralatan sekolah.

Penjualan baju dan perlengkapan anak

Barang-barang tersebut dijual mulai dari harga Rp. 2000,- sampai dengan Rp. 15.000,-. Berbagai jenis barang dijual di bazaar ini. Ada perlengkapan sekolah seperti buku tulis, penghapus, pena, penggaris, pensil warna, rautan, kotak bekal dan botol minuman. Ada juga seragam sekolah, meja belajar lipat dan aneka baju anak-anak. Beragam mainan untuk anak-anak, mulai dari boneka berbagai ukuran, bola, karet, balok-balok kayu dan berbagai model mobil-mobilan tersedia di bazaar ini. Selain itu, terdapat pula perlengkapan kebersihan tubuh seperti sabun, handuk, sikat dan pasta gigi.

Kegiatan bazaar ini berlangsung di lantai bawah dan atas Rumah KAIL. Di lantai bawah tersedia barang-barang dengan harga Rp.5000,- dan Rp. 10.000,-; sementara di lantai atas tersedia barang dengan harga Rp. 2000,- dan Rp. 15.000,- Para relawan individu dan dari berbagai organisasi berkontribusi besar dalam kegiatan bazaar ini mulai dari pengumpulan barang, memilah dan memberi harga, mengatur barang-barang di ruangan, melayani pembeli saat bazaar berlangsung dan membereskan kembali ruangan dan barang yang sisa setelah kegiatan.

Penjualan di stand pakaian

Warga Cigarugak antri untuk mendapatkan kupon bazaar
Kegiatan bazaar ini berlangsung di lantai bawah dan atas Rumah KAIL. Di lantai bawah tersedia barang-barang dengan harga Rp.5000,- dan Rp. 10.000,-; sementara di lantai atas tersedia barang dengan harga Rp. 2000,- dan Rp. 15.000,- Para relawan individu dan dari berbagai organisasi berkontribusi besar dalam kegiatan bazaar ini mulai dari pengumpulan barang, memilah dan memberi harga, mengatur barang-barang di ruangan, melayani pembeli saat bazaar berlangsung dan membereskan kembali ruangan dan barang yang sisa setelah kegiatan.

Acara bazaar ini dimeriahkan dengan door prize untuk anak-anak dengan hadiah berbagai barang menarik, termasuk sepuluh telur bebek dari kebun KAIL. Selain itu dilakukan juga lelang barang-barang istimewa dari koleksi donasi. Yang membuat kegiatan ini lebih meriah lagi adalah penampilan Kakak Giovanni Dessy Austriningrum bersama grup musik Rupa Bumi. Mereka membawakan lagu-lagu perjuangan, lagu-lagu yang menggambarkan realitas dan lagu-lagu hiburan untuk para pengunjung yang datang ke bazaar sore itu.


Tidak terasa penghujung hari telah datang. Semua pengunjung dan panitia sudah pulang ke rumah masing-masing. Anak-anak pulang dengan wajah bahagia karena telah mendapatkan barang-barang yang mereka perlukan.


Terima kasih sebesar-besarnya
untuk semua relawan,
para penyumbang,
anak-anak peserta kegiatan,
pengunjung bazaar,
dan para tamu
yang telah memeriahkan acara ini.


Sampai jumpa di kegiatan KAIL mendatang.


Selamat Ulang Tahun KAIL,
Selamat Ulang Tahun Indonesia.

Salam dari Kampung Cigarugak!

Ayam-ayam

Oleh: Any Sulistyowati


Ada tiga ekor ayam berkeliaran di Kebun KAIL. Ayam itu milik tetangga. Mereka suka bertamu di Kebun KAIL sejak sebelum lebaran yang lalu. Ayam itu cantik-cantik. Senang juga melihatnya.

Masalahnya ketika bertamu, mereka sering mencari makan di antara tanaman-tanaman di Kebun KAIL. Jadi banyak tanaman yang rusak. Satu bed jagung dan kacang tanah habis dirusaknya. Belum lagi rumput-rumput di halaman belakang. Juga tanaman ginseng habis daunnya. Hiksss….

Mudah-mudahan segera ditemukan solusi bersama yang terbaik untuk masalah ayam-ayam ini.

Arbein di Kebun KAIL

Oleh: Any Sulistyowati 


Beberapa bulan yang lalu, Ibu Fitri dari Kelompok Belajar Bersama menghadiahkan pohon arbein ke Rumah KAIL. Pohon itu ditanam di bed depan bersama dengan bunga kertas, kangkung, kenikir dan berbagai tanaman lainnya.

Satu pohon tersebut kemudian tumbuh besar, berbunga, berbuah dan beranak pinak menjadi banyak. Bunganya kecil mungil berwarna putih. Buahnya yang muda berwarna hijau dan menjadi merah ketika menua. Rasanya asam manis. Srrrllleeppppp rasanya ketika dimakan.

Menurut Ibu Fitri, arbein in sebaiknya dibuat selai. Hmmm… untuk itu harus tunggu dulu, ya. Soalnya buah arbein di kebun KAIL jumlahnya masih terlalu sedikit kalau mau dibuat selai. Mudah-mudahan buahnya semakin banyak, ya. Terima kasih Ibu Fitri.



Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-71 dan Hari Ulang Tahun KAIL ke-14




Dalam rangka memperingati HUT RI ke-71 dan HUT Kail ke-14, Kail akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan-kegiatan sebagai berikut :


Hari Belajar Anak

Tema:
Selamat Ulang Tahun Kail, Selamat Ulang Tahun Indonesia
Minggu, 28 Agustus 2016
Pukul 09.00-12.00 WIB
Kontribusi: Rp 20.000/anak
Terbuka untuk umum (anak-anak)

Informasi dan pendaftaran:
Debby Josephine
0812 2426 1972 (Telp/SMS/WA)

Bazaar khusus untuk anak-anak Cigarugak

Pukul 15.30 – 17.30 WIB
Harap membawa kantong belanja sendiri

Tempat: Rumah KAIL, Kp Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab Bandung
Peta lokasi: bit.ly/rumahkail


Kami mengundang berbagai pihak untuk bersama kami merayakan Ultah Kail, baik sebagai tamu undangan maupun sebagai relawan

Informasi dan pendaftaran sebagai undangan/relawan:
Melly Amalia
0821 2600 3635 (Telepon/SMS/WA)

Untuk mendaftar sebagai pengunjung silakan isi form pendaftaran di: http://bit.ly/2bkVWaR

Untuk mendaftar sebagai relawan, silakan isi form pendaftaran di:http://bit.ly/2bbioBM

Kamboja Kuning di Kebun KAIL

Oleh: Any Sulistyowati 



Tahun lalu, seorang teman dari Jatihandap, Esti Wijayanti, memberikan stek batang kamboja kuning untuk kebun KAIL. Stek tersebut kemudian ditanam di bed depan Rumah Kail di awal musim hujan yang lalu. Stek tersebut kemudian tumbuh daunnya. Mula-mula dua buah, lalu empat dan sekarang mulai banyak.

Nah, bulan ini stek tersebut mulai berbunga. Bunga pertamanya mekar di tanggal 3 Agustus 2016 yang lalu. Hari berikutnya menyusul bunga kedua. Indah sekali. Makin lama makin banyak bunga yang mekar. Indah sekali.


Terima kasih tanah, terima kasih air, terima kasih sudah membantu menumbuhkan kamboja kuning yang cantik ini. Terima kasih, Esti.

Berdonasi yuuuukkkk...




Dalam rangka HUT KAIL dan juga Perayaan Kemerdekaan Indonesia yang akan kami adakan pada 28 Agustus 2016, KAIL mengajak teman-teman untuk berdonasi bagi warga di sekitar Rumah KAIL, Desa Cigarugak, Bandung, Jawa Barat.

Donasi akan digunakan untuk penjualan di bazaar dengan harga murah, dan pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan di bazaar akan digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan KAIL bagi pemberdayaan masyarakat.

Pengumpulan donasi paling lambat Kamis 25 Agustus 2016

contact person: Navita Kristi Astuti (08112209896).

Kebun KAIL : Buah Waluh di Pohon Pete

Oleh: Any Sulistyowati

Sekitar setahun yang lalu, kami (staff KAIL) menanam pohon waluh di halaman belakang Rumah KAIL. Kami membuat rambatan dari bambu berbentuk segitiga yang menghubungkan pohon pete, pohon suren dan pohon tisuk. Kami juga memberikan pagar kawat sebagai pelindung dari ayam-ayam tetangga yang berkeliaran. Intinya pohon waluh tersebut kami jaga baik-baik agar tumbuh subur dan berbuah banyak.

Hari demi hari berlalu. Waluh sempat merambat di rambatan segitiga itu. Musim berganti. Musim penghujan berganti dengan kemarau. Daun-daun waluh berguguran. Tinggallah batangnya yang kering. Tak ada daun tersisa di rambatan segitiga. Tinggal batang yang tampak merana, tak berdaun. Sedih!


Pohon waluh yang kering

Tapi ternyata… kalau kita telusuri batang itu, maka… kita akan menemukan bahwa batang itu naik lurus, tinggi sekali, memanjat pohon pete yang menjadi rambatannya. Naik terus melampaui daun-daun pete teratas. Mencari matahari. Kemungkinan besar tingginya lebih dari enam meter karena tampak jauh lebih tinggi dari atap lantai dua Rumah KAIL. Di antara daun-daun pete yang tinggi itu tampaklah buah-buah waluh bergantungan. Banyak sekali. Yang kelihatan dari bawah dan sudah besar ada lebih dari tiga belas buah. Wah… indah sekali. Tetapi bagaimana cara panennya, ya?

Waluh di pohon pete