[INFO KEGIATAN] Hari Belajar KAIL - Nusantari


Yuk, asah kepekaan rasa melalui gerak dan irama!

Dunia kian kompleks dan terus berubah. Kita makin membutuhkan kepekaan dan kesadaran hidup. Namun, kita seringkali terpaksa tidak bisa mengembangkan seluruh daya kita. Seperti contoh, dikotomi otak kiri dan kanan dalam pekerjaan dan pendidikan. Padahal dengan mengembangkan potensi diri, kerja-kerja kita akan semakin baik.

Raga dan jiwa kita konon menyimpan potensi dan memori gerak masing-masing. Kita, dengan diri kita, dapat memberi kontribusi kerja dan kepedulian yang unik terhadap Indonesia dan dunia!
KAIL mengundang semua rekan aktivis dan pegiat sosial untuk mengikuti Seri Hari Belajar Kail: Hidup Holistik dalam kelas pertamanya.

Workshop tari tingkat mula
'NUSANTARI'
bersama Bude Ratna dari @semestatari

Sabtu, 18 Maret 2017
Pk 09:00-12:30
di Rumah KAIL,
Kp Cigarukgak, Girimekar,
Cilengkrang, Kab. Bandung

Kontribusi:
Rp 25.000/orang
*Mendapatkan snack sehat
*Terbuka untuk umum, kuota terbatas.
*Harap menggunakan baju warna hitam

Pendaftaran:
0813-9429-0336 (SMS/WA)

Workshop ini tidak berorientasi pada keseragaman, peniruan, maupun produk akhir. Maka siapapun dengan pengalaman gerak dan tari nol sampai tak terhingga dapat mengikuti.
Kami tunggu kehadiranmu!



[LIPUTAN] Cara Berpikir Sistem untuk Pengembangan Organisasi dan Komunitas

Any Sulistyowati & Fransiska Damarratri



Pada tanggal 18 Februari 2017 yang lalu KAIL menyelenggarakan pelatihan Cara Berpikir Sistem (Systems Thinking) untuk pengembangan organisasi dan komunitas. Pelatihan tersebut diselenggarakan di Rumah KAIL, mulai pukul 8.30 pagi sampai jam 17.30 sore.


Bertindak sebagai tim trainer adalah Melly Amalia (Melly), Deta Ratna Kristanti Iswari (Deta) dan Kukuh Samudra (Kukuh). Ketiganya merupakan para trainer Systems Thinking dari KAIL. Selain mereka bertiga, pelatihan ini juga didukung oleh para relawan KAIL yaitu Dhitta Puti Sarasvati (Puti) yang bertindak sebagai notulis, Dhila Baharudin N.H dan Sally Sari Anom yang bertindak sebagai dokumentasi foto dan video, serta Fine Astuti yang bertindak sebagai relawan konsumsi.

Pelatihan ini dihadiri oleh 20 orang peserta (11 laki dan 9 perempuan) perwakilan dari berbagai LSM, komunitas, sekolah dan perorangan. Selama pelatihan ini, para peserta dibagi menjadi 4 kelompok. Setiap kelompok mengangkat permasalahan salah satu organisasi peserta untuk dibahas sebagai kasus penerapan materi pelatihan. Kasus-kasus yang dibahas oleh masing-masing kelompok adalah: Majalah Ganesha ITB, Sekolah Nur Al-Hiraa Bekasi, SMPN Terbuka 8 Bandung - TKB Firdaus, serta Kepulauan Kei. Setiap kelompok didampingi oleh seorang mentor yaitu Debby Josephine (Debby), Fransiska Damarratri (Siska), Kukuh samudra (Kukuh), dan Deta Ratna Kristanti Iswari (Deta).





Dalam pembahasan kasus-kasus ini, peserta menggali permasalahan dan harapan dari organisasi tersebut. Setelah itu mereka merumuskan indikator-indikator dari permasalahan-permasalahan dan harapan-harapan dari organisasi tersebut. Mereka juga menggambarkan kecenderungan perilaku terhadap waktu dari indikator-indikator tersebut dalam bentuk grafik-grafik BOT (behaviour overtime diagram). Setelah itu mereka memetakan indikator-indikator tersebut dalam sebuah hubungan sebab akibat yang disebut CLD (causal loop diagram). Melalui analisis CLD ini peserta kemudian dapat mencari leverage points dan menyusun strategi intervensi sistem kompleks untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi oleh organisasi tersebut.

Selain menerapkannya di dalam kasus, para trainer dan fasilitator juga menggunakan berbagai metode lainnya seperti ceramah, misalnya untuk materi Pengantar Cara Berpikir Sistem dan Strategi Intervensi Sistem Kompleks; dan berbagai permainan dan simulasi, misalnya permainan segitiga untuk memperkenalkan konsep leverage points dan permainan living loops untuk memperagakan contoh perilaku sistem dengan umpan balik positif (reinforcing loops) dan negatif (balancing loops).




Selama pelatihan ini, disajikan berbagai menu makanan sehat yang disiapkan oleh staff dan relawan KAIL. Sebagai sumber karbohidrat, peserta dapat memilih nasi, nasi jagung atau kombinasinya. Ada pepaya hasil kebun KAIL yang diolah menjadi sayur pepaya kuah santan yang enak dan gurih. Ada tahu dan tempe goreng, telur belado dan bakwan jagung yang sedap. Juga lalapan timun. Pada sesi rehat, peserta dapat menikmati tahu isi, lontong sayur, keripik makaroni dan keripik jengkol. Juga tersedia beras kencur yang sedap. Seluruhnya adalah produk makanan lokal buatan staff, relawan dan tetangga di sekitar Rumah KAIL.




Peserta sangat antusias mengikuti seluruh proses pelatihan ini. Mereka mengajukan berbagai pertanyaan menarik selama pelatihan. Pada saat sesi berakhir, mereka pulang dengan wajah puas dan bahagia.

***

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Anak - Menjelajah Kepulauan Abdious


Yuk, kita bersama-sama "Menjelajah Kepulauan Abdious" di Hari Belajar Anak KAIL! 

HBA Februari akan diadakan pada...

Minggu, 26 Februari 2017
di Rumah KAIL
Kp. Cigarukgak, Girimekar,
Cilengkrang, Kab. Bandung
(Masuk dari Jl. Cijambe)
Rute: bit.ly/rumahkail

TERBUKA untuk umum dengan kontribusi
Rp 20.000/anak
sudah mendapatkan snack sehat

Info dan Pendaftaran
Kak Debby 081224261972 (SMS/WA)

Sampai jumpa!

#hidupholistik2017

Lokakarya Self Healing untuk Staff dan Relawan KAIL

Fransiska Damarratri & Any Sulistyowati 

Pada tanggal 4-5 Februari 2017 yang lalu KAIL menyelenggarakan lokakarya self healing untuk para staff dan relawan KAIL. Lokakarya tersebut diselenggarakan di Rumah KAIL, pada hari Sabtu, 4 Februari 2017 pukul 09.00 pagi sampai hari Minggu, 5 Februari 2017, pukul 14.00 sore. Pelatihan ini dihadiri oleh 19 peserta yang terdiri dari 4 staff dan 15 orang relawan KAIL. Mereka terdiri dari 6 laki-laki dan 13 perempuan. Sejumlah 6 relawan pendukung kegiatan pun hadir dan membantu penyelenggaraan. Peserta sangat bersemangat mengikuti seluruh proses pelatihan ini. Mereka menyimak setiap penjelasan, mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mempraktekkan berbagai metode self healing yang diajarkan dengan sungguh-sungguh.



 
Bertindak sebagai tim trainer dan fasilitator adalah Intan Darmawati (Hunk) dan Alvieni Angelica (Alvie). Selama lokakarya ini mereka memperkenalkan berbagai teknik self healing dari berbagai penjuru dunia yang dikembangkan oleh Capacitar International, sebuah organisasi internasional yang didirikan oleh Patricia Mathes Cane, PhD dan berjejaring di 40 lebih negara. Capacitar berfokus pada pemberdayaan dan solidaritas melalui penyembuhan bagi sesama kita yang menjadi korban perang, kekerasan, kemiskinan maupun bencana.






Metode-metode yang diajarkan selama self healing ini antara lain adalah (1) Tai Chi, (2) Salute to the Sun, (3) Berbagai teknik pemijatan seperti drum massage dan head-neck-shoulder release, (4) Pal Dan Gum, (5) Pain Drain untuk menghilangkan rasa sakit, (6) Polaritas untuk recharging diri, (7) Fingerholds untuk mengelola emosi, (8) Orhiba dari Indonesia, (9) Leadership Dance, (10) Latihan Pernapasan, hingga (11) The Holds. Setelah sesi sore berakhir di hari Sabtu, para peserta mengikuti ramah tamah dengan menghangatkan diri di api unggun sambil menikmati jagung bakar dan bir pletok hangat. Mereka dapat bertukar informasi dan pengalaman agar lebih saling mengenal satu sama lain.



Lokakarya ini dapat terlaksana dengan dukungan para relawan pendukung kegiatan, di antaranya para relawan notulen, foto, video, logistik dan konsumsi. Akhir kata, terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi untuk keberhasilan lokakarya ini.



***