Pelatihan Cara Berpikir Sistem - April 2012

Pelatihan Cara Berpikir Sistem yang diadakan oleh Kail di tanggal 14-15 April 2012 ini merupakan pelatihan pertama setelah Kail lama vakum. Pelatihan yang diselenggarakan di Galeri Padi jalan Dago 329 Bandung diikuti oleh 18 orang dari berbagai macam latar belakang, diantaranya teman-teman dari Forum Hijau Bandung, Mahardika, Greeneration Indonesia, Greeners Magazine, Asia Africa Youth Forum dan lainnya.

Pelatihan yang diadakan selama dua hari tersebut dimulai dengan menggambar visi bersama dari masing-masing kelompok kemudian menuangkannya ke dalam peta permasalahan yang dihadapi secara real untuk dicari penyebab dan akibatnya. Teman-teman dari Mahardika (Firman, Arul, Fikri dan Iqbal) membuat visi tentang kampus ITB, sedangkan teman-teman dari Forum Hijau Bandung (Rahyang, Tian, Unang, Guli, Danial, dan Anil) membuat visi kepengurusan baru FHB, selain itu ada yang membuat visi tentang Kota Bandung, Jakarta, dan lain-lain. Suasana pelatihan dibuat santai, nyaman karena peserta bebas duduk lesehan dan tidak monoton karena menggunakan simulasi-simulasi dalam memahami materi.

Di hari kedua, tanggal 15 April 2012, peserta dilatih untuk bisa mencari indikator strategis dari permasalahan yang dihadapi yang kemudian akan dipakai untuk menyusun rencana aksi strategis dalam mencapai visi yang telah dibuat di awal. Penitia terdiri dari staf Kail yaitu Any Sulistyowati sebagai  fasilitator utama serta David Ardes, Melly Amalia, dan Selly Agustina sebagai mentor kelompok yang selalu siap membantu pertanyaan ataupun kesulitan peserta. Selain itu Kail dibantu oleh dua orang relawan yang bertugas mencatat notulen yaitu Maria Domenica (Dida) dan Sarah Aisha yang juga merupakan alumni dari pelatihan-pelatihan Kail sebelumnya.

Tujuan pelatihan ini yaitu agar sebanyak mungkin para aktivis dan calon aktivis mendapatkan wawasan tentang Cara Berpikir Sistem sebagai alat analisis permasalahan sosial dan lingkungan sekaligus sebagai alat perencanaan kegiatan, sehingga biaya pelatihan ini dibuat terjangkau bagi banyak kalangan. Setiap pelatihan Kail dibuat tanpa dukungan sponsor atau lembaga dana, jadi merupakan swadaya peserta dan belum termasuk fee para fasilitator. Selain itu, Kail selalu menerapkan prinsip Zero Waste atau Nol Sampah dalam setiap pelatihannya. 


(Selly)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar