Tim KAIL melatih Cara Berpikir Sistem di PT Divusi


Siang itu hari Kamis tanggal 6 Sepetember 2012, koordinator Kail, Any Sulistyowati beserta dua orang staf Kail yaitu David dan Selly bergegas menuju Jalan Kyai Gede Utama Nomor 12 Bandung untuk memenuhi janji akan memberikan pengantar Cara Berpikir Sistem dan Pengantar System Dynamic Modeling kepada para staf PT.Divusi, yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang IT.

Tiga orang staf Kail datang tepat waktu sesuai dengan yang dijanjikan yaitu pukul dua siang. Kami langsung diantar menuju ruang rapat yang sudah disediakan dan di-setting untuk pelatihan singkat ini. Sudah berkumpul beberapa orang staf PT. Divusi diantaranya Pak Eri sendiri, Erman, Giri, Husain, Ferdian, Faqih, Risa, Andika, dan Rian. Setelah perkenalan seperlunya, Mbak Any langsung masuk ke materi pertama Cara Berpikir Sistem yaitu pengertian tentang sistem, pengertian Cara Berpikir Sistem, kegunaan Cara Berpikir Sistem, Behaviour Over Time (BOT), dan Causal Loop Diagram (CLD). Selain itu digunakan beberapa simulasi Living Loop dan Leverage Point agar peserta lebih mudah dalam memahami materi. Materi yang biasanya diberikan untuk beberapa hari, kali ini hanya dibawakan dalam tiga jam saja. 

Setelah materi dasar Cara Berpikir Sistem di atas, kemudian penjelasan Mbak Any mulai masuk ke materi System Dynamic Modeling. Dimulai dengan bagaimana cara mengubah Causal Loop Diagram (CLD) menjadi diagram Stok dan Flow kemudian dilanjutkan dengan simulasi pembuatan model System Dynamic menggunakan software di komputer bernama Vensim. Pada sesi ini semua peserta terlihat tekun dan asyik dengan laptop-nya masing-masing. Logika dan permainan rumus matematika dasar dilatih kembali agar angka-angka yang dihasilkan di layar bisa sesuai. Akhirnya pelatihan singkat Kail bersama teman-teman dari PT Divusi diakhiri dengan sesi tanya-jawab peserta. Ternyata teman-teman dari PT Divusi termasuk peserta yang paling cepat memahami materi, terlihat dari pertanyaan-pertanyaan kritis yang mereka ajukan. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore dan acara ditutup dengan ucapan terima kasih dari kedua belah pihak.

Pelatihan Cara Berpikir Sistem - Juli 2012


Pelatihan Cara Berpikir Sistem  tanggal  7-8 Juli 2012, diikuti oleh 21 orang peserta dengan berbagai latar belakang aktivitas yaitu dosen Faperta Universitas Padjadjaran, Universitas Machung, LSM Resic dan individu. Kegiatan ini menggunakan kantor salah satu rekanan Kail di jalan Sidomukti, Bandung.

Hari pertama diisi dengan ice breakingAngin Bertiup dan perkenalan sesama peserta dan dilanjutkan dengan perkenalan Kail, Pengantar CBS, BOT dan CLD.



Hari kedua, sesi pagi yaitu permainan Idola untuk mengenalkan tentang Leverage Pointsdan perluasanCLD masing-masing kelompok. Terakhir ditutup dengan diskusi tanya jawab seputar materi keseluruhan. Tak lupa foto bersama antara panitia dan peserta.

Antusias peserta  sangat baik dalam setiap sesi. Yang cukup menarik, di sela-sela break ada peserta yang menyatakan ketertarikannya untuk menjadi relawan Kail  di tengah jadwal mengajarnya yang padat. 

Sebagian besar dari peserta mengungkapkan ingin ada pelatihan lanjutan untuk para alumni pelatihan CBS. Tidak terasa, dua hari CBS telah usai. Banyak kesan dan pesan yang bisa kita ambil untuk bahan evaluasi kegiatan CBS selanjutnya. Semoga pelatihan CBS kali ini membawa banyak manfaat bagi peserta. 

(Melly)

Arpillera untuk refleksi Live In - SMU Van Lith




‘Wah saya ga bisa menjahit, belum pernah pegang jarum jahit nih,” begitu komentar salah satu peserta SMA Van Lith saat kami mengeluarkan peralatan Arpillera.  Kami tersenyum dan mencoba memberikan penjelasan di awal bahwa yang dibutuhkan untuk membuat karya sebuah Arpillera tidak sesulit yang dibayangkan.

Tepatnya tanggal 16 Juni 2012 Kail diundang oleh alumni SMA Van Lith yang berdomisili di Bandung untuk melakukan refleksi proses magang dan live in siswa SMA Van Lith, Magelang yang telah melakukan magang selama dua minggu. Uniknya, proses refleksi tersebut dituangkan dalam karya Arpillera. Selama dua minggu tersebut mereka live indi beberapa keluarga di Bandung dan magang di tempat-tempat yang menjadi ketertarikan mereka. Salah satunya Cinthya, seorang siswa yang mempunyai ketertarikan dengan dunia LSM, akhirnya memilih rumah Any Sulistyowati (pendiri dan koordinator Kail) sebagai tempat menimba ilmu.

Hari itu kami, saya dan Selly sudah tiba di lokasi satu jam sebelum waktu yang disepakati yaitu pukul 12.30 WIB. Ternyata teman-teman dari Van Lith sedang melakukan kunjungan ke Museum Geologi. Sambil menunggu kedatangan peserta, kami menyiapkan segala perlengkapan Arpillera dan menempel beberapa karya di dinding. Pukul 2 siang lokakarya Arpillera dimulai dengan sesi perkenalan melalui permainan, dan menengok kembali perjalanan magang peserta di beberapa tempat. Mendengar hal-hal menarik yang mereka dapatkan selama magang. Setelah itu Selly mengenalkan apa itu Arpillera, sejarah munculnya Arpillera, digunakan untuk apa, peralatan apa saja yang dibutuhkan dan tips membuat Arpillera. Yang dilakukan selanjutnya adalah praktek membuat Arpillera yang disesuaikan dengan refleksi magang masing-masing. Meskipun ada kendala dalam menggunakan jarum dan membuat tusuk feston, tapi semangat peserta tidak tergoyahkan, termasuk siswa laki-laki. Waktu dua jam ternyata tidak cukup untuk menyelesaikan secara tuntas hasil karya peserta. Sebagai penutup sesi, peserta menceritakan Arpillera masing-masing.


Cukup menyenangkan berkumpul dan canda tawa dengan teman-teman dari SMA Van Lith. Acara diakhiri dengan foto bersama dan ucapan terima kasih dengan iringan yel-yel ala Van Lith. Terima kasih teman-teman atas kebersamaannya.

(Melly)

Pelatihan Menulis untuk Perubahan - angkatan 1

Tanggal 20-21 April 2012, saya dan beberapa teman mengikuti kegiatan yang diadakan oleh KAIL yaitu Pelatihan Mahir Menulis, yang diadakan selama dua hari berturut-turut di daerah perumahan Dago. Peserta terdiri dari Sri Ratna Wulan seorang mahasiswa pascasarjana Unpad, Putra mahasiswa S1 Fisip Unpad dan beberapa staf KAIL yaitu David, Melly dan Selly. Fasilitator dari pelatihan menulis adalah seorang penulis bernama Ari Ujianto yang merupakan associate KAIL.

Acara pada hari pertama dimulai pada jam 9, diawali dengan perkenalan antar peserta, harapan dan motivasi para peserta mengikuti pelatihan Mahir Menulis ini yang kita tulis dalam kertas warna warni beberbentuk unik yang kemudian kita tempel di dinding ruangan pelatihan tersebut.
Setelah itu kita break sebentar untuk kemudian masuk ke materi selanjutnya yaitu pengantar mengapa kita harus menulis dan pengantar dasar-dasar menulis yang disampaikan oleh Mas Ari, yang sudah datang jauh-jauh dari Tangerang.

Mas Ari menjelaskan mengapa kita harus menulis? Hal tersebut terjadi karena beberapa sebab:

  • Dengan menulis membantu kita mengungkapkan cita-cita dan mimpi
  • Dengan menulis membebaskan diri dari kepedihan dan menemukan kelegaan
  • Dengan enulis merupakan upaya untuk menemukan identitas diri
  • Dengan menulis merupakan upaya untuk mengkomunikasikan isi jiwa, penghayatan dan pengalaman kepada pelbagai pihak
Pemateri, Mas Ari pun menjelaskan tips bagaimana caranya menulis. Cara menulis itu hanya ada tiga syarat yaitu:

  1. Menulis. Untuk menjadi penulis, hal yang paling utama adalah banyak membaca. Dengan referensi yang banyak, maka dengan mudah kita bisa menuliskan gagasan-gagasan kita.
  2. Mengembangkan aset-aset. Caranya adalah dengan kita menjadi observer / pengamat bagi lingkungan sekitar kita, menjadi orang kreatif dan penuh imajinasi ketika menulis, dan yang paling penting adalah membiasakan menulis secara reguler.
  3. Menguasai teknik penulisan. Caranya adalah kita harus mampu mendeskripsikan peristiwa yang terjadi, mampu membuat kalimat efektif, mampu membuat dialog yang memikat, mampu membuat paragraf pembuka yang menarik.

Aliran-aliran atau genre tulisan itu terdiri dari:
  1. Deskripsi, yaitu menggambarkan peristiwa yang terjadi.
  2. Narasi, yaitu menceritakan peristiwa yang terjadi.
  3. Jurnal/memoar
  4. Ekspositori atau paparan
  5. Persuasi atau opini
  6. Puisi 

Nah, setelah kita mendapatkan beberapa materi penulisan, kita ditantang oleh Mas Ari untuk langsung mengaplikasikan materi yang baru saja didapat dalam bentuk tulisan. Kita pun mencoba untuk menulis apa yang ada dalam pikiran kita masing-masing. Setelah selesai menulis, hasil tulisan kita tukar dengan teman, dan teman tersebut diminta untuk mengomentari hasil tulisan tersebut, seperti apa bentuk tulisan yang dibuat, apakah tulisan yang dibuat sudah efektif (fokus) belum, dan apakah kekurangan serta kelebihan dari tulisan tersebut. Dan setelah tulisan selesai dikomentari oleh teman kita, pemateri pun langsung ikut memberi masukan akan hasil tulisan kita.

Tak terasa hari pun sudah menjelang maghrib, dan sebelum pulang kita dibekali oleh-oleh untuk melakukan observasi dan wawancara di lingkungan yang akan kita amati.

Keesokan harinya, ketika jam sudah menunjukkan pukul 10, kita pun berkumpul kembali di Dago. Masing-masing dari peserta tersebut kemudian diminta oleh Mas Ari untuk melakukan presentasi tentang apa yang kita amati dan wawancarai. Setelah presentasi, kita pun di minta kembali untuk menuliskan apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan oleh panca indra atas observasi yang telah kita lakukan tadi dengan cara deskriptif. Akhirnya kita pun menuliskan apa yang ada dalam pikiran kita masing-masing dengan membayangkan kembali apa yang telah kita observasi tadi dengan segenap panca indra yang kita punya. Setelah menulis, kita pun mempresentasikan kembali apa yang telah kita tulis, dan kembali tulisan tersebut diberi masukan. Namun rata-rata hasil tulisan peserta kali ini lebih baik dari tulisan di hari sebelumnya, karena mungkin kita para peserta di dorong terus menerus untuk membuat hasil tulisan yang baik.

Di akhir hari kedua, kita ditantang oleh panitia untuk membuat isi dari buletin digital yang dikelola oleh KAIL yang bernama PRO:AKTIF. Kitapun membagi tugas untuk membagi rubrik yang akan kita tulis dalam PRO:AKTIF nanti. Dan semoga, ilmu yang baru kita dapat dalam dua hari ini bisa memuluskan jalan kita untuk membuat buletin digital PRO:AKTIF menjadi bagus dan menarik (dari segi konten dan cover) bagi para pembacanya nanti.

(Sri)

Pelatihan Cara Berpikir Sistem - April 2012

Pelatihan Cara Berpikir Sistem yang diadakan oleh Kail di tanggal 14-15 April 2012 ini merupakan pelatihan pertama setelah Kail lama vakum. Pelatihan yang diselenggarakan di Galeri Padi jalan Dago 329 Bandung diikuti oleh 18 orang dari berbagai macam latar belakang, diantaranya teman-teman dari Forum Hijau Bandung, Mahardika, Greeneration Indonesia, Greeners Magazine, Asia Africa Youth Forum dan lainnya.

Pelatihan yang diadakan selama dua hari tersebut dimulai dengan menggambar visi bersama dari masing-masing kelompok kemudian menuangkannya ke dalam peta permasalahan yang dihadapi secara real untuk dicari penyebab dan akibatnya. Teman-teman dari Mahardika (Firman, Arul, Fikri dan Iqbal) membuat visi tentang kampus ITB, sedangkan teman-teman dari Forum Hijau Bandung (Rahyang, Tian, Unang, Guli, Danial, dan Anil) membuat visi kepengurusan baru FHB, selain itu ada yang membuat visi tentang Kota Bandung, Jakarta, dan lain-lain. Suasana pelatihan dibuat santai, nyaman karena peserta bebas duduk lesehan dan tidak monoton karena menggunakan simulasi-simulasi dalam memahami materi.

Di hari kedua, tanggal 15 April 2012, peserta dilatih untuk bisa mencari indikator strategis dari permasalahan yang dihadapi yang kemudian akan dipakai untuk menyusun rencana aksi strategis dalam mencapai visi yang telah dibuat di awal. Penitia terdiri dari staf Kail yaitu Any Sulistyowati sebagai  fasilitator utama serta David Ardes, Melly Amalia, dan Selly Agustina sebagai mentor kelompok yang selalu siap membantu pertanyaan ataupun kesulitan peserta. Selain itu Kail dibantu oleh dua orang relawan yang bertugas mencatat notulen yaitu Maria Domenica (Dida) dan Sarah Aisha yang juga merupakan alumni dari pelatihan-pelatihan Kail sebelumnya.

Tujuan pelatihan ini yaitu agar sebanyak mungkin para aktivis dan calon aktivis mendapatkan wawasan tentang Cara Berpikir Sistem sebagai alat analisis permasalahan sosial dan lingkungan sekaligus sebagai alat perencanaan kegiatan, sehingga biaya pelatihan ini dibuat terjangkau bagi banyak kalangan. Setiap pelatihan Kail dibuat tanpa dukungan sponsor atau lembaga dana, jadi merupakan swadaya peserta dan belum termasuk fee para fasilitator. Selain itu, Kail selalu menerapkan prinsip Zero Waste atau Nol Sampah dalam setiap pelatihannya. 


(Selly)