[Liputan] Bazaar meriahkan Peringatan HUT RI dan HUT KAIL 2017 di Rumah KAIL

Setiap bulan Agustus, KAIL merayakan ulang tahun sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan RI. Dalam kesempatan tersebut KAIL menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berguna bagi masyarakat sekitar Rumah KAIL, khususnya warga Kampung Cigarugak. Melalui berbagai kegiatan tersebut diharapkan terjalin silaturahmi yang erat antara KAIL dengan warga, yang dapat berkontribusi positif terhadap pengembangan kampung Cigarugak. Salah satu kegiatan utama adalah bazaar untuk menyediakan kebutuhan anak-anak Kampung Cigarugak dengan harga yang terjangkau. Bazaar ini merupakan kegiatan tahunan yang secara rutin dilakukan KAIL untuk warga Cigarugak sejak tahun 2014. Untuk tahun 2017 ini, bazaar diselenggarakan pada hari Sabtu siang, 26 Agustus 2017 dan mengangkat tema “Saling berbagi dan maju bersama dalam semangat persatuan Indonesia”.
Sejak pukul dua siang anak-anak dan orang tua telah berkumpul untuk mengantri kupon bazaar. Dengan kupon tersebut mereka dapat membeli barang-barang yang mereka inginkan. Barang-barang pada bazaar ini adalah barang bekas dan baru hasil sumbangan dari berbagai pihak, yaitu: Playgroup-TK-SD Gagas Ceria, TK-SD-SMP Santo Yusup, Wanita Katolik Cabang Katedral Bandung, Penerbit Mizan serta sumbangan perorangan yang tidak dapat disebutkan namanya satu per sat   u. Untuk pengumpulan donasi, KAIL bekerja sama dengan Gagas Ceria, Santo Yusup dan Pustakalana sebagai titik pengumpulan barang-barang donasi dari para donatur.
Barang-barang yang dijual di dalam bazaar ini terutama adalah barang-barang bekas layak pakai yang dikumpulkan dari para donatur. Penggunaan barang bekas bertujuan untuk memperpanjang umur pakai barang, sehingga dapat berkontribusi pada pengurangan konsumsi barang baru. Pengurangan konsumsi akan mengurangi eksploitasi sumber daya alam dan mengurangi dampak lingkungan.
Kegiatan bazaar ini berlangsung di halaman, lantai bawah dan atas Rumah KAIL. Berbagai jenis barang dijual di bazaar ini. Ada perlengkapan sekolah seperti buku tulis, penghapus, pena, penggaris, pensil warna dan rautan. Ada juga seragam sekolah dan aneka baju anak-anak. Ada beragam mainan untuk anak-anak, mulai dari boneka berbagai ukuran, bola, karet, balok-balok kayu dan berbagai model mobil-mobilan. Di halaman Rumah KAIL tersedia barang-barang seperti baju anak-anak, buku bacaan, peralatan sekolah, mainan, sepatu, tas  dengan harga jual Rp 1.000,-. Sementara di lantai bawah tersedia barang-barang pakaian, buku, mainan, peralatan makan dan minum,  dengan harga Rp 5.000,- dan Rp 10.000,-; dan di lantai atas tersedia barang sama dengan yang di lantai bawah dengan harga Rp 2.000,- .
Pada kegiatan bazaar ini hadir dan memberi sambutan yaitu tokoh masyarakat yang mewakili warga  Kampung Cigarugak, Bapak Mislah dan Kang Marna, Ketua Karang Taruna RW 12 Cigarugak. Dilanjutkan sambutan dari Koordinator Bazar Kail 2017 yaitu Melly Amalia. Selama bazar berlangsung, acara ini dipandu oleh duo pembawa acara yaitu Debby Yosephine dan Vanya Febriyantie.
Para relawan individu dan dari berbagai organisasi, termasuk Karang Taruna Cigarugak, berkontribusi besar dalam kegiatan bazaar ini mulai dari pengumpulan barang, memilah dan memberi harga, mengatur barang-barang di ruangan, melayani pembeli saat bazaar berlangsung dan membereskan kembali ruangan dan barang yang tersisa setelah kegiatan.
Sesuai dengan tema kegiatan, melalui proses ini, diharapkan terjalin silaturahmi antara mereka yang memiliki barang berlebih dengan mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan ini, relawan dan jaringan KAIL dapat berkontribusi untuk mendorong proses berbagi dan maju bersama untuk kualitas kehidupan yang lebih baik. Seluruh hasil penjualan bazaar akan digunakan untuk mendanai kegiatan anak di Cigarugak di Rumah KAIL tahun yang akan datang.
Acara bazaar ini dimeriahkan dengan door prize untuk anak-anak dengan hadiah berbagai barang menarik ditambah buku cerita untuk setiap anak yang terlibat. Selain itu dilakukan juga lelang barang-barang istimewa dari koleksi barang-barang donasi. Beberapa mainan anak usia balita juga didonasikan untuk Paud Cemerlang, yang juga berada di Rw 12 Cigarugak.
Yang membuat kegiatan ini lebih meriah lagi adalah penampilan grup penyanyi dan musik dari Karang Taruna Cigarugak. Mereka menyanyikan lagu-lagu anak dan lagu bertema kemerdekaan Republik Indonesia untuk menghibur para pengunjung.  Penampilan yang tidak kalah menarik adalah dari Kang Adew (Ade Hermawan) yang menghibur pengunjung dengan lagu-lagu anak-anak dan lagu-lagu kebangsaan. Anak-anak Cigarugak turut diberi kesempatan untuk menyanyi bersama. Tersedia hadiah hiburan bagi anak-anak yang mau menyanyi di panggung.
Tidak terasa sore hari pun tiba. Semua pengunjung dan panitia sudah pulang ke rumah masing-masing. Anak-anak pulang dengan wajah bahagia karena telah mendapatkan barang-barang yang mereka perlukan.
Terima kasih untuk semua relawan yang terlibat.
Sampai jumpa di bazaar KAIL di tahun-tahun mendatang.

Selamat Ulang Tahun KAIL, Selamat Ulang Tahun Indonesia.

[INFO KEGIATAN] Perayaan 15 Tahun KAIL & Dirgahayu 72 Tahun Indonesia "Berbagi dan Maju Bersama"




Untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperingati ulang tahun KAIL dan HUT RI, dengan ini kami mengundang rekan-rekan sekalian untuk menghadiri

Perayaan 15 Tahun KAIL & Dirgahayu 72 Tahun Indonesia
"Berbagi dan Maju Bersama"

Sabtu, 26 Agustus 2017
Pukul 09:30-17:00 WIB

di Rumah KAIL,
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar,
Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
Peta: bit.ly/rumahkail

Rangkaian Acara
09:30-13:00
Ramah Tamah dan Syukuran
Berbagi 15 Tahun KAIL,
Penghargaan bagi Relawan,
Peluncuran Pro:aktif Online.

14:00-17:00
Bazar untuk Anak-Anak
Warga Kp. Cigarugak, Hiburan

Mohon mengisi form konfirmasi di bit.ly/ultahkail2017,
selambat-lambatnya 24 Agustus 2017

Informasi lebih lanjut:
0813-9429-0336 (SMS/WA)
x

[INFO KEGIATAN] Mari Berdonasi untuk Bazar Ultah KAIL ke-15


Mari Berdonasi!

Dalam rangka HUT KAIL ke-15 dan HUT RI ke-72, KAIL kembali mengadakan Bazaar murah yang menjual kebutuhan anak-anak untuk warga Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung.

KAIL mengajak kawan-kawan untuk mendonasikan barang (diutamakan bekas) untuk berbagai kebutuhan anak. Donasi dapat berupa: buku bacaan (non-pelajaran), majalah, mainan, perlengkapan sekolah, alat gambar/warna, alat olahraga, perlengkapan kebersihan, peralatan makan dan minum, pakaian dan aksesoris anak, serta alat musik.

Batas akhir pengumpulan donasi:
Minggu, 20 Agustus 2017

Donasi dapat dikumpulkan di beberapa titik pengumpulan, antara lain:
  1. Rumah KAIL: Kp. Cigarukgak, Desa Giri Mekar,  Kec. Cilengkrang,  Kab. Bandung (daerah Bandung Timur)
  2. Simpul Library Pustakalana: Jalan Taman Cibeunying Selatan No. 5
  3. Perpustakaan Elmuloka
  4. SD Gagas Ceria,  Jalan Malabar 61
  5. Rumah Navita K.: Jalan Imperial II no 2, kompleks Dago Asri, Bandung 40135
  6. Rumah Deta: Jalan Rereng Suliga No. 1, Sukaluyu, Bandung 40123

Narahubung:
Deta 0813 211 93234 (WA/SMS)

* Barang yang didonasikan harus layak pakai.
** Penggunaan barang bekas untuk memperpanjang umur pakai barang.
** Hasil penjualan di Bazaar akan digunakan untuk mendukung kegiatan anak di Kampung Cigarugak.

Mohon dukungan kawan-kawan untuk menyebarkan informasi ini.
Terima kasih.


***



[LIPUTAN] Hari Belajar Kail: Mencapai Kehidupan Holistik melalui Pola Hidup Sehat Alami

oleh Rilis Eka Perkasa



Cerahnya cuaca menghiasi suasana pagi akhir pekan itu. Matahari pagi seolah menyemarakkan jalannya Hari Belajar KAIL (HBK) pada Sabtu, 29 Juni 2017. HBK yang mengambil tajuk “Pola Hidup Sehat Alami – Hidup Sehat dan Penyembuhan Diri Berdasarkan Ilmu Medis” ini dihadiri oleh 7 orang peserta dari berbagai latar belakang. Enam peserta ini nantinya akan mengikuti presentasi tentang pola hidup sehat dan workshoppraktik olah napas yang dibawakan oleh dr. Rini Damayanti, DCN. Dengan keahliannya sebagai praktisi olah napas dan olah gerak Bio Energy Power (BEP), Ibu Rini meningkatkan wawasan peserta mengenai pengaturan pola hidup selama 3 jam ke depan dengan dipandu oleh relawan moderator Okie Fauzi Rachman.


Kesehatan mungkin memang bukan segalanya sehingga banyak orang yang tidak benar-benar merasakan kehadirannya. Demikian pendapat dr. Rini saat membuka pemaparannya. Namun Beliau menekankan bahwa tanpa kesehatan segala hal menjadi tiada artinya. Beruntunglah manusia, karena manusia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Secara alami, tubuh manusia dapat menyembuhkan penyakit yang dideritanya apabila ditunjang dengan pola hidup yang tepat, mulai dari berpola pikir positif, mengkonsumsi makanan yang baik dan benar, berolahraga secara rutin, hingga memastikan tubuh menerima sinar matahari dan udara segar.

Sesekali, pemaparan diselingi oleh diskusi dengan para peserta. Diskusi paling seru berlangsung saat membicarakan masalah makanan yang baik. Berbagai persoalan dalam pengolahan makanan dibahas, mulai dari rasio yang tepat antara sayuran dalam makanan sehari-hari, buruknya memasak ulang atau memanasi makanan, hingga bahwa sebenarnya labu tidak perlu dikupas untuk dikonsumsi. Semua dilakukan untuk memaksimalkan kandungan gizi dan serat dari makanan yang disantap sehari-hari. Pola istirahat juga harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan tubuh. Menurut Ibu Rini, hati manusia bekerja maksimal di malam hari, kira-kira antara pukul 11 hingga 1 malam. Oleh karenanya, sebaiknya di saat-saat itu seseorang tidur agar hatinya dapat bekerja dengan baik.

Menginjak pembahasan mengenai pernapasan, dr. Rini mengajak peserta untuk memahami metode yang tepat untuk melatih pernapasan. Beliau menganjurkan untuk menggunakan hidung untuk menarik napas dan menggunakan mulut untuk membuangnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kesehatan organ-organ pernapasan dan meningkatkan kualitas udara yang dihirup. Selanjutnya, Ibu Rini mengajarkan gerakan-gerakan untuk melatih pernapasan. Menariknya, latihan pernapasan ala BEP tidak melulu memperhatikan unsur fisiologis dalam pernapasan. Unsur chi atau energi tubuh, yang disentuh secara mendalam pada pengobatan alternatif Asia Timur, juga turut dijadikan perhitungan. Oleh karenanya, gerakan-gerakan yang dilakukan juga ditujukan untuk mengoptimalkan peredaran chi dalam tubuh. Jadilah gerakan latihan pola pernapasan ini layaknya gerakan-gerakan dalam seni bela diri Tai Chi.

Acara kemudian dilanjutkan dengan workshop olah napas. Para peserta diajak duduk melingkar dengan nyaman di atas kursi. Pertama-tama, para peserta mempraktikkan metode bernapas yang baik. Sembari berkelakar, dr. Rini menyampaikan, “Tidak perlu kuatir muka jadi jelek waktu latihan olah napas.” Memang, ketika menarik napas dalam-dalam dengan metode yang benar wajah terlihat seolah-olah seperti sedang manyun atau cemberut. Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan mempraktikkan gerakan dasar yang sebelumnya sudah dicontohkan dan memadukannya dengan gerakan-gerakan lain sehingga didapat tiga jenis pola gerak. Untuk melatih pernapasan, ketiga pola gerak tadi dilakukan sebanyak lima set. Untuk menutup latihan pernapasan, dilakukanlah gerakan penutup. Di akhir sesi workshop, dr. Rini menyebutkan bahwa sebaiknya latihan ini dilakukan secara rutin sebanyak 10-20 set tiap harinya untuk menjaga kesehatan tubuh.


Mentari yang terus bersinar cerah hari itu menggambarkan keceriaan HBK yang berlangsung hingga lewat tengah hari. Setelah acara ditutup, para peserta bersama Ibu Rini berfoto bersama di taman belakang Rumah KAIL. Di akhir acara, menepati nasihat Ibu Rini mengenai makanan, para peserta bersantap siang bersama dengan sajian nasi karedok, buah-buahan, dan jamu tradisional. Secara keseluruhan, acara berlangsung ceria dan cair dengan banyak selingan tawa dan canda. Dr. Rini yang cukup senior rupanya mampu membawa acara dengan ringan dan santai di depan peserta.

Hidup sehat rupanya cukup mudah diperoleh dengan konsisten menerapkan pola hidup sehari-hari yang positif. Melalui dr. Rini, para peserta memperoleh pengetahuan mengenai pengaturan makanan hingga pelatihan bernapas untuk mengaktifkan kemampuan tubuh menyembuhkan dirinya sendiri. Latihan olah napas ini pun dapat dilakukan dengan sangat mudah. Format gerakan berseri pun memudahkan kita untuk melakukan olah napas dalam sesi-sesi pendek sepanjang hari di sela-sela kesibukan.

Pada akhirnya, sesuai dengan harapan yang disampaikan oleh para peserta di awal acara, pengetahuan yang diperoleh selama seminar dan workshop diharapkan dapat diterapkan secara konsisten untuk dapat menjaga kesehatan tubuh secara holistik.

[INFO KEGIATAN] Hari Belajar Kail 29 Juli 2017 - Pola Hidup Sehat Alami


Mengajak rekan-rekan yang ingin mengulik dan mengetahui tentang pola hidup sehat, mari bertemu kembali di Hari Belajar KAIL:

Pola Hidup Sehat Alami
'Hidup Sehat dan Penyembuhan Alami Berdasarkan Ilmu Medis'

bersama
dr. Rini Damayanti, DCN
(Praktisi Natural Healing)

Dokter Rini telah berpraktik di RS Dustira Cimahi selama 20 tahun hingga 2002, setelah menimba ilmu di FK Unpad dan Community Nutrition di SEAMEO-UI Jakarta. Beliau juga pernah menjadi konsultan kesehatan pertanian organik Yayasan TIDUSANY. Kini dr. Rini aktif sebagai pelatih olah nafas dan gerak BEP Indonesia.

Mari bergabung bersama pada tanggal:

Sabtu, 29 Juli 2017
Pukul 09:00-12:00

di Rumah KAIL
Kp. Cigarugak, Desa Girimekar, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung
(Masuk dari Jl. Cijambe. bit.ly/rumahkail)

Kontribusi peserta:
Rp 25.000
(Termasuk snack sehat dan praktik olah nafas)

Pendaftaran:
0813-9429-0336
(SMS, Whatsapp)
Paling lambat Kamis, 27 Juli 2017